KUPANG – Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses menjalin kerja sama strategis dengan JAAN Domestic Foundation dalam menggelar pelatihan dan edukasi intensif bertajuk “Pelatihan dan Edukasi bagi Dokter Hewan tentang Praktik Sterilisasi Berbasis Kesejahteraan Hewan” (Training and Education for Veterinarians on Animal Welfare-Based Sterilization Practices). Kegiatan yang diadakan pada Jumat, 28 November 2025, ini merupakan langkah proaktif untuk mendukung visi terciptanya masyarakat yang lebih sehat, etis, dan harmonis antara manusia dan hewan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Peternakan Provinsi NTT dan menjadi agenda vital di tengah upaya regional untuk menangani isu-isu kesehatan hewan, terutama kasus Rabies. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat keterampilan dan pengetahuan dokter hewan di NTT, serta memastikan bahwa penanganan populasi hewan liar dilakukan dengan standar profesional yang menjunjung tinggi etika kedokteran hewan.


drh. Merry Ferdinandez, M.Si., Chief Operating Officer (COO) JAAN Domestic, menegaskan pentingnya mengintegrasikan isu etika dalam setiap praktik kedokteran hewan. “Melalui program ini, kami ingin membawa isu kesejahteraan hewan ke dalam segala aspek upaya, karena pada prinsipnya segalanya saling berkaitan, khususnya aspek lingkungan. Isu kesejahteraan hewan ini juga memang tertuang dalam Sumpah Dokter Hewan,” ujarnya.
Menanggapi urgensi penanganan masalah kesehatan hewan di tingkat regional, Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., menyampaikan relevansi vital kegiatan ini.

“Kegiatan ini baik untuk memperkaya keterampilan dan pengetahuan calon dan dokter hewan sehingga tanggap terhadap permasalahan Rabies di NTT. Kolaborasi ini juga sebagai langkah strategis untuk kita membuktikan diri bahwa kita bisa bergandengan tangan sehingga masalah kesehatan hewan ini bisa kita atasi,” pungkas Dr. Christina.
Kegiatan kolaboratif ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si, yang menegaskan komitmen institusi untuk mendukung setiap upaya kolaboratif, khususnya yang melibatkan sumber daya mahasiswa dan program pembelajaran yang ada.
Lebih lanjut, Prof. Annytha juga menyatakan membuka peluang kolaborasi yang lebih mendalam, terutama dalam bentuk pengintegrasian program-program penanganan isu kesehatan hewan, seperti pengentasan Rabies, ke dalam program magang berdampak di Undana. Integrasi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman lapangan yang lebih terstruktur bagi mahasiswa.

Setelah sambutan pembukaan, para peserta, yang terdiri dari dokter hewan dan calon dokter hewan di NTT, langsung mengikuti sesi praktik dan materi intensif. Materi yang dibekalkan mencakup bahaya perdagangan daging anjing terhadap penularan Rabies, integrasi kesejahteraan hewan, dan praktik klinik yang baik dalam praktik dokter hewan.
Puncak kegiatan ditutup dengan sesi praktik teknik sterilisasi berbasis kesejahteraan hewan yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Sesi ini melatih peserta untuk menerapkan standar etis dan profesional yang tinggi dalam prosedur bedah, memastikan bahwa praktik penanganan populasi hewan, khususnya anjing dan kucing, dilakukan secara humanis dan bertanggung jawab.
Program kolaboratif ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mentransfer standar etis dan profesional dalam prosedur bedah, memastikan praktik sterilisasi di NTT berorientasi pada kesejahteraan hewan. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam upaya pengendalian populasi hewan liar secara etis dan mendukung program pencegahan Rabies di Provinsi NTT.

Kolaborasi antara RSHP Undana dan JAAN Domestic Foundation ini menjadi model prototipe sinergi antara lembaga akademik dan organisasi nirlaba (Non-Governmental Organization/NGO) dalam mengatasi tantangan kesehatan regional dan pembangunan etika masyarakat. (Audc)
