(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Konjen Tiongkok Sambangi Undana, Dorong Pembukaan Prodi Sejarah Tiongkok dan Perkuat Pusat Studi Bahasa Mandarin

KUPANG – Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar, Zhang Zhisheng, melakukan kunjungan resmi ke Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Jumat, 28 November 2025. Kunjungan strategis ini bertujuan mempererat hubungan bilateral, memastikan keberlanjutan Pusat Studi Bahasa Mandarin, dan membuka peluang kolaborasi baru yang signifikan, termasuk pengusulan Program Studi Sejarah Tiongkok di Undana.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Rektorat Undana, Konjen Zhang Zhisheng secara eksplisit menegaskan keinginannya agar kerja sama pendidikan antara kedua pihak terus dikembangkan. Inisiatif pembukaan Program Studi Sejarah Tiongkok diusulkan sebagai bentuk penguatan hubungan akademik dan budaya antara Tiongkok dan NTT. Selain pendidikan, pembahasan juga meluas pada kerja sama di bidang pertukaran perdagangan dan kebudayaan.

Upaya perluasan kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang ingin menjadikan NTT sebagai pusat studi Bahasa Mandarin di Indonesia Timur. Dengan telah ditandatanganinya kerja sama Undana dengan dua universitas Tiongkok, yakni Jiangxi Science and Technology Normal University dan Jiangxi Polytechnic University, peran Undana dinilai sangat strategis.

Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., menyambut baik dan mengapresiasi usulan perluasan kerja sama yang disampaikan Konjen Tiongkok. Rektor menegaskan bahwa Undana siap menindaklanjuti peluang pembukaan Program Studi Sejarah Tiongkok, dan akan menginstruksikan calon guru besar bidang Ilmu Sejarah yang akan segera dilantik, untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan akademik dan administratif terkait pendirian program studi tersebut.

Rektor juga menyoroti pentingnya keberlanjutan Pusat Studi Bahasa Mandarin yang telah beroperasi di Undana. Prof. Maxs Sanam menegaskan bahwa kerja sama ini sangat sesuai dengan agenda internasionalisasi universitas dan membuka kesempatan lebih besar bagi mahasiswa dan dosen untuk mengakses beasiswa, riset bersama, maupun program pertukaran akademik lainnya.

Zhang Zhisheng menyambut baik komitmen Undana dan menegaskan kesiapan Pemerintah Tiongkok untuk terus mendukung perkembangan Pusat Studi Bahasa Mandarin. Melalui pusat ini, Konjen berharap Undana tidak hanya menerima guru sukarelawan dari Tiongkok, tetapi juga berkesempatan mengirim calon guru dari Undana untuk belajar langsung di Tiongkok sebagai bagian dari program pengembangan tenaga pengajar.

Selain sektor pendidikan, Konjen juga menyampaikan dukungan berkelanjutan Tiongkok terhadap pembangunan di NTT, khususnya dalam bidang kebudayaan dan infrastruktur. Zhang Zhisheng menilai bahwa hubungan bilateral tidak hanya diperkuat melalui sektor pendidikan, tetapi juga melalui pertukaran budaya dan perdagangan, yang memiliki akar sejarah yang panjang.

Usai sesi pertemuan di ruang Rektorat, Konjen Tiongkok beserta atase, Chen Yucheng, melanjutkan kunjungan ke Pusat Bahasa Undana untuk memantau langsung aktivitas Pusat Studi Bahasa Mandarin. Saat ini, pusat studi tersebut memiliki dua kelas aktif yang diampu langsung oleh guru sukarelawan dari Tiongkok.

Konjen Zhang Zhisheng dan tim dibuat kagum dengan antusiasme dan kemampuan berbicara Bahasa Mandarin para peserta kursus, mengingat waktu belajar mereka yang relatif singkat. Ia berharap para peserta kursus tidak hanya terhenti pada pembelajaran bahasa, tetapi juga dapat mempelajari budaya dan peradaban Tiongkok.

“Belajar bahasa Mandarin sama saja dengan membuka gerbang dunia yang akan membawa banyak peluang baru untuk pengembangan diri di masa depan,” ucapnya. Zhang Zhisheng berharap, saat kunjungannya ke Undana pada tahun depan, para peserta kursus sudah bisa melakukan percakapan sepenuhnya dalam bahasa Mandarin.

Kunjungan Konjen Tiongkok ke Undana ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat kerja sama pendidikan dan budaya, sekaligus membuka peluang pengembangan akademik dan ekonomi yang lebih luas di NTT. Kehadiran Pusat Studi Bahasa Mandarin, rencana pembukaan Program Studi Sejarah Tiongkok, dan potensi pertukaran akademik yang diperluas menjadi titik awal penting dalam meningkatkan kualitas dan jejaring internasional Undana. (FnT)

Comments are closed.
Arsip