(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

SNPMB 2026 Diluncurkan: Persiapan Dimajukan, Peserta SNBP Wajib Tes Akademik

JAKARTA – Tim Pelaksana Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) meluncurkan informasi penyelenggaraan SNPMB 2026 lebih awal dari biasanya. Kebijakan ini ditetapkan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, pada Selasa (16/9/2025).

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi perubahan signifikan pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), yaitu kewajiban memiliki nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen. Kebijakan baru ini juga menjadi tindak lanjut dari evaluasi SNPMB 2025 yang menyisakan sejumlah masalah, seperti waktu sosialisasi yang terbatas dan kasus kecurangan.

“Perubahan ini bukan sekadar teknis, melainkan jawaban atas tantangan mutu pendidikan tinggi serta kebutuhan menyiapkan lulusan SMA/SMK yang unggul,” ujar Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok.

Menurut Eduart, TKA akan berfungsi sebagai validator nilai rapor yang kerap dipersoalkan. “Selama ini, kami mendapat keluhan terkait validasi nilai rapor. Karena itu, TKA penting untuk menjadi penguat,” jelasnya.

Dengan kebijakan ini, TKA akan dijadwalkan berlangsung pada November 2025, memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk mempersiapkan diri.

Rincian Jalur SNBP dan SNBT 2026

Kuota jalur SNBP 2026 tetap sama, yakni minimum 20 persen dari total daya tampung perguruan tinggi negeri (PTN). Pemilihan siswa tetap sepenuhnya ditentukan oleh sekolah berdasarkan ketentuan akreditasi. Sekolah dengan akreditasi A mendapat kuota 40 persen siswa terbaik, akreditasi B 25 persen, dan akreditasi C 5 persen. Sekolah dengan e-Rapor akan mendapat tambahan kuota 5 persen.

Selain nilai TKA, peserta juga wajib memenuhi ketentuan tambahan sesuai program studi yang dituju, misalnya portofolio bagi jurusan seni dan olahraga.

Sementara itu, jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tetap menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan materi Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi. Kuota jalur ini minimum 40 persen dari daya tampung PTN, dengan ketentuan pendaftar tidak boleh merupakan lulusan SNBP dari tahun 2024, 2025, atau 2026.

Eduart menegaskan, panitia telah menyiapkan waktu yang panjang untuk seluruh proses pendaftaran, sehingga tidak ada alasan bagi sekolah atau siswa untuk terlambat. “Januari, Februari, Maret, April. Empat bulan disediakan. Masa buat akun yang hanya butuh kurang dari satu jam tidak sempat?” tegasnya.

Untuk menghindari informasi palsu, peserta diminta hanya mengakses informasi dari kanal resmi SNPMB 2026. “Informasi yang benar hanya dari sini. Jangan percaya akun-akun liar yang menyebarkan hoaks dan bisa menyesatkan,” tutup Eduart. (Ref)

Comments are closed.
Arsip