(0380) 881580

info@undana.ac.id

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

agdagduaw

Tingkatkan Ranking Undana, Ini Saran Jurnalis Harian Timex Kupang

Dalam rangka meningkatkan peringkat Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui penilaian webometrik Juli mendatang, sebanyak 17 admin website (web) dari  masing-masing unit di lingkungan Undana, mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas pengelola website. Salah satunya adalah pelatihan jurnalistik.

Jurnalis senior Harian Timor Express (Timex) Kupang, Marthen Bana, S. Pd., M. IKom, meminta para admin website pada setiap unit di Undana agar menjadi corong bagi Undana. “Keunggulan bapak/ibu adalah tidak mengontrol lembaga, tetapi bisa menjadi corong bagi Undana. Mohon maaf, jika bapak/ibu tidak berperan, maka kampus ini tidak di kenal dunia luar,” ujar Marthen Bana ketika memaparkan materi Teknis Penulisan Berita, yang dipandu moderator Mariana Noya Letuna, S. Sos., MA (Dosen IKom Fakultas Ilmu Sosial dan Politik), pada  kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Aston, Kamis (10/6/2021).

Jurnalis Timex Kupang, Marthen Bana, S. Pd., M. Ikom pose bersama moderator Mariana Noya Letuna, S. Sos., MA, Satgas Kehumasan dan Informasi serta para peserta pelatihan jurnalistik di Hotel Aston, Kamis (10/6/2021).

Pihaknya mengaku, sangat sedih lantaran saat ini rangking Undana berada di bawah beberapa universitas di wilayah Timur Indonesia. Karena itu, ia menyarankan, semua pihak harus berkonvergensi dalam dunia digital saat ini, termasuk admin web. “Para admin web harus bisa menunjukkan keunggulan-keunggulan Undana di setiap unit.  Salah satunya adalah memublikasi berita-berita yang baik, edukatif dan informatif di setiap unit dan dipublis di sub domain di masing-masing unit,” papar alumni FKIP Undana itu.

Untuk memublikasikan berita, ungkap Marthen, admin web harus memahami teknis penulisan berita. Karena itu, ia juga memotivasi peserta agar bisa memulai kebiasan menulis dengan membaca berbagai referensi dan literature.

Terkait teknis penulisan berita, papar Marthen, pemilihan judul antara media cetak dan online berbeda. Menurutnya, pemilihan judul pada media online, berupaya mengajak pembaca untuk membaca berita. Judul media online, sambung dia, cenderung lebih dari enam kata. Berbeda dengan judul di media cetak yang maksimal enam kata. “Kalau judul online, bagaimana memaksa orang membuka dan mengetahui informasi apa yang ada dalam berita, meski paket data pembaca terbatas. Judul di cetak lebih pendek, karena sangat memperhatikan biaya cetak, baik kertas maupun tinta,” paparnya.

Untuk kebutuhan website, ia menyarankan kepada para admin agar menulis kegiatan-kegiatan atau menulis sejumlah prestasi dan karya para dosen di setiap unit masing-masing dalam bentuk profil.  “Bagi admin web, kalau menulis berita, harus straight news dengan memperhatikan unsur 5 W (what/apa, who/siapa, when/kapan, where/di mana, why/mengapa + 1 H (how/bagaimana),” paparnya.

Cara memilih angle tulisan, jelas dia, biasanya berdasarkan sudut pandang setiap admin yang melakukan peliputan ketika berada di lapangan. Ia katakan, jika menulis berita dengan teknis piramida terbalik, maka inti berita berada pada bagian paling atas, kemudian diikuti dengan informasi-informasi pendukung lainnya. Pada kesempatan itu, Ketua Asosiasi Jurnalis Independen (AJI) Kupang ini juga langsung mempraktekan bagaimana menulis berita kepada para admin website.

Pengelola website Fakultas Hukum (FH) Undana, Ebit Robinson Sonlay, A. Md mengaku, sangat senang bisa mengikuti pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut. Pasalnya, para admin web tidak saja diberi pelatihan jurnalistik, tetapi juga melakukan pemutakhiran data dan informasi website, serta pelatihan editing video dan foto. Ebit juga meminta saran kepada narasumber agar menjelaskan teknis penulisan keterangan foto. Pasalnya, beberapa foto yang ditampilkan di halaman depan FH belum memiliki keterangan foto. Pantauan media ini, seluruh peserta sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut (rfl).

Comments are closed.
Translate »