KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus membuktikan langkah nyatanya dalam mencetak generasi pendidik berwawasan global. Melalui program Southeast Asian Teacher Project (SEA-Teacher), Undana resmi mendelegasikan 12 mahasiswa terbaiknya untuk menjalani praktik mengajar internasional di berbagai universitas terkemuka di Filipina sepanjang tahun 2026.
Sebagai bagian dari persiapan, Kantor Urusan Internasional atau International Relations Office (IRO) Undana menggelar rangkaian pembekalan intensif sejak 12 Februari guna memantapkan kapasitas akademik dan adaptasi kultural para duta kampus tersebut sebelum keberangkatan perdana pada 27 Februari mendatang.


Representasi NTT di Panggung Asia Tenggara
Keduabelas mahasiswa tersebut akan ditempatkan di tiga institusi mitra strategis di Filipina:
- Don Mariano Marcos Memorial State University (DMMMSU): Menempatkan 4 mahasiswa untuk praktik belajar dan pertukaran budaya pada Maret 2026.
- Saint Louis College (SLC): Menempatkan 4 mahasiswa untuk fokus pada metode pembelajaran inovatif pada Maret 2026.
- Panpacific University (PanpacificU): Menempatkan 4 mahasiswa untuk program intensif yang dijadwalkan pada Juli 2026.
Pembekalan Komprehensif: Dari “Micro Teaching” hingga Etika Global
Guna memastikan kualitas pengajaran yang standar, para mahasiswa dibekali dengan materi Micro Teaching dan strategi mengajar yang dibimbing langsung oleh pakar pendidikan bahasa Inggris, Dewi Bili Bora, S.Pd., M.Hum.
Selain aspek teknis pedagogi, para peserta juga menerima materi krusial mengenai etika, adaptasi budaya, serta perlindungan gender dan anak yang disampaikan oleh Dr. Juliana S. Ndolu, S.H., M.Hum dari Fakultas Hukum. Pembekalan ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya unggul di kelas, tetapi juga mampu menjaga integritas dan sikap profesional sebagai mahasiswa internasional.


Menuju Pengakuan Global
Program SEA-Teacher, yang berada di bawah naungan SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization), merupakan wadah strategis bagi calon guru untuk mendapatkan pengalaman lintas budaya dan meningkatkan kompetensi profesional.
“Keberangkatan keduabelas mahasiswa ini bukan sekadar mobilitas akademik. Mereka adalah representasi Undana dan membawa identitas kultural NTT ke kelas internasional. Ini adalah langkah konkret menuju visi internasionalisasi kampus,” ungkap Kepala IRO Undana Santri E. P Djahimo, S.Pd., M.App.Ling., Ph.D., Post Grad.Dip.

Melalui program ini, Undana optimis dapat melahirkan lulusan pendidikan yang adaptif terhadap tantangan global serta siap berkontribusi pada kemajuan sistem pendidikan, baik di tingkat lokal maupun internasional. (Ref)
