{"id":55560,"date":"2026-01-27T19:27:29","date_gmt":"2026-01-27T11:27:29","guid":{"rendered":"https:\/\/undana.ac.id\/?p=55560"},"modified":"2026-01-27T19:27:29","modified_gmt":"2026-01-27T11:27:29","slug":"part-2-lpdp-gandeng-belanda-dan-nus-dalam-skema-beasiswa-co-funding-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2026\/part-2-lpdp-gandeng-belanda-dan-nus-dalam-skema-beasiswa-co-funding-2026\/","title":{"rendered":"Part 2 : LPDP Gandeng Belanda dan NUS dalam Skema Beasiswa Co-Funding 2026"},"content":{"rendered":"<p><p align=\"justify\"><strong>JAKARTA<\/strong> \u2013 Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terus memperkuat ekosistem pendidikan tinggi nasional melalui perluasan akses internasional. Melalui skema beasiswa <em>co-funding<\/em> (pendanaan bersama), LPDP menjalin kolaborasi strategis dengan mitra global ternama, termasuk Pemerintah Belanda dan National University of Singapore (NUS).<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Kebijakan ini dipaparkan dalam Webinar Sosialisasi Beasiswa LPDP <em>Co-Funding<\/em> yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube LPDP RI, Senin (26\/1\/2026). Skema ini merupakan bagian dari transformasi LPDP untuk menciptakan efisiensi anggaran sekaligus meningkatkan kuota penerima beasiswa melalui pembagian beban biaya bersama universitas mitra.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"><strong>Strategi Optimalisasi Dana Abadi<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Kepala Divisi Pengembangan dan Kerja Sama Beasiswa LPDP, Agam Bayu Suryanto, menjelaskan bahwa pendekatan <em>co-funding<\/em> memungkinkan dana abadi pendidikan terserap secara lebih optimal. Dengan adanya dukungan dana dari mitra internasional, LPDP dapat mengirimkan lebih banyak talenta terbaik bangsa ke universitas top dunia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Screenshot-412-1024x576.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-55562\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">\u201cSkema <em>co-funding<\/em> bukan sekadar efisiensi, tetapi cara kami membangun kemitraan yang setara dengan institusi global. Pendaftar juga memiliki peluang mengikuti skema <em>bundling<\/em>, di mana mereka dapat mendaftar beasiswa kemitraan sekaligus program strategis lain seperti STEM atau SHARE secara simultan,\u201d ujar Agam.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"><strong>Tiga Program Unggulan Kemitraan 2026<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Dalam sosialisasi tersebut, LPDP mengumumkan tiga program utama yang saat ini telah dibuka untuk putra-putri terbaik Indonesia:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Screenshot-424-1024x576.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-55561\" \/><\/figure>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Beasiswa Kemitraan Belanda (Magister)<\/strong>: Fokus pada sektor ketahanan pangan, maritim, dan energi. Terbuka bagi publik maupun aparatur negara (PNS\/TNI\/Polri) dengan standar kemampuan bahasa Inggris yang kompetitif.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Beasiswa NUS Business School<\/strong>: Dirancang untuk mencetak pemimpin bisnis kelas dunia. Program ini memberikan batas usia yang fleksibel, terutama bagi PNS fungsional (hingga 42 tahun), dengan tenggat pendaftaran 15 Februari 2026.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Beasiswa NUS &#8211; Master in Venture Creation (MSVC)<\/strong>: Fokus pada pengembangan kewirausahaan dan inovasi bisnis. Uniknya, program ini dikhususkan bagi masyarakat umum (non-ASN) yang memiliki rencana bisnis (<em>business plan<\/em>) konkret. Pendaftaran dibuka hingga 23 Februari 2026.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"><strong>Mekanisme Seleksi yang Terintegrasi<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Pendaftar yang telah memiliki surat penerimaan tanpa syarat (<em>Letter of Acceptance\/LoA<\/em>) dari perguruan tinggi mitra akan mendapatkan jalur cepat langsung ke tahap wawancara. Sementara bagi yang belum memiliki LoA, wajib melewati seleksi bakat skolastik sebelum diajukan ke universitas tujuan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"55564\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Screenshot-422-1024x576.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-55564\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Keunggulan skema ini adalah sistem perlindungan bagi pendaftar. Jika peserta lolos seleksi LPDP namun gagal mendapatkan LoA dari mitra <em>co-funding<\/em>, mereka tetap memiliki kesempatan untuk dialihkan ke program beasiswa strategis lainnya, sehingga peluang studi tetap terjaga.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Melalui kolaborasi lintas negara ini, LPDP optimis dapat mempercepat lahirnya teknokrat dan akademisi unggul yang siap membawa perspektif global untuk kemajuan pembangunan nasional Indonesia. (Iyl)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Webinar Sosialisasi Beasiswa LPDP Co-Funding, Netherland, NUS BIZ, NUS MSVC\" width=\"1200\" height=\"675\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/TjqerxgFWOc?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terus memperkuat ekosistem pendidikan tinggi nasional melalui perluasan akses internasional. Melalui skema beasiswa&nbsp;<a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2026\/part-2-lpdp-gandeng-belanda-dan-nus-dalam-skema-beasiswa-co-funding-2026\/\">&hellip;<\/a><\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":55565,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-55560","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","odd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55560","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55560"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55560\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55560"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55560"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}