(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana Talk Episode 1 : Peneliti Undana Bedah Potensi ‘Premium’ Domba Rote, Aset Strategis NTT yang Terancam Inbreeding

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui platform digital “Undana Talk” membedah urgensi penyelamatan Domba Rote (DORET) sebagai salah satu kekayaan genetik asli Nusa Tenggara Timur yang memiliki kualitas daging premium. Dalam diskusi kolaboratif bersama Pos Kupang tersebut, ilmuwan Undana memperingatkan adanya ancaman serius berupa penurunan kualitas genetik akibat perkawinan sedarah (inbreeding) yang tidak terkendali.

Program Podcast kolaboratif ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi informasi riset dan kegiatan pengabdian masyarakat Undana, agar hasil laboratorium dapat langsung diakses oleh masyarakat dan menjadi rujukan kebijakan bagi pemerintah daerah. Podcast yang dikemas dalam bentuk Live Streaming Youtube ini merupakan kolaborasi Sub Unit Humas-Biro Perencanaan dan Kerja Sama (BPKS) Undana dengan Pos Kupang Tribunnews, yang telah berjalan sejak tahun 2024.

DORET: Warisan Sejarah dengan Ketahanan Luar Biasa

Narasumber utama, Dr. Ir. Marthen Mullik, M.Sc., peneliti dari Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Undana, mengungkapkan bahwa Domba Rote adalah aset unik yang telah beradaptasi di lahan kering sejak abad ke-16. Berdasarkan riset kolaboratif tahun 2025 bersama pakar genetika IPB University, Prof. Asep Gunawan, ditemukan fakta bahwa 75 persen populasi DORET masuk dalam kategori kualitas premium.

“DORET memiliki ketahanan panas yang luar biasa dan mampu produktif di lingkungan ekstrem. Ini adalah komoditas unggulan yang sangat menjanjikan untuk pasar daging nasional jika dikelola dengan standar modern,” ujar Dr. Marthen.

Lima Tantangan Kritis: Dari Genetik hingga Malnutrisi

Meski menyandang status premium, Dr. Marthen memberikan peringatan keras terkait lima permasalahan kunci yang menghambat pengembangan DORET:

  1. Penurunan Kualitas Genetik: Gejala inbreeding yang kronis karena populasi ternak yang terisolasi.
  2. Krisis Nutrisi: Ketergantungan penuh pada alam tanpa adanya cadangan pakan saat musim kemarau.
  3. Manajemen Tradisional: Rendahnya inovasi teknologi pemeliharaan di tingkat peternak.
  4. Masalah Kesehatan: Risiko tinggi infeksi penyakit yang memicu angka kematian ternak.
  5. Hilirisasi Lemah: Belum adanya sistem pemasaran terintegrasi dan pengolahan produk turunan.

Hilirisasi Riset Menuju Kemandirian Desa

Hadirnya ulasan riset dalam program Undana Talk bertujuan mendorong sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang telah menetapkan DORET sebagai komoditas unggulan daerah. Kehadiran Hermanus Haning, S.Pt., Kadis Peternakan Kabupaten Rote Ndao secara daring melalui platform zoom, turut menegaskan langkah Pemda Rote Ndao dan Undana, yang selaras dengan visi One Village One Product (OVOP) Pemerintah Provinsi NTT untuk menciptakan kemandirian ekonomi desa.

“Kami sedang menyusun buku bertajuk ‘Domba Rote: Bangsa Domba Tahan Panas’ sebagai panduan intervensi konkret. Kami ingin peternak di pelosok NTT mendapatkan edukasi digital agar riset kami bertransformasi menjadi kesejahteraan nyata,” tambah Dr. Marthen.

Melalui edukasi digital dan pendampingan berkelanjutan, Undana berkomitmen memastikan Domba Rote tetap menjadi identitas sekaligus penggerak ekonomi yang unggul bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. (Ing)

Comments are closed.
Archives