KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan aset digitalnya. Dalam rapat daring yang dipimpin oleh Plt. Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si., ditegaskan bahwa situs web resmi merupakan cerminan utama kinerja dan akreditasi institusi di mata dunia.
Rapat evaluasi yang digelar pada Rabu (21/1/2026) ini mengumpulkan seluruh admin web dari berbagai unit di Undana. Prof. Annytha menggarisbawahi bahwa di era digital saat ini, lembaga akreditasi dan pemeringkatan internasional tidak lagi merujuk pada media sosial seperti Instagram atau TikTok, melainkan pada kualitas data dan informasi yang tersaji di website resmi.
“Kita harus sadar bahwa website adalah jendela resmi Undana. Lembaga pemeringkatan perguruan tinggi menjadikan website sebagai sumber utama penilaian. Oleh karena itu, admin website memegang peran strategis dalam menyajikan informasi Tridarma yang optimal dan berkelanjutan,” tegas Prof. Annytha di hadapan para peserta rapat.
Penguatan Regulasi dan Standar Operasional
Sebagai langkah konkret, Prof. Annytha menyatakan bahwa Undana segera menerbitkan surat edaran terkait pengelolaan website yang ditujukan kepada seluruh pimpinan unit. Kebijakan ini akan mendorong pemanfaatan situs web sebagai rujukan informasi utama bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan.
Ke depan, pengelolaan aset digital ini tidak lagi dianggap sebagai tugas sampingan. Undana berencana mengintegrasikan kinerja website dengan sistem penilaian kinerja dan remunerasi bagi pengelolanya. Evaluasi rutin juga akan menjadi agenda tetap dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), terutama dalam upaya mendongkrak peringkat Webometrics Undana.
Penataan Domain dan Dukungan Sarana
Dalam kesempatan yang sama, Tim TIK Undana memaparkan kondisi terkini tata kelola domain universitas. Tercatat terdapat 93 situs web aktif dengan 165 domain yang terindeks Google. Namun, terdapat sekitar 40-an domain yang sudah tidak aktif dan akan segera ditata ulang melalui sistem multisite di tingkat fakultas agar lebih efisien.

Perwakilan Tim ICT Undana, Yosua Albert Sir, S.T., M.Cs., menambahkan bahwa standar kualitas konten kini ditargetkan minimal empat publikasi per bulan untuk setiap unit. Untuk mendukung hal ini, universitas siap memfasilitasi kebutuhan perangkat keras bagi unit yang belum memadai, termasuk penggunaan PC mini sesuai standar teknis.
“Partisipasi seluruh sivitas akademika sangat krusial. Kontribusi konten yang konsisten bukan hanya soal publikasi, tetapi soal memperkuat citra dan kepercayaan publik terhadap Undana sebagai institusi berstandar nasional dan internasional,” pungkas Prof. Annytha. (Ref)
