KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mencetak generasi unggul dalam sesi kedua Wisuda Periode Ketiga Tahun 2025 yang digelar pada Senin, 1 September 2025. Prosesi ini mengukuhkan 1.032 lulusan baru, melengkapi total 2.063 wisudawan yang dilepas Undana pada periode ini.
Acara yang bertepatan dengan Dies Natalis ke-63 ini menjadi momen puncak bagi para wisudawan, terutama bagi mereka yang meraih predikat terbaik. Di antara ribuan lulusan, perhatian khusus diberikan kepada empat wisudawan terbaik dari jenjang sarjana yang berhasil mencatat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi.
Keempat wisudawan terbaik tersebut adalah: Aurelia Melania Sani, S.KM. dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dengan IPK 3,87, Elgandi Santikauru, S.P. dari Fakultas Pertanian dengan IPK 3,80, Carolina Devista Oktaviani, S.Pi. dari Fakultas Kelautan dan Perikanan dengan IPK 3,65 dan Kristi Februari Ratu Koro, S.A.B. dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan IPK 3,60.

Penghargaan khusus ini diserahkan langsung oleh Ketua Senat Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D, didampingi Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc. Suasana penuh kebanggaan menyelimuti auditorium saat nama-nama mereka disebut, menandai pencapaian istimewa yang menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika.
Dalam pidatonya, Rektor Undana menyampaikan bahwa kampus ini telah tumbuh bersama masyarakat NTT selama 63 tahun. Undana hadir tidak hanya sebagai tempat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai rumah besar bagi lahirnya gagasan dan inovasi. “Undana bukan hanya berfokus pada pengembangan ilmu, tetapi juga pada penguatan jati diri dan semangat pengabdian,” tegasnya.

Rektor juga berpesan kepada para lulusan untuk selalu menjunjung tinggi integritas dan semangat kolaborasi. “Jangan tanyakan apa yang bangsa berikan kepadamu, tetapi apa yang bisa kamu berikan untuk bangsa. Kalian adalah wajah Undana di luar kampus. Bawalah nama baik almamater dengan karya yang nyata,” pungkasnya.
Momen wisuda ini juga memiliki makna mendalam karena menjadi yang terakhir dalam masa jabatan Rektor Maxs Sanam. Ia menutup pidatonya dengan pesan penuh refleksi tentang estafet kepemimpinan, menekankan bahwa meskipun pemimpin akan berganti, semangat Undana untuk terus berkarya akan tetap abadi.
Dengan dikukuhkannya 1.032 wisudawan pada sesi kedua ini, Undana kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan terdepan di Nusa Tenggara Timur yang melahirkan generasi berilmu, berintegritas, dan siap mengabdi bagi bangsa. (Iyl)

