(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Sambut KKN Undana, Pemda Sumba Timur Siap Berkolaborasi untuk Perubahan

WAINGAPU – Kedatangan ratusan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Cendana (Undana) di Kabupaten Sumba Timur disambut antusias oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Tiba di Pelabuhan Waingapu pada Sabtu (5/7) sekitar pukul 23.00 WITA, para mahasiswa langsung dijemput oleh perwakilan kelurahan dan desa tempat mereka ditugaskan. Mereka kemudian diarahkan ke rumah warga atau penginapan yang telah disiapkan, menjamin keamanan dan kenyamanan selama masa pengabdian.

Di 12 kelurahan dan desa penempatan, kehadiran mahasiswa KKN Undana disambut dengan penuh harapan. Para kepala desa dan lurah berharap mahasiswa dapat membawa ide, informasi, pengetahuan, dan semangat baru untuk mengembangkan potensi wilayah. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi Positif di Berbagai Sektor

Salah satu contoh kolaborasi yang sudah terjalin adalah di Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera. Sejak hari pertama penempatan, Senin (7/7), para mahasiswa sudah dilibatkan dalam kegiatan apel pagi. Ketua Kelompok KKN Kelurahan Lambanapu, Bernard Kabukut Radamuri Renggi, mengungkapkan kesan positif saat diwawancarai pada tanggal (9/7/2025). “Awalnya kami masih ragu-ragu saat diminta bergabung dalam apel, tetapi dengan bantuan arahan Ibu Lurah kami akhirnya beranikan diri, dan semua berjalan lancar” ujar Bernard, yang bersama tujuh rekannya—enam di antaranya perempuan—bertugas di kelurahan tersebut.

Bernard juga menceritakan sambutan hangat dari masyarakat. “Kesan masyarakat sangat baik. Saat kami berkunjung, mereka sambut dan menerima kami dengan sangat-sangat baik. Tidak ada yang menghindar,” tambahnya. Dalam tiga hari pertama, kelompok Bernard berhasil mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian, yaitu penyuluhan, ketersediaan benih, dan cara pengolahannya.

Lurah Lambanapu, Naomi Takandunu, memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran mahasiswa KKN Undana. Ia menilai mahasiswa menunjukkan sikap yang baik, mudah diajak kerja sama, dan responsif. “Tiga hari pertama sudah bagus. Dari akhlak baik. Mereka bisa diajak kerja sama. Ketika saya telepon mereka responsif,” kata Lurah Naomi. Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa KKN ini proaktif dalam membahas program kerja sejak pertemuan pertama.

Kelurahan Lambanapu merasa beruntung karena menerima mahasiswa dengan latar belakang ilmu yang beragam, mulai dari matematika murni, kimia murni, psikologi, administrasi bisnis, hukum, kesehatan masyarakat, hingga teknik sipil. Lurah Naomi berharap keberagaman ilmu ini dapat diterapkan dalam kolaborasi program ke depan, seperti pembangunan rabat jalan, taman, penanganan stunting, dan pemberdayaan pekarangan rumah tangga melalui Posyandu.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Plt. Lurah Malumbi, Elias Retang Wahangara. Ia berharap mahasiswa KKN dapat membawa “harapan baru, semangat baru, dan menjadi agen perubahan” serta mampu memberikan solusi bagi persoalan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan di kelurahannya.

Sementara itu, Kepala Desa Kuta, Ngiru Talumeha, mengucapkan terima kasih atas penempatan mahasiswa KKN di desanya. Ia berharap kedekatan lokasi mahasiswa dengan objek wisata desa dapat membantu mempromosikan potensi wisata. Ngiru juga sangat antusias dengan kehadiran mahasiswa hukum yang diharapkan dapat membantu menyusun peraturan desa tentang larangan penambangan pasir dan penertiban ternak.

Dari Desa Hambapraing, Kepala Desa Retang Pekuali juga mengungkapkan kerinduannya akan kehadiran mahasiswa KKN Undana. Dengan indeks pendidikan desa yang rendah dan potensi pertanian (kacang tanah, sorgum) serta peternakan dan perikanan yang belum optimal, ia berharap mahasiswa dapat menjadi contoh pentingnya pendidikan dan membantu memaksimalkan potensi desa. Desa Hambapraing bahkan berkomitmen untuk menjalin kerja sama jangka panjang dengan Undana agar desanya selalu menjadi lokasi KKN.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Undana di Sumba Timur, Ir. Dominggus Benyamin Osa, MP, menjelaskan bahwa program KKN ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat, mengenal karakter, dan potensi daerah Sumba. Pada tahap awal, mahasiswa akan melakukan survei untuk mengidentifikasi potensi, permasalahan, dan kebutuhan masyarakat, serta memperkuat kelembagaan desa.

Hasil survei tersebut akan dirangkum dan dibahas dalam rembuk warga bersama pemerintah desa untuk menentukan skala prioritas program yang akan dilaksanakan selama dua bulan. Dominggus berharap program kerja KKN ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Sumba Timur. Jika ada program mendesak yang belum tuntas, ia berharap pemerintah desa, Undana, dan perangkat daerah dapat menindaklanjutinya, sejalan dengan nota kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pembentukan desa binaan.(Ing)

Comments are closed.
Archives