(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Finalisasi Renstra 2026-2030: Undana Bertransformasi Menuju World Class University

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) memasuki fase krusial dalam menentukan arah kebijakan masa depannya. Plt. Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si., memimpin langsung rapat finalisasi Rencana Strategis (Renstra) 2026–2030 yang digelar di Aula Rektorat, Kamis (22/1/2026).

Dalam forum yang dihadiri para Dekan dan pimpinan unit strategis tersebut, Prof. Annytha menegaskan bahwa dokumen Renstra ini merupakan hasil pemikiran kolektif yang akan menjadi nakhoda bagi Undana untuk bertransformasi menjadi World Class – Locally Relevant University.

“Renstra ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan penentu arah kebijakan Undana lima hingga sepuluh tahun ke depan. Kita menyusunnya secara partisipatif untuk memastikan setiap poin selaras dengan visi Rektor, kebijakan kementerian, serta kondisi riil institusi,” tegas Prof. Annytha saat memimpin jalannya diskusi.

Transformasi Menuju PTN-BH dan Reputasi Global

Sebagai pimpinan rapat, Prof. Annytha menyoroti beberapa poin fundamental yang menjadi isu utama, di antaranya penguatan tridarma perguruan tinggi, perbaikan tata kelola, hingga kesiapan Undana bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Berdasarkan paparan tim penyusun, Undana saat ini tengah memetakan posisi pemeringkatannya di level Asia dan dunia. Fokus ke depan adalah meningkatkan indikator kinerja utama (IKU) melalui riset kolaboratif internasional, publikasi bereputasi, serta peningkatan pendapatan non-akademik melalui unit usaha dan revitalisasi rumah sakit universitas.

Menghimpun Masukan Strategis dari Fakultas

Dalam sesi diskusi yang dinamis, Prof. Annytha secara aktif mengakomodasi berbagai perspektif dari para pimpinan fakultas. Dekan FISIP menekankan konsistensi Renstra antar-level, sementara Dekan FKIP menonjolkan posisi geografis NTT di perbatasan selatan sebagai keunggulan komparatif. Selain itu, aspek penguatan jumlah dosen bergelar doktor (S3) dan relevansi lulusan dengan dunia kerja juga menjadi catatan penting.

“Setiap tujuan yang kita sepakati hari ini harus memiliki indikator capaian yang jelas dan terukur. Saya mengapresiasi seluruh masukan strategis yang masuk, mulai dari isu akreditasi hingga optimalisasi UPT. Semua ini akan kami himpun untuk menyempurnakan draf final,” lanjut Prof. Annytha.

Target Rampung Akhir Januari

Menutup rapat tersebut, Prof. Annytha menargetkan seluruh dokumen Renstra selesai diproses pada akhir Januari 2026. Dokumen ini nantinya akan menjadi dasar hukum bagi penyusunan Perjanjian Kinerja (PK) di tingkat universitas maupun fakultas sepanjang tahun berjalan.

Dengan finalisasi ini, Undana optimis memiliki fondasi yang kuat untuk meningkatkan daya saing global tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai institusi yang berdampak sosial bagi masyarakat lokal. (Ref)

Comments are closed.
Arsip