(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Ziarah ke Makam Para Rektor, Langkah Awal Perayaan Dies Natalis Ke-63 Undana

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menapak jejak sejarahnya menjelang Dies Natalis ke-63. Dengan penuh khidmat, jajaran pimpinan bersama rombongan tenaga kependidikan menggelar ziarah ke makam para rektor terdahulu pada Jumat (29/8/2025). Kegiatan yang berlangsung di bawah koordinasi Panitia Dies Natalis ke-63 Undana ini menjadi wujud penghormatan kepada sosok-sosok yang pernah memimpin dan membesarkan Undana di masanya.

Rangkaian ziarah dimulai dengan langkah khidmat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Liliba, tempat peristirahatan terakhir Prof. Dr. Agustinus Benu, MS. Rektor Undana periode 1996–2005. Di pusara beliau, doa dipanjatkan dengan hening, diikuti dengan tabur bunga sebagai simbol penghormatan atas masa kepemimpinan beliau yang penuh dedikasi. Suasana haru menyelimuti rombongan saat mengingat kembali kontribusi besar almarhum bagi kemajuan universitas.

Perjalanan spiritual ini berlanjut ke TPU Islam Batukadera. Di sana, rombongan memberikan penghormatan kepada Prof. Mr. Soetan Mohamad Sjah, rektor Undana periode 1968–1976. Ziarah ke makam beliau menjadi pengingat kuat akan fondasi awal yang diletakkan oleh para pendahulu. Doa dan keheningan kembali memenuhi udara, mempertegas rasa hormat terhadap sejarah dan akar universitas.

Langkah selanjutnya mengantar rombongan ke Kelurahan Sikumana. Di sana, para peziarah mengunjungi makam Drs. Urias Bait, yang menjabat rektor pada periode 1976–1977. Kehadiran Undana setiap tahunnya disambut hangat oleh keluarga Bait-Markus. Mereka mengungkapkan rasa bangga dan terhormat karena jasa almarhum terus dikenang. Momen ini bukan hanya sekadar ziarah, melainkan juga ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antara universitas dan keluarga para pendirinya.

Rektor Undana, Prof. Maxs U. E. Sanam, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya rutinitas. “Ziarah ini mengingatkan kita semua bahwa keberadaan dan kemajuan Undana hingga saat ini adalah hasil dari perjuangan, pengorbanan, dan dedikasi luar biasa dari para rektor pendahulu,” ujarnya. Baginya, kegiatan ini adalah cerminan dari prinsip Spirit of a Warrior atau semangat pejuang yang harus terus dihidupkan oleh seluruh civitas akademika.

Lebih lanjut, Prof. Maxs menekankan pentingnya menjadikan semangat juang para pemimpin terdahulu sebagai inspirasi. “Ini adalah dorongan bagi kita untuk terus memajukan universitas dan memberikan kontribusi yang lebih besar di masa mendatang,” tegasnya, mengaitkan masa lalu dengan masa depan Undana yang penuh harapan.

Selain ziarah ke makam, Undana juga mengadakan prosesi tabur bunga di laut. Aksi simbolis ini dipersembahkan untuk para rektor yang dimakamkan di luar wilayah Nusa Tenggara Timur, yaitu Prof Frans E. Likadja dengan masa kepemimpinan pada periode tahun 1978-1987 dan Prof. Dr. Mozes R. Toelihere, M.Sc, yang memimpin undana pada periode 1988-1996. Ritual ini bukan hanya sekadar penghormatan, melainkan juga perwujudan dari rasa terima kasih yang mendalam atas pengabdian mereka yang tak terukur.

Tabur bunga di laut ini menyiratkan pesan mendalam: bahwa jasa dan semangat perjuangan para pendahulu akan selalu mengalir, seolah menyatu dengan lautan, dan terus menjadi sumber inspirasi bagi Undana. Dengan mengenang jasa-jasa mereka, civitas akademika diingatkan kembali akan tanggung jawab besar untuk menjaga dan terus mengembangkan warisan yang telah dibangun dengan susah payah.

Ziarah ini menggarisbawahi komitmen Undana untuk tidak melupakan akarnya. Momen refleksi ini diharapkan dapat menguatkan sinergi seluruh elemen universitas—mahasiswa, dosen, dan staf—untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Dengan menghormati masa lalu, Undana melangkah ke masa depan dengan penuh optimisme, siap mengukir prestasi baru di bawah semangat para pejuang terdahulu. (Audc)

Comments are closed.
Archives