(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Pustakawan Undana Jadi Ujung Tombak Literasi Riset Global melalui Optimalisasi ScienceDirect 2026

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus mengakselerasi kualitas riset dan publikasi ilmiahnya dengan menempatkan pustakawan sebagai aktor utama dalam ekosistem literasi digital. Menyusul bergabungnya Undana dalam Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI), universitas menggelar pelatihan teknis penggunaan portal jurnal internasional ScienceDirect bagi para pustakawan dan pengelola taman baca pada Rabu, 7 Januari 2026.

Pelatihan yang dilakukan secara daring ini merupakan tindak lanjut strategis dari penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) langganan database jurnal dunia bersama Elsevier. Dengan hadirnya ScienceDirect, kini seluruh sivitas akademika Undana memiliki akses tanpa batas terhadap ribuan literatur ilmiah terindeks Scopus (Q1 dan Q2) dari berbagai disiplin ilmu sepanjang tahun 2026.

Dipandu langsung oleh tim ahli dari Elsevier, Johan Jang, pelatihan ini secara khusus menyiapkan pustakawan dan pengelola taman baca di tingkat fakultas hingga Pascasarjana sebagai fasilitator riset. Pustakawan diposisikan bukan hanya sebagai pengelola buku fisik, melainkan sebagai literasi digital hub yang mampu membimbing dosen dan mahasiswa dalam melakukan pencarian artikel (advanced search), memantau tren riset, hingga prosedur pengunduhan dokumen secara legal.

“Peran pustakawan dan pengelola taman baca sangat krusial. Tanpa informasi yang maksimal dari bapak dan ibu kepada para peneliti, kekayaan data di ScienceDirect tidak akan terserap dengan optimal. Anda adalah jembatan pengetahuan bagi kemajuan kampus ini,” ujar Johan Jang dalam sesi pelatihan tersebut.

Kemudahan akses menjadi salah satu keunggulan utama langganan tahun ini. Sivitas akademika Undana diberikan keleluasaan akses melalui jaringan internet kampus (IP Access) maupun akses jarak jauh (Remote Access). Keleluasaan ini memastikan bahwa kegiatan riset dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, yang pada akhirnya diharapkan mampu mendongkrak peringkat Undana baik di kancah nasional maupun global.

Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan simulasi teknis untuk memastikan seluruh unit kerja telah terkonfigurasi dengan benar ke dalam sistem Elsevier. Melalui penguatan kapasitas tenaga kependidikan ini, Undana menegaskan komitmennya untuk membangun budaya riset yang kuat, di mana akses terhadap ilmu pengetahuan dunia kini berada di ujung jari para penelitinya. (Fnt)

Comments are closed.
Archives