(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Rektor Undana Pastikan Proses Ijazah Wisudawan Periode September Berjalan Optimal

KUPANG – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, memastikan bahwa ijazah 600 wisudawan yang belum diterima akan segera disalurkan. Penundaan ini terjadi karena server Penomoran Ijazah dan Sertifikat Profesi Nasional (PISN) Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) sedang dalam masa pemeliharaan.

Undana baru saja mengukuhkan total 2.063 wisudawan pada periode ketiga tahun 2025 yang digelar pada Senin, 1 September. Namun, sekitar 600 wisudawan tidak dapat langsung membawa pulang ijazah mereka.

Dalam konferensi pers, Rektor menjelaskan bahwa penundaan ini murni disebabkan oleh kendala teknis dari sistem kementerian. “Mereka sudah memenuhi syarat untuk lulus, namun saat ini PIN-nya belum bisa ditarik karena server sedang dalam pemeliharaan,” jelas Rektor. Ia menambahkan, kondisi ini berbeda dengan pengalaman sebelumnya, di mana ijazah tertunda karena wisudawan belum memenuhi persyaratan akademik.

Rektor memastikan bahwa pihak universitas telah mengambil langkah cepat untuk mengatasi masalah ini. Ia melaporkan bahwa proses penarikan PIN ijazah sudah mulai dilakukan secara bertahap. “Sebanyak 300 di antaranya sudah bisa ditarik PIN-nya pada tanggal 26–28 Agustus lalu,” tuturnya.

Ia memperkirakan, dalam kurun waktu dua minggu ke depan, seluruh 600 wisudawan tersebut akan segera menerima ijazah mereka. Langkah ini diambil untuk memastikan hak-hak wisudawan terpenuhi meskipun ada kendala di luar kendali universitas.


Rencana Transformasi Undana Menuju PTN-BH

Dalam kesempatan yang sama, Rektor juga menyampaikan komitmen Undana untuk bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Rencana ini merupakan bagian dari upaya Undana untuk menjawab tantangan pendidikan di masa depan, termasuk tuntutan untuk lebih mandiri secara finansial.

Status PTN-BH akan menuntut Undana untuk menggali sumber pembiayaan yang lebih mandiri, tidak hanya bergantung pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa. “Bidang-bidang usaha yang sudah ada harus dimaksimalkan, dan peluang-peluang baru harus dicari untuk meningkatkan pendapatan,” jelasnya.

Rektor menekankan bahwa ini akan menjadi tantangan terbesar bagi kepemimpinan selanjutnya dan membutuhkan dukungan penuh dari seluruh sivitas akademika Undana. Rencana ini menunjukkan visi Undana untuk meningkatkan kualitas dan kemandirian institusi di masa mendatang. (Moi)

Comments are closed.
Arsip