(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana-Kementerian ESDM Jalin Kemitraan Strategis untuk Kembangkan Energi Terbarukan di NTT

JAKARTA – Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk pengembangan energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. Kemitraan ini berfokus pada pemanfaatan potensi besar panas bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penandatanganan dokumen dilaksanakan di Jakarta pada Rabu, 17 September 2025. Acara ini merupakan bagian dari The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025 yang turut dihadiri oleh Menteri ESDM, menunjukkan makna pentingnya kolaborasi ini di tingkat nasional.

MoU ditandatangani oleh Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., dan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi. Sementara itu, PKS ditandatangani oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana, Prof. Philiphi de Rozari., S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., bersama Direktur Panas Bumi, Gigih Udi Atmo, S.T., M.EPM., Ph.D.

Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Kolaborasi ini dianggap penting karena akan berfokus pada isu-isu krusial yang relevan dengan tantangan pembangunan, terutama di NTT yang dikenal memiliki potensi panas bumi terbesar di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, Undana dan Kementerian ESDM akan berkolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mendukung penyiapan kurikulum, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), dan mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten di industri energi baru, terbarukan, dan konservasi energi.

Ruang lingkup kerja sama yang diatur dalam PKS antara FST bersama Dirjen Panas Bumi,mencakup beberapa poin antara lain dukungan pengembangan pendidikan panas bumi melalui pembentukan Program Studi Geologi atau Program Studi Kekhususan Panas Bumi. Selain itu, akan dilakukan kajian bersama untuk pengembangan panas bumi di Pulau Flores, Pulau Lembata, dan Pulau Alor guna mendukung target bauran energi nasional. Kerja sama selama lima tahun ini, juga akan meliputi penyelenggaraan kuliah umum, pelatihan dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, termasuk edukasi dan pendampingan bagi mahasiswa KKN.

Menurut Prof. Philiphi de Rozari, Dekan FST Undana, kemitraan ini akan mendorong fakultasnya menjadi pusat inovasi dalam energi berkelanjutan. “Apa yang kami lakukan hari ini, sejalan dengan komitmen Undana untuk berkontribusi pada pembangunan daerah dan nasional,” ujarnya. Sementara itu, Gigih Udi Atmo, Direktur Panas Bumi, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari sinergi pentahelix antara pemerintah, akademisi, badan usaha, masyarakat, dan media.

Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam upaya Undana untuk berkontribusi pada pembangunan daerah dan nasional melalui pemanfaatan energi terbarukan. Kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat riset kolaboratif, memperluas jaringan akademik, dan meningkatkan kualitas pendidikan di kedua institusi. (Ing)

Comments are closed.
Archives