{"id":8415,"date":"2022-04-08T05:36:58","date_gmt":"2022-04-08T05:36:58","guid":{"rendered":"https:\/\/undana.ac.id\/?p=8415"},"modified":"2022-04-08T05:36:58","modified_gmt":"2022-04-08T05:36:58","slug":"lepas-peserta-kkn-rektor-minta-mahasiswa-undana-berdampak-bagi-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2022\/lepas-peserta-kkn-rektor-minta-mahasiswa-undana-berdampak-bagi-masyarakat\/","title":{"rendered":"Lepas Peserta KKN, Rektor Minta Mahasiswa Undana Berdampak bagi Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;font-size: 12pt\">Rektor Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc, meminta mahasiswa Undana agar tidak saja meningkatkan kemampuan kognitif dan soft skill di kampus, tetapi harus bisa berdampak bagi masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pasalnya, saat ini masyarakat NTT masih dililit sejumlah persoalan, terutama masalah pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Karena itu, hal tersebut harus diselesaikan dengan tawaran solusi dan aksi nyata dari mahasiswa. Permintaan tersebut disampaikan Rektor Dr. Maxs pada kegiatan Pelepasan Mahasiswa KKN Undana Periode Semester Genap 2022 di Aula Rektorat Undana, Jumat (8\/4\/2022).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Hadir pada kesempatan itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Sipri Suban Garak, M. Sc, WR Bidang Kerja Sama, Ir. I Wayan Mudita, M. Sc., Ph. D, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Dr. Damianus Adar, M. Ec, sejumlah pegawai dan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;font-size: 12pt\">Menurut Rektor, tema KKN yang diusung saat ini sangat strategis, karena sesuai dengan persoalan yang dialami masyarakat NTT, yakni tentang stunting, dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta survey data kebencanaan. Ia menyebut, data nasional menunjukkan 24,4 persen stunting. Namun, dua kabupaten di NTT, yakni Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU), tingkat prevalensi stunting mencapai 46 persen. \u201cArtinya, itu dua kali lipat. Dari 10 anak terdapat 5 anak yang mengalami gagal tumbuh. Tentu ini akan berpengaruh ke aspek otak,\u201d tandas Rektor sembari menyesalkan stigma NTT yang disebut bodoh, miskin dan tidak sehat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div id=\"attachment_8422\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-8422\" class=\"wp-image-8422 size-large\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/8b2803e5-9f38-4c33-95ac-d88fdb02bce2-1024x682.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"682\" \/><p id=\"caption-attachment-8422\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Sejumlah mahasiswa peserta KKN Periode Semster Genap 2022 serius mengikuti arahan yang diberikan Rektor Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc, pada acara pelepasan yang dilaksanakan di Aula Rektorat, Jumat (8\/4\/2022).<\/span><\/p><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;font-size: 12pt\">Ia mengatakan bahwa Indonesia akan masuk dalam bonus demografi, di mana populasi produktif akan lebih banyak dari populasi non produktif. \u201cNamun, hal ini juga ancaman ketika masalah stunting masih melanda NTT. Padahal populasi produktif sangat penting dalam mendorong NTT guna mencapai visi Indonesia emas 2045,\u201d papar Rektor. Karena itu, target penurunan angka stunting hingga 14 persen tahun 2024, harus disikapi dengan eksen riil di lapangan dengan optimisme.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;font-size: 12pt\">Karena itu, salah satu program penting Kemendikbudristek yang sedang menjadi fokus setiap Perguruan Tinggi (PT) adalah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dengan 8 (delapan) program MBKM tersebut, menurut Dr. Maxs, pada intinya mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi harus berdampak bagi masyarakat. Dengan demikian, lanjut Rektor, Undana tidak saja menjadi menara gading, tetapi menjadi menara air bagi masyarakat NTT.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;font-size: 12pt\">Terkait dengan persoalan lazim yang kerap terjadi, yakni soal lokasi KKN, Rektor menegaskan, mahasiswa Undana harus malu dengan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) hingga Universitas Gadjah Mada (UGM) yang justru memilih pedalaman NTT, semisal Sabu Raijua, Alor dan lainnya menjadi lokasi KKN. Rektor menegaskan, sejumlah persoalan yang terjadi di tengah masyarakat NTT harus diselesaikan dengan tawaran solusi dan aksi nyata dari mahasiswa Undana. Pada akhir arahannya, pihaknya\u00a0 meminta DPL agar rutin melakukan\u00a0 pendampingan dengan para mahasiswa, agar kegiatan KKN bisa berjalan dengan baik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;font-size: 12pt\">Sementara Koordinator Pusat (Koorpus) KKN, LP2M, Dantje Sina, MT., Ph. D dalam laporannya mengungkapkan KKN semester genap tahun ini mengusung dua tema strategis, yakni penurunan stunting dan penguatan potensi desa dalam rangka penguatan BUMDes. Untuk mendukung dua tema tersebut, KKN akan dilaksanakan di 14 kabupaten\/kota di NTT dengan peserta KKN sebanyak 1.998 mahasiswa. \u201c1.998 mahasiswa ini akan tersebar di 198 kelompok, di mana 153 kelompok desa\/kelurahan dan 14 kelompok di kabupaten\/kota dan 54 kelompok akan ber-KKN di unit-unit di Undana,\u201d terang Dantje.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;font-size: 12pt\">Ia menambahkan, dalam rangka persiapan pelaksanaan KKN, terdapat serangkaian kegiatan dilakukan antara lain, survey lokasi KKN untuk melihat potensi kegiatan yang bisa dilakukan oleh mahasiswa KKN Undana, sekaligus mengkonfirmasi pihak tuan rumah untuk menerima mahaisswa peserta KKN Undana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;font-size: 12pt\">Ia menyebut, perekrutan DPL juga telah dilakukan, termasuk penyamaan persepsi soal tema KKN. Dantje menambahkan bahwa pembekalan KKN telah dilakukan sejak tanggal 6-7 lalu. Sementara pelepasan KKN dilakukan tanggal 8 April. Mahasiswa KKN, jelas dia, akan mulai melakukan KKN tanggal 11 April \u2013 11 Juni 2022. (rfl)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'courier new', courier, monospace\">Tim Humas, Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif\">Contact Person (CP): 0813 4331 7070<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'courier new', courier, monospace\">Kunjungi Media Sosial Undana<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif\"><strong>YouTube:<\/strong>\u00a0Official Universitas Nusa Cendana:<\/span> <span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif\"><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCtB1iZTSBH9etwVDCeeD2yw\">https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCtB1iZTSBH9etwVDCeeD2yw<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif\"><strong>Facebook:<\/strong>\u00a0Universitas Nusa Cendana:<\/span> <span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif\"><a href=\"https:\/\/web.facebook.com\/nusacendana1962\">https:\/\/web.facebook.com\/nusacendana1962<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif\"><strong>Instagram:<\/strong>\u00a0universitas.nusa.cendana<\/span> <span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/universitas.nusa.cendana\/\">https:\/\/www.instagram.com\/universitas.nusa.cendana\/<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Rektor Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc, meminta mahasiswa Undana agar tidak saja meningkatkan kemampuan kognitif dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2022\/lepas-peserta-kkn-rektor-minta-mahasiswa-undana-berdampak-bagi-masyarakat\/\">&hellip;<\/a><\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":8421,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-8415","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","odd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8415","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8415"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8415\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8421"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8415"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8415"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8415"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}