KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) menjajaki kemitraan strategis berbasis Business-to-Business (B2B) dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Cabang Kupang. Kolaborasi ini dirancang untuk menyasar penguatan literasi finansial mahasiswa serta perlindungan aset Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan kampus.
Rencana kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi antara Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., dengan Pimpinan Cabang Jasindo Kupang, Jerry Samuel Simamora, di Ruang Kerja Rektor, Kupang.

Edukasi Kewirausahaan dan Literasi Asuransi
Pimpinan Cabang Jasindo Kupang, Jerry Samuel Simamora, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya memprioritaskan kemitraan dengan sektor pendidikan tinggi. Jasindo menawarkan program edukasi mengenai sistem sales and agency yang dapat menjadi bekal kewirausahaan bagi mahasiswa.

“Kami ingin membekali mahasiswa dengan wawasan finansial praktis. Pola edukasi mengenai sistem keagenan ini telah sukses diterapkan di beberapa universitas lain dan kami berharap mahasiswa Undana juga bisa mendapatkan manfaat serupa,” jelas Jerry.
Integrasi Tridarma dan Pengalaman Industri
Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menyambut positif inisiatif tersebut. Namun, ia menekankan agar setiap program yang masuk ke universitas harus selaras dengan prinsip Tridarma Perguruan Tinggi dan mampu memberikan pengalaman industri nyata bagi mahasiswa.
“Kami mendukung penuh aktivitas mahasiswa yang relevan dengan dunia industri. Kerja sama ini harus memungkinkan mahasiswa untuk turun langsung bersama Jasindo guna memperkaya wawasan lapangan mereka,” tegas Prof. Jefri.

Proteksi Aset Kampus dan Kesehatan Mahasiswa
Selain pengembangan SDM, pertemuan tersebut juga membahas aspek pengamanan aset institusi. Jasindo menawarkan skema perlindungan terhadap Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola Undana, serta peluang proteksi kesehatan bagi seluruh sivitas akademika, khususnya mahasiswa.
Menanggapi hal itu, Prof. Jefri menyatakan bahwa Undana senantiasa terbuka terhadap jasa pihak ketiga untuk mengoptimalkan pengelolaan kampus. Ia menggarisbawahi bahwa relasi ini harus dibangun dalam posisi setara agar memberikan nilai tambah yang nyata bagi kedua belah pihak.


Sebagai tindak lanjut, Rektor meminta pihak Jasindo segera menyampaikan poin-poin kemitraan secara tertulis melalui surat resmi sebagai dasar penyusunan perjanjian kerja sama. Melalui sinergi ini, Undana dan Jasindo diharapkan dapat mewujudkan kolaborasi profesional yang saling menguntungkan dalam jangka panjang, baik dari sisi akademis maupun perlindungan risiko institusional. (Audc)
