(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana Kirim Dua Mahasiswa Terbaik ke FLC 2025 Bali, Akselerasi Lahirnya Calon Pemimpin Nasional

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) menegaskan komitmennya dalam mencetak pemimpin masa depan dengan mengirimkan dua mahasiswa terbaiknya ke ajang Future Leaders Camp (FLC) Tahun 2025 Regional V. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini berlangsung intensif selama empat hari di Denpasar, Bali, mulai dari Selasa, 25 November hingga Jumat, 28 November 2025.

Dua delegasi Undana tersebut adalah Aditia Cahya Saputra dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Indralius Hili Galli dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPKP). Keduanya terpilih untuk bersinergi bersama 60 mahasiswa unggulan dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Wilayah V, yang merupakan kawasan penyangga kepemimpinan nasional.

Program FLC ini diinisiasi untuk mengakselerasi lahirnya generasi muda calon pemimpin bangsa yang memiliki daya pikir kritis, pemikiran tajam, dan komitmen kuat dalam membangun Indonesia menuju Visi Indonesia Emas 2045. Ini merupakan investasi strategis pemerintah dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Kegiatan yang secara resmi dinaungi oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek ini berfokus pada penguatan kompetensi kepemimpinan dan wawasan kebangsaan yang berbasis nilai dan data. Seluruh rangkaian acara berlangsung di Denpasar, dengan registrasi awal di Four Star by Trans Hotel dan kegiatan utama dipusatkan di Universitas Pendidikan Ganesha.

Selama di Bali, kedua perwakilan Undana mengikuti serangkaian sesi materi yang padat dan relevan dengan tantangan kepemimpinan abad ke-21. Pada hari pertama, Rabu (26/11), fokus materi diarahkan pada isu strategis makro, termasuk Membangun Ekosistem Regenerasi Kepemimpinan Nasional, yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Sesi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Kebijakan Publik Berbasis Data oleh Cania Citta dari Malaka Project, serta materi mendalam tentang Inovasi sebagai Arah Peradaban yang disampaikan oleh Ismail Hasani dari SETARA Institute. Sesi ini membekali peserta dengan kerangka berpikir rasional dan inovatif dalam pengambilan keputusan.

Memasuki hari kedua, Kamis (27/11), program FLC beralih fokus pada pengembangan keterampilan lunak (soft skills) dan kewirausahaan. Peserta mendapatkan materi tentang Building Influence for Impact (kekuatan storytelling dan komunikasi publik) yang disampaikan oleh Imam Santoso dari Institut Teknologi Bandung.

Topik krusial mengenai etika kepemimpinan dan pertumbuhan transformatif dibahas melalui materi Leading with Purpose: Transformative Growth and the Power of Value Driven Leadership oleh Agung Wicaksono dari PT. Pertamina. Sesi ini diperkuat dengan wawasan kewirausahaan melalui topik Entrepreneurship for Innovation, Social Impact, and the Future of Indonesia’s Economy.

Sebagai penutup dan aplikasi praktis dari seluruh materi yang telah diterima, Aditia dan Indralius terlibat dalam penyusunan Mini Project Presentation dan sesi Assessment yang menantang. Sesi ini menjadi tolok ukur kemampuan peserta dalam merumuskan dan mempresentasikan solusi inovatif terhadap permasalahan nyata di masyarakat.

Seluruh akomodasi dan logistik mahasiswa, mulai dari penginapan, transportasi darat pulang-pergi, hingga konsumsi selama kegiatan, ditanggung penuh oleh Kemdiktisaintek. Dukungan fully-funded ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam memastikan bahwa putra-putri terbaik bangsa, termasuk dari kawasan Nusa Tenggara, memiliki akses setara untuk mengembangkan potensi kepemimpinan mereka. Keikutsertaan ini diharapkan dapat membawa pulang wawasan strategis untuk diimplementasikan dan disebarluaskan di lingkungan Undana, mendorong lahirnya lebih banyak lagi mahasiswa yang siap menjadi pemimpin transformatif bagi NTT dan Indonesia. (Ing)

Comments are closed.
Arsip