KUPANG – Satuan Pengawasan Internal (SPI) Universitas Nusa Cendana (Undana) mengukuhkan posisinya sebagai unit kerja yang akuntabel dengan meraih sertifikasi internasional ISO 31000:2018 Manajemen Risiko. Capaian ini menandai lonjakan tingkat kematangan (maturity level) manajemen risiko SPI dari level 3 ke Level 4 (Managed).
Sertifikasi ini diberikan oleh lembaga audit independen, PT Nofecert Mutu Sertifikasi, setelah melalui evaluasi ketat terhadap dokumen pedoman, proses implementasi, hingga mekanisme perbaikan berkelanjutan yang dijalankan oleh SPI Undana.
Fokus pada Reputasi dan Mitigasi Strategis
Ketua SPI Undana, Ir. Yohanis Umbu Laiya Sobang, M.Si., menjelaskan bahwa ISO 31000:2018 memiliki karakteristik berbeda dari ISO 9001:2015 yang berfokus pada mutu. Standar ini secara khusus menitikberatkan pada kemampuan organisasi dalam mengelola risiko, termasuk menjaga tata kelola administratif, keuangan, dan reputasi institusi.

“Peningkatan ke Level 4 menunjukkan bahwa sistem manajemen risiko kita sudah matang. Kami tidak sekadar mengejar sertifikat, tetapi memastikan bahwa setiap potensi hambatan terhadap target kinerja unit telah dipetakan dan disiapkan mitigasinya secara profesional,” ujar Umbu Sobang saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/1/2026).
Target Sertifikasi Menyeluruh dalam Tiga Tahun
Keberhasilan SPI ini diproyeksikan menjadi lokomotif bagi unit kerja lain di lingkungan Undana. Sejak tahun lalu, SPI telah aktif mendampingi berbagai unit untuk menyusun peta risiko yang menurunkan potensi hambatan dari target kinerja masing-masing.
Umbu Sobang menargetkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, sertifikasi ISO 31000:2018 ini dapat diterapkan secara menyeluruh di tingkat universitas. Saat ini, sebagian besar unit di Undana telah memiliki daftar risiko yang diperbarui secara berkala sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Konsistensi melalui Mekanisme ‘Surveillance’
Untuk menjaga standar tersebut, SPI Undana akan mengikuti mekanisme surveillance atau pengawasan tahunan. Proses ini memastikan bahwa implementasi manajemen risiko dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar seremoni formalitas.

Pencapaian ini membawa signifikansi besar bagi ekosistem Undana:
- Kepastian Strategis: Meminimalisir kegagalan program melalui analisis risiko yang tajam.
- Kepercayaan Publik: Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pendidikan tinggi.
- Standar Global: Menempatkan Undana sejajar dengan institusi internasional dalam hal pengawasan internal yang proaktif.
Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif tim SPI dalam mendukung visi Rektorat untuk mewujudkan Good University Governance (GUG) serta merespons arahan pemerintah mengenai penguatan reformasi birokrasi di perguruan tinggi negeri. (Ref)
