JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi mengumumkan pembukaan pendaftaran Beasiswa Kunjungan Studi (Study Visits) ke Hungaria untuk tahun akademik 2026–2027. Program ini merupakan buah kerja sama bilateral antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hungaria guna memperkuat kapasitas riset dan jejaring akademik internasional.
Informasi ini disampaikan kepada seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN), termasuk Universitas Nusa Cendana (Undana), melalui surat resmi nomor 2971/D1/HM.01.00/2025. Beasiswa yang dikelola oleh Tempus Public Foundation ini menawarkan skema pendanaan penuh (fully funded) bagi akademisi terpilih untuk melaksanakan kegiatan riset di berbagai institusi pendidikan tinggi unggulan di Hungaria.
Mendorong Kapasitas Riset Nasional
Program ini menyasar para dosen, peneliti, dan mahasiswa doktoral yang ingin melakukan pertukaran pengetahuan dan pengembangan keilmuan di tingkat global. Skema ini dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan durasi kunjungan:



- Kunjungan Jangka Pendek: Berlangsung selama 3 hingga 29 hari.
- Kunjungan Jangka Panjang: Berlangsung selama 1 hingga 6 bulan.
Pelamar dapat mendaftar melalui dua jalur, yakni jalur pencalonan resmi (nominated) oleh kementerian terkait atau jalur mandiri (individual). Bagi mahasiswa doktoral, program ini juga memungkinkan untuk pengambilan studi parsial selama satu hingga dua semester.
Cakupan Beasiswa dan Persyaratan
Pemerintah Hungaria menanggung seluruh komponen biaya program, meliputi transportasi internasional, akomodasi, serta biaya hidup selama masa kunjungan. Persyaratan minimal bagi pelamar adalah memiliki kualifikasi pendidikan Magister (S2) untuk kategori pascasarjana atau Doktor (S3) untuk tingkat pascadoktoral, tanpa adanya batasan usia.
Pendaftaran dilakukan secara terintegrasi melalui sistem daring pada laman resmi https://scholarship.hu. Setiap pelamar diwajibkan membuat akun dan mengunggah berkas pendukung seperti curriculum vitae serta proposal rencana riset.

Batas akhir pengajuan aplikasi dan nominasi dari universitas ditetapkan pada 19 Februari 2026. Menanggapi peluang ini, Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si., telah menginstruksikan para Dekan dan Direktur Pascasarjana di lingkungan Undana untuk segera menindaklanjuti dan mensosialisasikan peluang strategis ini kepada para dosen dan peneliti.
Melalui sinergi internasional ini, diharapkan para akademisi Indonesia dapat membawa pulang pengalaman riset berstandar global yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sains dan teknologi di tanah air. (IyL)
