JAKARTA – Universitas Nusa Cendana (Undana) semakin memperkokoh perannya sebagai mesin penggerak pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam pertemuan strategis di Jakarta, Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., dan Kepala BPKS, Yefry Cornianto Adoe, S.E., M.AP., berhasil menggalang dukungan penuh dari jajaran pimpinan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Pertemuan intensif dilakukan bersama Dirjen Riset dan Pengembangan (Risbang), Fauzan Adziman, serta Wakil Menteri Diktisaintek, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., guna membahas peta jalan Undana yang berdampak langsung bagi masyarakat, pemerintah, dan negara.

Fokus utama dalam audiensi dengan Dirjen Risbang adalah penguatan penelitian konsorsium yang secara spesifik membedah masalah stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT. Undana diarahkan untuk menjadi pusat studi yang memberikan solusi berbasis data bagi pemerintah daerah. Selain itu, Dirjen Risbang dijadwalkan hadir langsung dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Undana 2026 pada tanggal 24-25 Februari 2026 sebagai Ketua Dewan Pengawas (Dewas).
Ketahanan Pangan dan Transformasi Petani Milenial
Dalam sesi pembahasan dengan Wamen Diktisaintek, Prof. Fauzan, Undana memaparkan rencana strategis optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan kader “Petani Milenial”. Langkah ini bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meregenerasi tenaga kerja sektor pertanian di NTT dengan pendekatan sains dan teknologi.

Dukungan juga diberikan terhadap rencana aktivasi Akademi Garam di Nagekeo serta pembukaan Prodi Kedokteran Gigi dan Keperawatan guna menjawab kebutuhan mendesak tenaga kesehatan di wilayah kepulauan.
Kontribusi Nasional: PON 2028, KKN Tematik dan Pendanaan Riset
Wamen Diktisaintek memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan Undana dalam menyukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Sebagai kontribusi nyata terhadap masyarakat pedesaan, Undana juga akan menerjunkan mahasiswa melalui KKN Tematik di Kabupaten Ngada serta meningkatkan literasi mahasiswa sebagai bagian dari transformasi sumber daya manusia.

Pihak kementerian menyepakati adanya dukungan pendanaan riset khusus bagi para Guru Besar Undana guna memperkuat kelompok riset (research group) agar lebih kompetitif di tingkat global.
Baik Wamen maupun Dirjen Risbang memberikan apresiasi mendalam atas berbagai kebijakan progresif di awal kepemimpinan Rektor Prof. Jefri Bale. Kementerian menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh langkah-langkah jangka panjang Undana yang dirancang untuk memberikan dampak positif yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat NTT. (Ing)
