{"id":7555,"date":"2021-12-17T07:46:13","date_gmt":"2021-12-17T07:46:13","guid":{"rendered":"https:\/\/undana.ac.id\/?p=7555"},"modified":"2021-12-17T07:46:13","modified_gmt":"2021-12-17T07:46:13","slug":"penanggulangan-masalah-kesmas-di-ntt-ugm-dan-undana-kolaborasi-program-kadaireka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2021\/penanggulangan-masalah-kesmas-di-ntt-ugm-dan-undana-kolaborasi-program-kadaireka\/","title":{"rendered":"Penanggulangan Masalah Kesmas di NTT, UGM dan Undana Kolaborasi Program Kadaireka"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) berkolaborasi dalam program \u201cKadaireka UGM Cinta NTT\u201d untuk menanggulangi masalah kesehatan masyarakat (kesmas) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain masalah kesehatan seperti Covid-19, fokus penanggulangan masalah kesehatan yang dilakukan Undana-UGM adalah soal <em>stunting<\/em> yang hari-hari ini\u00a0 semakin serius.<\/p>\n<p>Pasalnya, Dasboard Pemantauan Terpadu Percepatan Pencegahan <em>Stunting<\/em> yang dikelola Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia, secara nasional menyebut masih ada sekitar 27,7% bayi di bawah lima tahun yang mengalami <em>stunting.<\/em> Sedangkan di tingkat provinsi, angka <em>stunting<\/em> Nusa Tenggara Timur (NTT) pada balita berada di urutan tertinggi secara nasional yang mencapai 43,82% dan untuk tingkat Kabupaten\/Kota di NTT, ranking pertama balita <em>stunting<\/em> ditempati Timor Tengah Utara (56,80%) yang disusul oleh Timor Tengah Selatan (56%), di antara 22 Kabupaten\/Kota.<\/p>\n<p>Demikian dijelaskan Koordinator Tim Agro dan Pangan UGM, Suadi, S. Pi., M. Agr., Ph. D melalui rilis yang diterima Humas Undana, Kamis (16\/12\/2021).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div id=\"attachment_7557\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-7557\" class=\"wp-image-7557 size-large\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/ok-1024x466.jpeg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"466\" \/><p id=\"caption-attachment-7557\" class=\"wp-caption-text\">Masyarakat peserta pelatihan dan perangkat Desa Ofu dan Desa Babuin Kecamatan Kolbano, TTS foto bersama Tim Agro dan Pangan UGM tanggal 29 November lalu.<\/p><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia mengatakan, Tim Agro dan Pangan Undana-UGM mengawali kegiatan dengan koordinasi lapangan, peningkatan kapasitas fasilitator lokal melalui <em>Training of Trainer<\/em> (ToT) dan kegiatan lapangan di desa mitra sekaligus desa contoh sejak tanggal 27 November hingga 2 Desember 2021 lalu. Dua desa tersebut adalaha Desa Ofu dan Desa Babuin Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).<\/p>\n<p>\u201cUGM kemudian mencoba menerjemahkan secara mikro dan teknis permasalahan stunting tersebut menjadi program penanggulangan yang bersifat transdisipliner bertajuk UGM <em>Comprehensive and Integrated Action for<\/em> NTT (UGM Cinta NTT), yang melibatkan sedikitnya empat disiplin keilmuan,\u201d paparnya. Empat disiplin ilmu tersebut yaitu Kesehatan Masyarakat (Tim Kesehatan), Pertanian (pemanfaatan sumberdya, budidaya hingga pengolahan) (Tim Agro dan Pangan), Energi dan Infrastruktur (Tim Energi), serta Sosiologi (sosial, budaya, dan institusi) (Tim) sebagai model pendekatan. Tidak hanya bekerja lintas bidang ilmu, bersinergi dengan industri, melalui program Kedaireka UGM Cinta NTT, tim juga menguatkannya kemitraan dengan institusi di daerah.<\/p>\n<p>Pihaknya menyebut, Tim Agro dan Pangan membangun dan menguatkan kemitraan dengan Undana, khususnya dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan. Tim tersebut juga merupakan tim lintas bidang yang berasal dari Fakultas Pertanian, Fakultas Farmasi dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM. \u201cProgram Cinta NTT Bidang Agro dan Pangan ditujukan untuk mengakselerasi perbaikan kesehatan melalui inisiasi ketahanan pangan dan penguatan keberdayaan keluarga di lokasi sasaran, yaitu di dua desa contoh: Desa Ofu dan Desa Babuin Kecamatan Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan,\u201d urainya.