(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana Gelar Diskusi Publik, Bahas Potensi Geothermal di Flores

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar diskusi publik untuk membahas potensi pengembangan energi geothermal di Pulau Flores. Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Undana ke-63 ini berlangsung secara hybrid di Aula Rektorat Undana pada Kamis, 4 September 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan. Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, serta Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, Gigih Udi Atmo, hadir secara langsung. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, turut berpartisipasi secara daring.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Sains dan Teknik Undana, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan solusi, bukan hanya kritik. “Forum ini diharapkan mampu melahirkan gagasan kritis dan cerdas yang dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah maupun pelaku industri geothermal,” ujarnya.

Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc., menambahkan bahwa perguruan tinggi harus menjadi agen perubahan, khususnya dalam mengelola potensi energi terbarukan. “Melalui forum ilmiah seperti ini, Undana menunjukkan perannya untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa diskusi ini sejalan dengan slogan Undana Berdampak.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Undana atas penyelenggaraan diskusi ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan energi panas bumi di Flores. “Semoga pertemuan hari ini menghasilkan gagasan dan solusi yang tepat untuk menjawab tantangan sosial, kultural, ekologis, dan teknis,” harapnya.

Diskusi publik ini menghadirkan lima narasumber. Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, Gigih Udi Atmo, S.T., M.EPM., Ph.D., membuka sesi dengan paparan tentang peta jalan pengembangan panas bumi di NTT. Ia menjelaskan bahwa Flores memiliki potensi besar dan dapat menjadi tulang punggung energi bersih di Indonesia Timur, meski menghadapi tantangan pendanaan dan teknologi.

Narasumber lainnya juga membawakan materi dengan perspektif berbeda, yaitu Dr. Felix Baghi, SVD (Dosen IFTK Ledelero) membahas aspek sosial-politik geothermal Flores, Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D., IPM (Pakar Geologi UGM) membahas teknologi eksplorasi, Valens Dulmin, S.S., S.H., M.H. (Peneliti JPIC OFM) memaparkan pandangan terkait dampak sosial, budaya, dan ekonomi serta Ir. M. Ali Ashat Dipl. Geothermal, En. Tech. (Dosen ITB) membahas kajian lingkungan pemanfaatan panas bumi.

Diskusi interaktif kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, menunjukkan tingginya antusiasme peserta. Melalui forum ini, Undana kembali menegaskan komitmennya untuk terlibat aktif dalam menjawab tantangan pembangunan daerah. Energi geothermal di Flores dianggap bukan hanya potensi, melainkan peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan. (Iyl)

Comments are closed.
Archives