{"id":9007,"date":"2022-07-07T07:54:07","date_gmt":"2022-07-07T07:54:07","guid":{"rendered":"https:\/\/undana.ac.id\/?p=9007"},"modified":"2022-07-07T07:54:07","modified_gmt":"2022-07-07T07:54:07","slug":"prof-philiphi-dikukuhkan-jadi-guru-besar-kimia-lingkungan-fst","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2022\/prof-philiphi-dikukuhkan-jadi-guru-besar-kimia-lingkungan-fst\/","title":{"rendered":"Prof. Philiphi Dikukuhkan Jadi Guru Besar Kimia Lingkungan FST"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc.,Ph. D, akhirnya dikukuhkan menjadi Guru Besar bidang Kimia Lingkungan pada Fakultas Sains dan Teknik (FST), Universitas Nusa Cendana (Undana). Pengukuhan dilakukan oleh Rektor selaku Ketua Senat Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, dan pengalungan gordon guru besar dilakukan Prof. Dr. Aloysius Liliweri, M.S. Upacara pengukuhan dilakukan pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa yang dilaksanakan di Gedung Graha Cendana, Kamis (7\/7\/2022). <\/span><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Dengan pengukuhan itu, Prof. Philiphi jadi Guru Besar ke-38 Undana sekaligus menjadi salah satu dari 21 Guru Besar aktif di Undana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Dalam orasi ilmiahnya berjudul Kimia Lingkungan: Perkembangan dan Tantangan Menuju Kimia Hijau untuk Mewujudkan Peradaban Baru di Abad ke-21, Prof. Philiphi membahas perkembangan ilmu kimia dan ilmu kimia lingkungan, terutama sejak abad ke-20, cakupan dari ilmu kimia lingkungan dan tantangannya, serta perkembangan riset di bidang kimia lingkungan yang dikerjakan oleh kelompok penelitian di Program Studi Kimia pada FST Undana. <\/span><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Judul orasi ilmiah tersebut, papar Prof. Philiphi didasari atas aneka permasalahan lingkungan yang sedang dihadapi masyrakat dunia akhir-akhir ini, seperti pencemaran lingkungan, perubahan iklim, dan hilangnya keanekaragaman hayati terutama terjadi karena tekanan antropogenik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Oleh karena itu, lulusan Departmen of Water Management UNESCO-IHE Delft The Netherland itu mengatakan, upaya mitigasi kerusakan lingkungan melalui kebijakan, dukungan politik maupun gerakan perubahan lainnya membutuhkan ilmu pengetahuan yang komprehensif untuk dapat mengungkapkan fakta, penjelasan dan prediksi yang teruji tentang nasib bumi. Atas dasar itu pula, peranan ilmu kimia lingkungan menjadi sangat berarti, khususnya dalam menghadapi era globalisasi di abad ke-21. <\/span><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Prof. Philiphi mengungkapkan, pengetahuan tentang kimia lingkungan dapat membantu dalam penyelesaian permasalahan lingkungan secara efektif. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">\u201cAkhir-akhir ini, model pengembangan material baru telah mengalami pergeseran dari prinsip kimia konvensional ke prinsip yang mengedepankan aspek lingkungan sebagai prioritas utama dan berfokus pada pencegahan polusi,\u201d papar Alumni Department of Enviromental Engineering Griffth University, Australia itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Lebih lanjut, ia menjelaskan sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik dan moral, kelompok riset ilmu lingkungan Prodi Kimia FST berkolaborasi dengan Prodi lainnya telah melakukan riset yang berhubungan dengan prinsip kimia lingkungan dan kimia hijau. Topik yang dikerjakan adalah \u201cPemanfaatan Material Lokal Sebagai Media Lahan Basah Buatan (Constructed Wetlands) untuk Mengatasi Permasalahan Air Limbah di Lahan Kering Kepulauan.\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div id=\"attachment_9032\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-9032\" class=\"wp-image-9032 size-large\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-07-at-15.23.58-1024x682.jpeg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"682\" \/><p id=\"caption-attachment-9032\" class=\"wp-caption-text\">Prof. Philiphi bersama istri dan kedua putrinya foto bersama Rektor Undana, Dr. Maxs U. E. Sanam beserta istri usai dikukuhkan di Graha Cendana, Kamis (7\/7\/2022)<\/p><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Judul tersebut dikerjakan Bersama Dr. Refli, M. Sc, Dr. Denik Sri Krisnayanti, ST., M.Sc, Dr. Fidelis Niti, S.Si., M.Sc, Dr. Pius D. Ola,S.Si., M.Si, Dr. Ir. Alfred O. Dima, M.Si dan 24 mahasiswa selama hampir 3 (tiga) tahun. <\/span><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">\u201cBeberapa draft manuscript dengan tema yang sama sedang kami persiapkan untuk dipublikasikan dalam waktu dekat ini. Penelitian yang kami lakukan ini masih sampai pada tahapan tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) 6 yaitu pengembangan purwarupa system dalam suatu lingkungan yang relevan. Riset pengembangan masih perlu dilaksanakan agar purwarupa ,\u201d terang Prof. Philiphi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Berdasarkan pemaparannya, Prof. Philiphi menyimpulkan bahwa ilmu kimia lingkungan adalah ilmu yang sedang berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad ke-21.