<\/p>\n<div id=\"attachment_7558\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-7558\" class=\"wp-image-7558 size-large\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/WhatsApp-Image-2021-12-16-at-07.17.04-1024x768.jpeg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"768\" \/><p id=\"caption-attachment-7558\" class=\"wp-caption-text\">Ketua Tim Agro dan Pangan UGM, Suadi, Ph. D menyerahkan panduan Pengolahan Tepung Ikan kepada kelompok masyarakat Desa Ofu dan Desa Babuin, Kecamatan Kolbano, TTS.<\/p><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Upaya tersebut, jelas Suadi ditujukan agar dimasa mendatang tercapai kemandirian masyarakat dalam pemenuhan gizi pangan dan kesehatan serta kecukupan ekonomi berbasis potensi lokal. Untuk itu Tim Agro melakukan beberapa kegiatan bersama, diantaranya adalah kampanye dan pelatihan pemanfaatan sumberdaya lokal untuk pangan bergizi tinggi, siap saji atau siap konsumsi, untuk peningkatan ketahahanan kesehatan keluarga.<\/p>\n<p>Suadi menyebut, TOT juga telah dilaksanakan di Kampus FKP Undana melalui pelatihan memanfaatkan berbagai modul yang disiapkan sebelumnya (video dan cetak). Modul yang dilatihkan meliputi: <em>First,<\/em> pengenalan-pelatihan pengolahan bahan baku lokal (ikan, biji-bijian dan umbi-umbian) menjadi tepung dan dilanjutkan pemanfaatan tepung menjadi produk turunan, diantaranya bubur instan dan camilan (termasuk pengemasan). <em>Second,<\/em> pengenalan dan pelatihan pembuatan <em>cabinet dryer<\/em> guna mendukung proses pengolahan bahan baku lokal menjadi tepung.<\/p>\n<p>Dan, <em>ketiga,<\/em> pengenalan-pelatihan produksi beras analog dari bahan lokal berbasis tepung. Setelah TOT, kegiatan dilanjutkan di lapangan dengan belajar bersama masyarakat di dua desa mitra. \u201cUntuk mendukung keberlanjutan program kelompok sasaran difasilitasi peralatan pendukung produksi pangan sesuai rencana program. Mengingat isu yang sangat besar dan sulit untuk diselesaikan dalam waktu singkat, program ini diharapkan bisa berlanjut di tahun berikut untuk meningkatkan kapasitas<br \/>\nmasyarakat menjawab persoalan yang ada,\u201d terang Suadi.<\/p>\n<p>Terpisah, Dekan FKP Undana, Dr. Franchy C. Liufeto, S.Pi., M.Si menyatakan bahwa kolaborasi bersama tersebut sesungguhnya akan menampilkan pembagian peran dan sinergitas untuk target sukses. \u201cSukses untuk mengentaskan stunting yang menjadi Pekarjaan Rumah (PR) di NTT yang angka <em>stunting<\/em> tertingginya ada di desa Ofu dan Babuin Timor Tengah Selatan,\u201d ujar Dr. Franchy.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, keterlibatan FKP Undana melalui dua (dua) staf dosen, yakni Dr. Lady Cindy Soewarlan, S.Pi., M.Pi, Dr. Alexander L. Kangkan, S. Pi., M. Si, serta 3 (tiga) orang mahasiswa menawarkan pemanfaatan hasil untuk mendukung dihasilkannya produk pangan bubur untuk Baduta dan Badita dan beras analog untuk mengatasi stunting. Dr. Franchy menyebut, ada sejumlah alat penepung dan extruder (pencetak beras) yang diserahkan FKP Undana untuk mendukung kelangsungan target <em>stunting<\/em> tersebut. \u201cSemoga sinergi ini akan dapat dilanjutkan FKP Undana untuk direaplikasi di tempat dan wilayah <em>stunting<\/em> lainnya di NTT,\u201d pungkasnya. <strong>(*\/rfl)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) berkolaborasi dalam program \u201cKadaireka UGM Cinta NTT\u201d untuk menanggulangi masalah&nbsp;<a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2021\/penanggulangan-masalah-kesmas-di-ntt-ugm-dan-undana-kolaborasi-program-kadaireka\/\">&hellip;<\/a><\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":7556,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-7555","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","odd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7555","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7555"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7555\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7556"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7555"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7555"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7555"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}