KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) mempertegas perannya sebagai mitra strategis pembangunan daerah dengan menyatakan kesiapan untuk melakukan pendampingan teknis reaktivasi Akademi Komunitas Negeri Teknologi Garam Nagekeo. Langkah ini merupakan respons atas vakumnya aktivitas akademik pada Program Studi Teknik Kimia Industri di institusi tersebut sejak tahun 2022.
Komitmen ini mengemuka dalam audiensi antara Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, S.H., dan Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., di Ruang Kerja Rektor, Kamis (5/2/2026).

Dukungan SDM dan Kurikulum Berbasis Kimia
Prof. Jefri Bale menegaskan bahwa Undana memiliki rumpun keilmuan yang relevan, khususnya melalui Program Studi Ilmu Kimia dan Pendidikan Kimia, untuk menyokong proses pembelajaran di Akademi Garam Nagekeo. Selain dukungan kurikulum, Undana berkomitmen menyiapkan tenaga pengajar kompeten guna mengawal standar mutu akademik.
Namun, Rektor menggarisbawahi bahwa aspek legalitas adalah kunci utama. Beliau mendorong agar skema kerja sama ini dilakukan melalui jalur penugasan resmi dari kementerian agar seluruh proses pelaporan di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) tidak menemui kendala di masa depan.


“Pada prinsipnya, Undana sangat siap mendukung. Namun, kita perlu mendorong adanya penugasan resmi dari kementerian agar memiliki dasar hukum yang kuat. Hal ini penting agar aktivitas pendidikan dan kelulusan mahasiswa nantinya diakui serta direkognisi secara nasional,” ungkap Prof. Jefri.
Optimalisasi Aset Lahan 10 Hektar
Bupati Nagekeo, berharap besar agar sarana dan prasarana yang telah disiapkan pemerintah daerah tidak menjadi mubazir. Pemkab Nagekeo telah menyediakan lahan seluas 10 hektar beserta peralatan laboratorium yang siap digunakan untuk praktik mahasiswa.
“Kami ingin fasilitas yang sudah ada di Nagekeo dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan pendidikan masyarakat. Kami datang meminta petunjuk teknis agar setiap hambatan, baik hukum maupun administrasi dalam reaktivasi ini, dapat kita buka jalan keluarnya bersama,” tutur Bupati Simplisius.

Langkah Konkret dan Koordinasi Teknis
Sebagai tindak lanjut, Prof. Jefri menyarankan adanya peninjauan ulang terhadap status izin operasional program studi di sistem pendidikan tinggi. Undana akan memberikan pendampingan teknis mendalam melalui koordinasi dengan Wakil Rektor Bidang Akademik guna menyinkronkan administrasi dan kurikulum sesuai standar nasional.

Sinergi antara Undana dan Pemkab Nagekeo ini diharapkan mampu menghidupkan kembali pusat pendidikan vokasi garam pertama di NTT tersebut, sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu mengelola kekayaan laut Nagekeo menjadi produk industri berkualitas. (Audc)
