KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar acara puncak perayaan Dies Natalis ke-63 dengan tema “Grow Beyond Limit” di Grha Undana, Selasa (2/9/2025). Acara ini menjadi momentum penting untuk bersyukur, merefleksikan perjalanan panjang kampus, dan meneguhkan komitmen seluruh sivitas akademika untuk terus berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Rangkaian acara diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pendeta Lay Abdi Karya Wenyi. Mengambil dasar Firman dari 1 Tawarikh 4:9-10, ibadah ini mengingatkan seluruh warga kampus akan pentingnya doa dan iman sebagai bekal dalam setiap langkah pelayanan. Suasana khidmat juga diwarnai penampilan kelompok vokal Pascasarjana Undana yang membawakan lagu “Let It Be “
Ketua Senat Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D dalam sambutannya, menekankan pentingnya merefleksikan perjalanan 63 tahun universitas. Ia menegaskan bahwa Undana memiliki nilai-nilai yang harus terus dijaga, terlepas dari tantangan yang ada. “Kita bisa kontrol dengan value kita. Berbeda pendapat itu biasa, asal tetap tahu nilai kita,” ujarnya, menyinggung pentingnya literasi digital di era informasi.


Sementara itu, Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U.E. Sanam,M.Sc dalam sambutan terakhirnya pada Dies Natalis, menyampaikan rasa syukur atas capaian bersama. Ia mengibaratkan perjalanan Undana seperti pohon yang mulai berbuah. “Memanen itu gampang, tetapi menumbuhkan itu tidak gampang,” ujar Rektor penuh makna.
Ia menambahkan, “Belum banyak buah yang bisa kita panen, tetapi banyak ranting lain sudah berbunga dan siap menghasilkan. Itulah tugas pemimpin berikutnya.” Sambutan ini menjadi pidato terakhirnya dalam peringatan Dies Natalis, sehingga memberi kesan mendalam bagi seluruh sivitas akademika yang hadir.
Acara puncak Dies Natalis juga dimeriahkan dengan berbagai agenda. Ketua Panitia, Dr. Yeheskial A. Roen, S.Si, M.Si, melaporkan bahwa perayaan tahun ini berhasil mempererat kebersamaan seluruh warga kampus. Momen syukur ini juga ditandai dengan pemotongan tumpeng, simbol kebersamaan dan doa untuk masa depan Undana.
Undana juga memberikan penghargaan kepada para dosen dan peneliti berprestasi melalui LP2M Awards, sebagai apresiasi atas kontribusi mereka dalam meningkatkan reputasi kampus. Suasana meriah dilanjutkan dengan penyerahan piala kepada para pemenang lomba yang telah dilaksanakan dalam rangkaian Dies Natalis.

Menjelang penutupan, acara semakin semarak dengan pentas seni. Pertunjukan diawali dengan tarian tradisional khas Nusa Tenggara Timur yang dibawakan oleh sivitas akademika. Gerakan yang dinamis dengan balutan busana adat penuh warna menampilkan kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas universitas ini.
Setelah tarian, suasana dilanjutkan dengan nyanyian kolaboratif. Lagu-lagu daerah hingga lagu perjuangan dilantunkan secara bergantian, membawa semangat kebersamaan dan kebanggaan. Penampilan ini menegaskan bahwa Undana tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kaya dalam ekspresi seni dan budaya.



Acara puncak Dies Natalis Undana tahun ini tidak hanya menjadi penutup serangkaian perayaan, tetapi juga pembuka lembaran baru. Dengan keberagaman seni, penghargaan atas prestasi, dan pesan-pesan yang mendalam, Undana membuktikan bahwa ia bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan sebuah ekosistem yang terus bertumbuh, merangkul inovasi, dan berdedikasi penuh untuk kemajuan Nusa Tenggara Timur dan Indonesia. (Iyl)
Galeri Foto






