KUPANG – Pasca meraih akreditasi “Unggul”, Universitas Nusa Cendana (Undana) semakin memperkuat ekosistem internasionalisasi kampus. Dalam audiensi strategis bersama Direktorat Pembangunan Internasional Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Kamis (12/2/2026), Undana menyatakan kesiapannya untuk menjadi perguruan tinggi mitra dalam skema beasiswa prestisius The Indonesian AID Scholarship (TIAS).
Langkah proaktif ini bertujuan untuk menjadikan Undana sebagai pusat pendidikan unggulan bagi mahasiswa asing, dengan fokus utama pada negara tetangga seperti Timor Leste dan Filipina.


Akses Beasiswa Pasca Akreditasi Unggul
Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., mengungkapkan bahwa status akreditasi Unggul yang baru diraih menjadi kunci pembuka akses administratif bagi Undana untuk terlibat dalam program beasiswa luar negeri. Selama ini, Undana telah menjadi rujukan utama bagi mahasiswa asal Timor Leste, dan kehadiran skema TIAS diharapkan dapat meningkatkan minat tersebut secara signifikan.

“Kami sangat siap memenuhi kualifikasi dokumen yang diminta. Undana sudah memiliki Kantor Urusan Internasional (International Relation Office), kesiapan kelas internasional, hingga pusat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang mumpuni,” tegas Prof. Annytha.
Peluang Rekrutmen di Filipina dan ASEAN
Direktur Pembangunan Internasional Kemenlu RI, Rina Setyawati, memberikan apresiasi tinggi atas kesiapan Undana. Ia melihat letak geografis Undana sangat strategis untuk menyasar mahasiswa dari Filipina karena adanya kemiripan budaya dan kedekatan wilayah.

“Kemenlu siap memfasilitasi komunikasi dengan KBRI Manila untuk menjajaki peluang rekrutmen mahasiswa asal Filipina. Kami juga akan membantu menghubungkan Undana dengan pihak kementerian terkait guna memastikan proses seleksi universitas mitra berjalan lancar,” ujar Rina.
Beasiswa Komprehensif untuk Mahasiswa Dunia
Sebagai informasi, beasiswa TIAS merupakan program bantuan pendidikan yang didanai melalui Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI). Komponen beasiswa ini sangat lengkap, mencakup biaya pendidikan (tuition fee), biaya hidup, hingga pelatihan bahasa dan budaya selama satu tahun bagi penerimanya.

Sinergi strategis ini tidak hanya berdampak pada peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas, tetapi juga mempertegas posisi Undana sebagai pusat pendidikan berkualitas yang inklusif dan kompetitif di kancah global. Melalui kemitraan ini, Undana membuktikan kehadirannya yang berdampak luas, tidak hanya bagi NTT, tetapi juga bagi diplomasi pendidikan Indonesia di kawasan Asia Tenggara. (Audc)
