KUPANG
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa kampus harus hadir dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat NTT melalui kemitraan dengan lembaga keagamaan.
Hilirisasi Riset di Lahan Pertanian dan Peternakan GMIT
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, S.Th., memaparkan potensi aset produktif milik GMIT, termasuk lahan peternakan di Baumata yang dipersiapkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta lahan pertanian di Kupang Barat.
Merespons hal tersebut, Rektor Undana berkomitmen menerjunkan dosen dan mahasiswa untuk melakukan riset serta pengabdian masyarakat di lokasi tersebut. “Kami akan mendorong riset kolaboratif dan magang berdampak di lahan produktif GMIT. Selain itu, kami siap menjadi mitra dalam meningkatkan kapasitas para pendeta melalui program Pascasarjana yang relevan dengan pembangunan masyarakat,” ujar Prof. Jefri.

Kebijakan Pro-Rakyat: UKT Khusus Anak Koster
Sebagai bentuk keberpihakan pada kaum rentan secara finansial, Prof. Jefri menyampaikan kebijakan khusus terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT). Undana membuka peluang penetapan UKT kategori 1 senilai Rp500.000 per semester bagi anak-anak koster (penjaga gereja).
Selain itu, Undana juga telah menerapkan kebijakan “Jumat Rohani” untuk memberikan ruang bagi mahasiswa memperkuat karakter dan emosional melalui aktivitas kerohanian sesuai agama masing-masing.
Peningkatan Kapasitas Guru Agama
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., menambahkan bahwa Undana merupakan institusi yang dipercayakan oleh Kementerian Agama untuk melaksanakan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Ia menyarankan agar GMIT bersinergi dengan Dirjen Bimas Kristen untuk memanfaatkan peluang studi bagi guru-guru di bawah naungan sekolah GMIT.
“Kami ingin guru-guru GMIT mendapatkan sertifikasi dan peningkatan kompetensi yang terstandar nasional melalui program PPG di Undana,” jelas Prof. Annytha.



Pertemuan yang dihadiri jajaran pimpinan kedua institusi ini diakhiri dengan kesepakatan untuk membentuk tim perumus rekomendasi atas berbagai persoalan sosial di NTT. Dengan menyatukan pemikiran akademis dan pendekatan iman, Undana dan GMIT optimistis dapat membangun kualitas hidup masyarakat yang lebih sejahtera dan berkarakter. (Ref)
