KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mempertegas perannya sebagai lokomotif peningkatan mutu pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur. Pada Kamis (12/2/2026), Undana menerima audiensi strategis dari Universitas Persatuan Guru 1945 (UPG 1945) NTT di Ruang Rapat Wakil Rektor I, guna membahas rencana kemitraan komprehensif untuk penguatan tata kelola institusi.
Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi kedua perguruan tinggi untuk merumuskan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang mencakup berbagai bidang strategis dalam Tridharma Perguruan Tinggi.


Sinergi Penjaminan Mutu dan Tata Kelola
Wakil Rektor I Bidang Akademik sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Wakil Rektor IV Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., menyatakan keterbukaan Undana untuk berbagi praktik baik (best practices) dalam pengelolaan sistem penjaminan mutu. Sebagai universitas berakreditasi “Unggul”, Undana berkomitmen mendukung perguruan tinggi lain di NTT agar mampu meningkatkan standar akademiknya.
“Kami menyambut baik inisiasi ini. Kolaborasi antar-perguruan tinggi di daerah sangat krusial untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kompetitif. Kami siap mendampingi UPG 1945 NTT dalam penguatan sistem penjaminan mutu dan riset kolaboratif,” ujar Prof. Annytha yang didampingi oleh Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana, Yefri C. Adoe, S.E.,MAP

Langkah Konkret Pengembangan Kelembagaan
Pelaksana Harian Wakil Rektor I UPG 1945 NTT, Jibrael Rudolof Isu, S.Pd., M.Hum., menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari visi besar universitasnya untuk melakukan akselerasi kualitas akademik. Ia berharap dukungan dari Undana dapat memberikan dampak langsung pada pengembangan kapasitas dosen dan tata kelola program studi di UPG 1945 NTT.
“Kerja sama dengan Undana sebagai perguruan tinggi tertua dan terbesar di NTT adalah kontribusi penting bagi kami. Kami berharap MoU ini segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata, terutama dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara bersama-sama,” jelas Jibrael.


Audiensi yang berlangsung dalam suasana konstruktif ini diharapkan mampu melahirkan kerja sama yang berkelanjutan, bukan sekadar dokumen administratif. Sinergi ini mempertegas posisi Undana sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada pencapaian internal, tetapi juga peduli terhadap kemajuan kolektif kualitas sumber daya manusia di bumi Flobamora. (Ing)
