(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(Part 2) Lebih Dekat dengan Sang Guru Besar: Prof. Thomas Mata Hine dan Misi Menduniakan Kelor NTT Lewat Bioteknologi Ternak

KUPANG – Gelaran Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Universitas Nusa Cendana (Undana) yang akan diselenggarakan pada Rabu, 14 Januari 2026, tidak hanya mengukuhkan seorang akademisi, tetapi juga merayakan dedikasi seorang putra daerah yang berhasil mengawinkan kearifan lokal dengan teknologi reproduksi mutakhir. Prof. Dr. Ir. Thomas Mata Hine, M.Si., yang akan resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Bioteknologi Reproduksi Ternak pada Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Undana.

Lahir di Seba, Sabu Raijua, pada 15 Januari 1965, Prof. Thom—demikian beliau akrab disapa—merupakan sosok ilmuwan yang gigih. Pendidikan tingginya diawali di Undana (1988), dilanjutkan dengan gelar Magister di Institut Pertanian Bogor (1995), hingga meraih gelar Doktor di universitas yang sama pada 2008. Ketekunannya di dunia akademis membawanya meraih predikat kepangkatan tertinggi sebagai profesor, sebuah perjalanan panjang yang dimulai sejak ia pertama kali mengabdi sebagai CPNS pada 1990.

Inovasi dari Bumi Flobamora

Kepakaran Prof. Thom dalam Bioteknologi Reproduksi Ternak terfokus pada sebuah tanaman yang sangat akrab dengan masyarakat NTT: Kelor (Moringa oleifera). Dalam orasi ilmiah yang akan disampaikan nanti, ia membuktikan bahwa ekstrak daun kelor memiliki potensi besar sebagai pengencer sperma ternak yang efisien dan alami.

“NTT memiliki kekayaan alam luar biasa. Kelor bukan hanya sumber pangan manusia, tetapi juga jawaban atas tantangan bioteknologi peternakan kita. Inovasi ini adalah upaya untuk meningkatkan produktivitas ternak lokal dengan biaya yang lebih terjangkau namun memiliki kualitas internasional,” ujar Prof. Thom, yang juga merupakan penulis buku Stem Cell Embrionik (2016) dan Reproduksi Sapi (2025).

Rekam Jejak Kepemimpinan dan Riset

Data riwayat hidupnya menunjukkan rekam jejak kepemimpinan yang solid. Beliau pernah dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian (2009-2011), Pembantu Dekan I Fakultas Peternakan (2012-2016), hingga menjadi Ketua Program Studi Doktor Ilmu Peternakan (2020-2024).

Di dunia riset, Prof. Thom adalah peneliti aktif dengan belasan hibah penelitian nasional dari Kemendikbudristek. Ia konsisten mengeksplorasi potensi plasma nutfah lokal NTT, seperti Sapi Sumba Ongole dan ternak Babi, melalui berbagai publikasi di jurnal bereputasi internasional (Sinta 1 dan 2). Dedikasinya ini juga mengantarkannya meraih berbagai penghargaan, termasuk Satyalancana Karya Satya XX dan XXX Tahun dari Presiden Republik Indonesia.

Pendidik yang Menginspirasi

Bagi para mahasiswa dan koleganya, Prof. Thom dikenal sebagai mentor yang berorientasi pada detail namun tetap rendah hati. Ia percaya bahwa ilmu pengetahuan harus memiliki dampak langsung (impactful) bagi masyarakat. Melalui pengukuhan ini, ia berharap generasi muda peternakan NTT berani berinovasi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar mereka.

Pengukuhan Prof. Thomas Mata Hine adalah simbol bahwa Undana memiliki pakar kelas dunia yang tetap berpijak pada bumi Flobamora. Keberhasilannya membuktikan bahwa riset bioteknologi tingkat tinggi dapat lahir dari observasi terhadap tanaman pekarangan rumah, selama dilakukan dengan ketekunan, integritas, dan kecintaan pada tanah kelahiran. (Ing)

Comments are closed.
Arsip