(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Part 2 : LPDP Gandeng Belanda dan NUS dalam Skema Beasiswa Co-Funding 2026

JAKARTA – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terus memperkuat ekosistem pendidikan tinggi nasional melalui perluasan akses internasional. Melalui skema beasiswa co-funding (pendanaan bersama), LPDP menjalin kolaborasi strategis dengan mitra global ternama, termasuk Pemerintah Belanda dan National University of Singapore (NUS).

Kebijakan ini dipaparkan dalam Webinar Sosialisasi Beasiswa LPDP Co-Funding yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube LPDP RI, Senin (26/1/2026). Skema ini merupakan bagian dari transformasi LPDP untuk menciptakan efisiensi anggaran sekaligus meningkatkan kuota penerima beasiswa melalui pembagian beban biaya bersama universitas mitra.

Strategi Optimalisasi Dana Abadi

Kepala Divisi Pengembangan dan Kerja Sama Beasiswa LPDP, Agam Bayu Suryanto, menjelaskan bahwa pendekatan co-funding memungkinkan dana abadi pendidikan terserap secara lebih optimal. Dengan adanya dukungan dana dari mitra internasional, LPDP dapat mengirimkan lebih banyak talenta terbaik bangsa ke universitas top dunia.

“Skema co-funding bukan sekadar efisiensi, tetapi cara kami membangun kemitraan yang setara dengan institusi global. Pendaftar juga memiliki peluang mengikuti skema bundling, di mana mereka dapat mendaftar beasiswa kemitraan sekaligus program strategis lain seperti STEM atau SHARE secara simultan,” ujar Agam.

Tiga Program Unggulan Kemitraan 2026

Dalam sosialisasi tersebut, LPDP mengumumkan tiga program utama yang saat ini telah dibuka untuk putra-putri terbaik Indonesia:

  1. Beasiswa Kemitraan Belanda (Magister): Fokus pada sektor ketahanan pangan, maritim, dan energi. Terbuka bagi publik maupun aparatur negara (PNS/TNI/Polri) dengan standar kemampuan bahasa Inggris yang kompetitif.
  2. Beasiswa NUS Business School: Dirancang untuk mencetak pemimpin bisnis kelas dunia. Program ini memberikan batas usia yang fleksibel, terutama bagi PNS fungsional (hingga 42 tahun), dengan tenggat pendaftaran 15 Februari 2026.
  3. Beasiswa NUS – Master in Venture Creation (MSVC): Fokus pada pengembangan kewirausahaan dan inovasi bisnis. Uniknya, program ini dikhususkan bagi masyarakat umum (non-ASN) yang memiliki rencana bisnis (business plan) konkret. Pendaftaran dibuka hingga 23 Februari 2026.

Mekanisme Seleksi yang Terintegrasi

Pendaftar yang telah memiliki surat penerimaan tanpa syarat (Letter of Acceptance/LoA) dari perguruan tinggi mitra akan mendapatkan jalur cepat langsung ke tahap wawancara. Sementara bagi yang belum memiliki LoA, wajib melewati seleksi bakat skolastik sebelum diajukan ke universitas tujuan.

Keunggulan skema ini adalah sistem perlindungan bagi pendaftar. Jika peserta lolos seleksi LPDP namun gagal mendapatkan LoA dari mitra co-funding, mereka tetap memiliki kesempatan untuk dialihkan ke program beasiswa strategis lainnya, sehingga peluang studi tetap terjaga.

Melalui kolaborasi lintas negara ini, LPDP optimis dapat mempercepat lahirnya teknokrat dan akademisi unggul yang siap membawa perspektif global untuk kemajuan pembangunan nasional Indonesia. (Iyl)

Comments are closed.
Archives