(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Berdayakan Petani NTT, Akademisi Undana Hadirkan Peta Digital Interaktif Rumput Laut Berbasis AI

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) mengukuhkan kontribusi nyatanya dalam kancah internasional guna melindungi mata pencaharian puluhan ribu petani rumput laut di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui riset kolaboratif bertajuk “Creation of an Interactive Online Seaweed Production Map to Support Policy-Making for the Indonesian Seaweed Industry”, Undana membawa teknologi kecerdasan buatan (AI) dan satelit ke pesisir NTT untuk memitigasi dampak perubahan iklim.

Proyek prestisius ini didanai melalui hibah KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia) dan melibatkan konsorsium besar yang dipimpin oleh University of Queensland (UQ) Australia, bekerja sama dengan UGM, UNHAS, POLIKANT, dan mitra industri Jasuda.

Peta Digital: Solusi Cerdas Hadapi Cuaca Ekstrem

Perubahan iklim yang memicu fluktuasi suhu laut dan curah hujan ekstrem sering kali menyebabkan gagal panen massal bagi petani rumput laut. Sebagai solusi, tim riset mengembangkan peta daring interaktif yang mampu mengidentifikasi wilayah tanam dengan akurasi tinggi menggunakan model AI terbaru, Segment Anything Model (SAM).

Dosen Budidaya Perairan Undana,Welem L Turupadang, S.Pi., G.Dip.,Sc., M.Sc, yang bertindak sebagai Partner Investigator, menegaskan bahwa kehadiran Undana dalam proyek ini memastikan kondisi riil petani di NTT menjadi basis kebijakan nasional.

“Kami tidak hanya melakukan riset di laboratorium. Fokus kami adalah membawa transparansi harga dan data satelit secara real-time ke tangan pemerintah dan petani. Dengan peta ini, kita bisa memetakan wilayah yang terfragmentasi akibat iklim dan memberikan panduan praktis bagi petani agar terhindar dari salah lokasi tanam,” ujar Welem.

Menjembatani Celah Teknologi dan Kebijakan

Dampak nyata dari kehadiran Undana dalam riset ini meliputi tiga aspek strategis:

  1. Validitas Data Lapangan: Keahlian Undana dalam manajemen pembibitan dan budidaya menjamin data yang masuk ke platform mencerminkan karakteristik unik perairan NTT sebagai salah satu pilar utama produksi nasional.
  2. Transparansi Ekonomi: Platform ini mengintegrasikan data harga pasar historis dari berbagai wilayah, sehingga petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat dan terlindungi dari eksploitasi pasar.
  3. Akselerasi Bantuan Pemerintah: Data dari peta digital ini akan menjadi basis bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah subsidi, bantuan bibit, dan pembangunan infrastruktur perikanan yang tepat sasaran.

Implementasi dan Keberlanjutan

Fase pengumpulan data lapangan yang intensif di wilayah pesisir NTT dijadwalkan mulai berjalan pada kuartal kedua tahun 2026. Prototipe platform ini ditargetkan rampung pada Januari 2027 dan akan diserahkan kepada para pembuat kebijakan sebagai instrumen pendukung keputusan (decision support system).

Partisipasi aktif Undana dalam konsorsium internasional ini mempertegas posisinya sebagai Center of Excellence riset kelautan di wilayah kepulauan lahan kering. Kehadiran Undana memastikan bahwa kemajuan sains global benar-benar menyentuh akar rumput, meningkatkan kesejahteraan petani pesisir, dan menjaga kedaulatan industri rumput laut Indonesia di panggung dunia. (Ing)

Comments are closed.
Arsip