(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Jaga Kedaulatan Air di Perbatasan: Riset Undana Jadi Rujukan Kebijakan RI-RDTL

KUPANG – Tim Peneliti Universitas Nusa Cendana (Undana) secara resmi menyerahkan laporan hasil riset Transboundary Diagnostic Analysis (TDA) Daerah Aliran Sungai (DAS) Perbatasan antara Republik Indonesia (RI) dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) kepada Rektor Undana, Senin (2/2/2026). Riset lintas negara ini menjadi dokumen ilmiah krusial dalam memitigasi isu lingkungan dan kedaulatan air di wilayah tapal batas.

Penelitian kolaboratif yang telah berjalan sejak 2008 ini memotret kondisi aktual sumber daya air yang berdampak langsung pada hubungan diplomatik serta kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

Hilangnya Tapal Batas Akibat Dinamika Irigasi

Dekan Fakultas Pertanian Undana sekaligus peneliti senior DAS Perbatasan, Dr. Ir. Muhammad S. M. Nur, M.Si., memaparkan temuan mengejutkan mengenai pergeseran fisik di lapangan. Dinamika sistem irigasi di daerah perbatasan disinyalir memicu hilangnya tanda-tanda tapal batas antarnegara, yang jika tidak dikelola dengan baik, dapat memicu konflik kewilayahan.

“Masalah ketersediaan air untuk kebutuhan harian dan irigasi di perbatasan sangat mendesak. Temuan kami menunjukkan adanya perubahan lanskap akibat aliran air yang memengaruhi batas fisik kedua negara. Inilah pentingnya TDA sebagai rujukan kebijakan pengelolaan DAS berkelanjutan,” ujar Dr. Muhammad.

Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat

Selain isu lingkungan, riset ini menyoroti ketergantungan masyarakat NTT di wilayah DAS perbatasan terhadap sumber air lintas wilayah untuk ketahanan pangan. Kondisi geografis yang menantang menuntut adanya fokus khusus dari pemerintah dalam memberikan solusi teknis maupun kebijakan ekonomi di wilayah tersebut.

Tim peneliti yang telah menggarap riset ini secara mandiri selama belasan tahun kini tengah menyiapkan kunjungan lanjutan ke Timor Leste untuk sinkronisasi data final. Dukungan penuh dari pihak universitas sangat diharapkan guna menjamin kelancaran misi riset internasional ini.

Dukungan Strategis Menuju Konsorsium Tiga Negara

Merespons laporan tersebut, Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., yang didampingi oleh Kepala LP2M, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D. dan Prof. Ir. Herianus D. Lalel, M. Si., Ph. D, menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi kebutuhan riset kolaboratif ini. Ia memastikan Undana akan mengawal proses penelitian agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat perbatasan.

“Undana sangat mendukung penelitian bersama ini. Keterlibatan langsung peneliti kita memastikan pendekatan yang digunakan sesuai dengan ritme dan kebutuhan lokal di NTT,” tutur Prof. Jefri.

Ke depan, riset yang melibatkan mitra internasional seperti Charles Darwin University (Australia) dan Universidade Nacional Timor Lorosa’e ini diproyeksikan berujung pada pembentukan Konsorsium Tiga Negara (Indonesia, Timor Leste, dan Australia). Kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan jurnal ilmiah bereputasi serta rekomendasi kebijakan strategis bagi pemerintah RI dan RDTL dalam menjaga stabilitas dan kelestarian lingkungan di perbatasan. (FnT)

Comments are closed.
Arsip