KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan akademik dengan memastikan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. Sebagai langkah konkret, Bagian Umum dan Kepegawaian (BUK) Undana menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemetaan Kebutuhan Tenaga Laboran dan Pustakawan pada Selasa (27/1/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Biro Umum dan Kepegawaian (BUK), Dra. Karolina K Sangkala.,M.Si ini melibatkan seluruh Kepala Bagian (Kabag) dan Kepala Subbagian (Kasubag) di lingkungan Undana. Fokus utamanya adalah melakukan pendataan riil guna mengatasi kesenjangan jumlah tenaga kependidikan yang ada saat ini.

Dukung Mutu Akademik dan Akreditasi
Pemetaan ini dianggap strategis bukan hanya untuk operasional harian, melainkan sebagai syarat mutlak pemenuhan standar akreditasi program studi. Penataan rasio tenaga kependidikan yang proporsional diharapkan dapat memberikan dampak langsung pada kualitas riset di laboratorium serta kenyamanan akses literasi di perpustakaan.
Koordinator Kepegawaian Undana, Ridwan Hamal, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa Undana saat ini sedang menghadapi kekurangan tenaga teknis spesifik. “Kami menemukan adanya kebutuhan mendesak untuk posisi laboran dan pustakawan guna menunjang kualitas layanan akademik yang lebih prima,” jelasnya.

Skema Outsourcing dan Dana DIPA
Mengingat belum terpenuhinya kuota pada jalur seleksi CPNS dan PPPK sebelumnya, Ridwan menjelaskan bahwa Undana berencana mengambil langkah taktis melalui skema tenaga alih daya (outsourcing). Langkah ini akan dibiayai melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Undana guna mempercepat pemenuhan SDM tanpa harus menunggu siklus rekrutmen nasional.
Respons Positif Unit Kerja
Kabag Umum Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana, Jibrael Rake, S.H., M.H., menyambut baik inisiatif ini. Ia berharap hasil pemetaan ini segera berimplikasi pada peningkatan kinerja di tiap unit kerja. “Pemenuhan tenaga profesional ini krusial bagi kami, terutama dalam mendukung prodi-prodi di FISIP untuk meraih dan mempertahankan akreditasi Unggul,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, seluruh unit kerja diinstruksikan untuk segera merampungkan data beban kerja dan kebutuhan tenaga teknis paling lambat dalam pekan ini. Data tersebut akan menjadi rujukan utama bagi pimpinan universitas dalam merumuskan kebijakan rekrutmen dan penataan SDM yang tepat sasaran.
Dengan ketersediaan laboran dan pustakawan yang memadai, Undana optimis dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih berkualitas bagi mahasiswa serta mendukung produktivitas ilmiah para dosen. (FnT)
