(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana Tingkatkan Profesionalisme Tendik Lewat Pelatihan Soft Skill

KUPANG – Program Pasca Sarjana (PPS) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar pelatihan kompetensi untuk tenaga kependidikan (tendik) sebagai upaya meningkatkan profesionalisme di era digital. Pelatihan ini menghadirkan dua materi utama: public speaking dan strategi membangun sumber daya manusia unggul di era kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI). Kegiatan interaktif ini diadakan di Lantai 3 Pascasarjana Undana, Rabu (3/9/2025).

Direktur Program Pascasarjana Undana, Prof. Drs. Feliks Tans, M.Ed, Ph.D, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya untuk menambah wawasan, tetapi juga sebagai wadah untuk berbagi ide demi kemajuan kampus. “Semoga kegiatan ini berguna, tidak hanya untuk pribadi peserta, tetapi juga untuk Undana agar semakin bersinar,” ujarnya.

Dalam sesi pertama, Dr. Dias Pora Tualaka, S.Pd., M.Hum, menekankan pentingnya komunikasi sebagai cerminan profesionalisme. Menurutnya, pelayanan prima hanya dapat diwujudkan dengan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Ia menambahkan, public speaking tidak sebatas berbicara di panggung, tetapi juga keterampilan sehari-hari, seperti berdiskusi maupun berinteraksi dengan mahasiswa.

Peserta kemudian diajak langsung mempraktikkan teknik dasar public speaking, mulai dari artikulasi, intonasi, hingga penggunaan bahasa tubuh yang tepat. Latihan ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memberi pengalaman nyata dalam mengaplikasikan teknik yang dipelajari. Suasana menjadi lebih interaktif saat peserta saling memberikan masukan dan apresiasi.

Selain keterampilan berbicara, Dr. Dias juga menekankan pentingnya soft skill sebagai kunci kolaborasi. Hal ini mencakup mendengarkan aktif, empati, etika kerja, integritas, kerja sama tim, hingga kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Konsep kepemimpinan pelayanan (servant leadership) juga diperkenalkan, mengajak para tendik agar mampu melayani dengan visi dan memberdayakan kolega.

Materi kedua dibawakan oleh Deford Nasareno Lakapu, S.Sos, MM, dengan topik “Membangun Human Capital Unggul: Strategi Manajemen Risiko di Era AI”. Ia menjelaskan bagaimana AI bisa mempercepat kinerja sekaligus menimbulkan risiko baru yang perlu diantisipasi, terutama terkait data, etika, dan SDM.

Deford mengajak peserta memahami konsep sumber daya manusia unggul yang mencakup kompetensi digital, adaptif, inovatif, dan berintegritas. Pola pikir yang dibangun adalah human-centered AI, di mana teknologi digunakan untuk memperkuat peran manusia, bukan menggantikannya.

Salah satu peserta pelatihan, Martha Here, S.AB mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan tidak hanya memberi wawasan baru, tetapi juga pengalaman langsung melalui praktik public speaking yang sangat bermanfaat. “Pelatihan ini membuat kami lebih percaya diri dan membuka wawasan tentang pentingnya komunikasi serta adaptasi teknologi,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar tendik semakin profesional. Pengalaman praktik public speaking membuat peserta merasa lebih siap dan percaya diri dalam berkomunikasi di berbagai situasi.

Dengan adanya pelatihan ini, Undana menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tenaga kependidikan yang profesional, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk tantangan di era kecerdasan buatan. Upaya ini diharapkan dapat mewujudkan pelayanan akademik yang prima dan memperkuat Undana sebagai institusi pendidikan yang unggul. (Iyl)

Comments are closed.
Archives