<\/span><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\"> \u201cIlmu ini (kimia lingkungan) membutuhkan background informasi dari disiplin ilmu lainnya, karena proses produksi material dapat melepaskan senyawa kimia ke lingkungan yang berpotensi dapat menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan,\u201d ujar Koordinator Prodi Ilmu Lingkungan PPs Undana itu. <\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Dalam rangka memitigasi kerusakan lingkungan dan pencemaran lingkungan, Prof. Philiphi menyebut, model penembangan material baru harus mengedepankan aspek lingkungan sebagai prioritas utama dan berfokus pada pencegahan pencemaran lingkungan. <\/span><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">\u201cKita ketahui Bersama bahwa tema hari lingkungan tahun 2022 ini Only One Earth (Sustainably in Harmony with Nature). Oleh karena itu, pengetahuan tentang kimia lingkungan dan model pengembangan kimia hijau (green chemistry) merupakan salah satu pengungkit untuk merawat bumi ini dengan bijaksana dalam rangka mewujudkan peradaban baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">\u201cMengembangkan peradaban dimana manusia, alam, dan lingkungan dapat hidup secara harmonis sehingga dapat tercipta keadilan ekologi (ecological justice) dimana apa yang kita nikmati sekarang dapat juga dinikmati oleh anak cucu kita kelak, dengan kuantitas dan kualitas lingkungan yang sama,\u201d pungkas ayah dari Monica Esterina, Johanna Arnoldia de Rozari itu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div id=\"attachment_9011\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-9011\" class=\"wp-image-9011 size-large\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-07-at-15.23.49-1024x682.jpeg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"682\" \/><p id=\"caption-attachment-9011\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Pengalungan Gordon Guru Besar kepada Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph. D oleh Prof. Dr. Aloysius Liliweri, M.S di Graha Cendana, Kamis (7\/6\/2022)<\/span><\/p><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc dalam sambutannya mengatakan, menjadi seorang profesor bukanlah sesuatu yang gampang. Sebab, sejak tahun 2010 administrasi pengurusan Dupak sangat sulit. Hal ini menghambat munculnya guru besar-guru besar baru di PTN maupun di PTS. <\/span><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Meski demikian, ia terus mendorong munculnya profesor-profesor baru di Undana. Sebab, hal itu merupakan tanggungjawab Rektor. <\/span><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Dalam waktu dekat, Rektor menyebut Dr. Apris Adu juga akah dikukuhkan menjadi Guru Besar pada Fakultas Kesehatan Masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Saat ini, jumlah Guru Besar berada di angka 2,2 persen dari yang diharapkan pada angka 20 persen. Karena itu, strategi dan kebijakan yang dilakukan Rektor adalah mendorong Wakil Rektor Bidang Akademik Undana agar segear membuat Tim Percepatan Guru Besar Undana, termasuk menggratiskan penggunaan Gedung Graha Cendana untuk mengukuhkan para guru besar. <\/span><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">\u00a0<\/span><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Pada akhir sambutannya, ia menyampaikan selamat kepada Prof. Philip yang telah dikukuhkan menjadi Guru Besar. <\/span><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">\u201cKepada Prof. Philiphi de Rozari, keluarga de Rozari dan Benyamin dan semua yang terkait di dalamnya, kebanggaan dan sukacita sehubungan dengan pengukuhan hari ini, bukan saja kebanggaan bagi keluarga, tapi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Undana,\u201d pungkas Rektor Undana. (rfl)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'courier new', courier, monospace\">Tim Humas, Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif\">Contact Person (CP): 0813 4331 7070<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'courier new', courier, monospace\">Kunjungi Media Sosial Undana<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif\"><strong>YouTube:<\/strong>\u00a0Official Universitas Nusa Cendana:<\/span> <span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif\"><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCtB1iZTSBH9etwVDCeeD2yw\">https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCtB1iZTSBH9etwVDCeeD2yw<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif\"><strong>Facebook:<\/strong>\u00a0Universitas Nusa Cendana:<\/span> <span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif\"><a href=\"https:\/\/web.facebook.com\/nusacendana1962\">https:\/\/web.facebook.com\/nusacendana1962<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif\"><strong>Instagram:<\/strong>\u00a0universitas.nusa.cendana<\/span> <span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/universitas.nusa.cendana\/\">https:\/\/www.instagram.com\/universitas.nusa.cendana\/<\/a><\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc.,Ph. D, akhirnya dikukuhkan menjadi Guru Besar bidang Kimia Lingkungan pada Fakultas Sains&nbsp;<a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2022\/prof-philiphi-dikukuhkan-jadi-guru-besar-kimia-lingkungan-fst\/\">&hellip;<\/a><\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":9031,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-9007","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","odd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9007","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9007"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9007\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9031"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}