SURAKARTA – Universitas Nusa Cendana (Undana) semakin memperkokoh posisi tawarnya dalam kancah tata kelola publik nasional. Dua akademisi terbaik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana resmi dilantik dalam jajaran kepengurusan pusat Indonesian Association for Public Administration (IAPA) periode 2025–2028. Pelantikan ini berlangsung di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, pada 9–10 Februari 2026.
Dalam pengukuhan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tersebut, Dekan FISIP Undana, Dr. William Djani, M.Si., dipercaya sebagai Anggota Dewan Pakar DPP IAPA yang bertugas memberikan arah konseptual organisasi. Sementara itu, Dr. I Putu Yoga B. Pradana, M.Si., dilantik sebagai Anggota Pengurus DPP IAPA Wilayah NTT pada Divisi Riset dan Pengabdian Masyarakat.

Transformasi IAPA Menjadi Aktor Strategis
Rakernas IAPA kali ini mengusung tema “Membangun Ekosistem Administrasi Publik melalui Dynamic dan Network Governance”. Momentum ini menjadi titik balik bagi IAPA untuk bertransformasi dari sekadar forum ilmiah periodik menjadi aktor strategis dalam perumusan kebijakan nasional.
Agenda ini turut dihadiri oleh Menteri PANRB, Rini Widyantini, S.H., MPM., serta Kepala BKN, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. Kehadiran para petinggi negara ini mempertegas komitmen IAPA dalam mengawal reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif.
Membawa Isu Kawasan Timur ke Level Nasional
Dr. Yoga dalam wawancara online bersama Humas Undana, menjelaskan tentang keterlibatan aktif akademisi Undana dalam struktur pusat, yang diharapkan dapat membawa dampak signifikan bagi pengembangan daerah. Menurutnya melalui posisi strategis di Divisi Riset, Undana akan berperan langsung dalam:

- Advokasi Kebijakan Berbasis Bukti: Menghubungkan isu-isu tata kelola di Nusa Tenggara Timur (NTT) ke dalam peta jalan transformasi nasional.
- Penguatan Konsorsium Riset: Mengintegrasikan hasil penelitian akademik dengan kebutuhan nyata reformasi birokrasi daerah.
- Akses Sertifikasi dan Reputasi: Membuka peluang sertifikasi profesi administrasi publik dan riset kolaboratif internasional bagi akademisi di wilayah timur Indonesia.
Peta Jalan Menuju “World Class Association”
Berdasarkan Rencana Strategis (RENSTRA) 2025–2028 yang disahkan dalam Rakernas, IAPA menargetkan penguatan ekosistem administrasi publik yang kolaboratif dan bereputasi internasional. Hal ini mencakup pengembangan platform digital IAPA serta penguatan peran lembaga sertifikasi profesi.
“Kehadiran perwakilan Undana memastikan bahwa NTT bukan lagi wilayah pinggiran dalam diskursus administrasi publik, melainkan bagian integral dari arsitektur pengembangan tata kelola nasional,” ungkap Dr.Yoga.


Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan forum konsolidasi antar-kampus anggota serta kunjungan budaya ke Pura Mangkunegaran, mempererat jejaring intelektual yang solid demi kemajuan administrasi publik di Indonesia. (Ing)
