(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

MAPALA Undana Cetak Kader Berdaya Saing: Dikjut 2025 Hasilkan Tenaga Konservasi dan Siaga Bencana di NTT

KUPANG – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses merampungkan kegiatan Pendidikan Lanjutan (Dikjut) pada 28–30 November 2025. Kegiatan wajib ini telah mencetak puluhan anggota muda menjadi anggota penuh yang dibekali keterampilan teknis spesifik dari empat divisi utama: Diving, Konservasi Lingkungan Hidup (KLH), SAR dan Rimba Gunung, serta Rock Climbing. Keberhasilan ini menegaskan komitmen MAPALA Undana untuk tidak hanya mencetak penjelajah alam yang tangguh, tetapi juga sumber daya manusia yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan siaga dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat NTT.

Dikjut 2025 dilaksanakan secara intensif di empat lokasi berbeda, sesuai dengan fokus divisi masing-masing. Divisi Diving berlatih di perairan Pantai Oesemuk, Semau; Divisi KLH berfokus pada survei darat di Desa Benu, Takari; Divisi SAR dan Rimba Gunung menguasai medan di Gunung Mollo, Nefokoko; sementara Divisi Rock Climbing mengasah kemampuan di lokasi panjat tebing yang menantang. Pelatihan ini melibatkan puluhan peserta yang didampingi oleh anggota penuh, senior, dan instruktur profesional bersertifikat, menjamin transfer pengetahuan dan keselamatan maksimal.

Divisi Diving: Garda Terdepan Konservasi Bawah Laut

Divisi Diving & Snorkeling dididik untuk menguasai keterampilan dasar penyelaman, manajemen risiko, dan pertolongan pertama di air. Dampak strategisnya terletak pada penyiapan anggota yang mampu mendukung program konservasi terumbu karang dan biota laut di NTT. Selain itu, keterampilan ini sangat vital bagi peningkatan kesiapsiagaan tim dalam operasi SAR di perairan, sebuah kebutuhan mendesak mengingat kondisi geografis NTT yang merupakan kepulauan.

Divisi KLH: Kontribusi Nyata pada Data Keanekaragaman Hayati

Fokus utama Divisi Konservasi Lingkungan Hidup (KLH) adalah pada Identifikasi Herpetofauna (Reptil dan Amfibi). Peserta dilatih menggunakan metode ilmiah seperti Visual Encounter Survey (VES) untuk mengumpulkan data penting di Desa Benu, Takari. Kontribusi terbesarnya adalah menyediakan data ilmiah yang dapat digunakan untuk laporan dan advokasi konservasi, memastikan ekosistem reptil dan amfibi yang sering terabaikan di NTT mendapat perlindungan berbasis data yang akurat.

Divisi SAR dan Rimba Gunung: Bekal Survival Lokal

Di Gunung Mollo, Divisi SAR dan Rimba Gunung menekankan pada identifikasi tumbuhan survival dan tumbuhan beracun yang spesifik di medan lokal. Keterampilan ini membekali anggota untuk meningkatkan keselamatan tim dalam kondisi darurat di hutan, termasuk kemampuan memanfaatkan vegetasi yang aman dan menghindari yang berbahaya. Secara sosial, anggota divisi ini siap membantu tim SAR dalam operasi pencarian di medan pegunungan dan mampu berbagi pengetahuan survival yang relevan dengan komunitas lokal.

Divisi Rock Climbing: Disiplin dan Akses Medan Sulit

Meskipun terlihat sebagai kegiatan olahraga, pelatihan panjat tebing oleh Divisi Rock Climbing yang dibimbing oleh Komunitas Panjat Tebing NTT, mencetak kader dengan disiplin tinggi, konsentrasi, dan kemampuan pengambilan keputusan yang cepat. Nilai tambahnya bagi masyarakat adalah kemampuan penjangkauan (akses) ke lokasi sulit dan medan vertikal, yang sering diintegrasikan dalam misi penyelamatan pasca bencana atau di lokasi yang tidak terjangkau oleh sarana konvensional.

Komitmen MAPALA Undana: Investasi bagi Masa Depan NTT

Kualitas Dikjut dijamin melalui sinergi antara pengalaman anggota senior dan keahlian instruktur profesional bersertifikat (khususnya Divisi Diving). Hal ini memastikan bahwa anggota muda tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap mengaplikasikan keterampilan teknis di lapangan sesuai dengan standar keamanan dan prosedur yang berlaku.

Pasca-Dikjut, seluruh anggota muda ditargetkan untuk segera mengimplementasikan dan mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh. Mereka didorong untuk aktif terlibat dalam ekspedisi lapangan dan kegiatan konservasi berkelanjutan. Keberhasilan Dikjut 2025 ini merupakan investasi nyata bagi lingkungan dan masyarakat, menegaskan bahwa MAPALA Undana adalah mitra strategis Universitas dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pelestarian alam dan pengabdian masyarakat. (Ing)

Comments are closed.
Archives