{"id":54987,"date":"2026-01-14T12:11:52","date_gmt":"2026-01-14T04:11:52","guid":{"rendered":"https:\/\/undana.ac.id\/?p=54987"},"modified":"2026-01-14T12:11:52","modified_gmt":"2026-01-14T04:11:52","slug":"dosen-belajar-sepanjang-hayat-kemendiktisaintek-dorong-skema-non-gelar-untuk-akselerasi-kompetensi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2026\/dosen-belajar-sepanjang-hayat-kemendiktisaintek-dorong-skema-non-gelar-untuk-akselerasi-kompetensi\/","title":{"rendered":"Dosen Belajar Sepanjang Hayat: Kemendiktisaintek Dorong Skema Non-Gelar untuk Akselerasi Kompetensi"},"content":{"rendered":"<p><p align=\"justify\"><strong>JAKARTA<\/strong> \u2013 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menegaskan bahwa pengembangan kualitas dosen kini tidak lagi terbatas pada pengejaran gelar akademik melalui tugas belajar. Dalam webinar nasional bertajuk &#8220;Pengembangan Kompetensi Dosen selain Tugas Belajar&#8221; yang digelar secara daring pada Rabu (14\/1\/2026), kementerian mendorong skema pembelajaran yang lebih fleksibel, adaptif, dan relevan dengan dinamika industri.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Langkah ini merupakan upaya menjawab tantangan ekosistem pendidikan tinggi yang menuntut dosen untuk terus memperbarui potensi dirinya di luar jalur formal. Webinar tersebut menjadi forum strategis untuk memetakan solusi atas hambatan regulasi kepegawaian ASN yang selama ini dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi ruang pembelajaran non-gelar bagi para pendidik.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Togar Simatupang, saat membuka acara menyampaikan bahwa pengembangan kompetensi harus diselaraskan dengan kebutuhan organisasi. \u201cKebijakan pengembangan kompetensi ASN saat ini memberikan peluang besar bagi pembelajaran sepanjang hayat yang lebih terstruktur. Hal ini menciptakan keselarasan antara perkembangan individu dosen dengan tujuan strategis institusi,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Screenshot-381-1024x576.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-54989\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"><strong>Strategi 70:20:10 dan ASN Corporate University<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Dalam webinar tersebut, dipaparkan strategi pengembangan kompetensi menggunakan pendekatan <strong>70:20:10<\/strong>. Skema ini menitikberatkan pada:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>70 Persen:<\/strong> Pembelajaran berbasis pengalaman kerja langsung.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>20 Persen:<\/strong> Pembelajaran melalui interaksi sosial dan jejaring.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>10 Persen:<\/strong> Pembelajaran formal yang terukur.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Guna mendukung pendekatan ini, Kemendiktisaintek mulai menerapkan konsep <strong>ASN Corporate University<\/strong>. Melalui konsep ini, perguruan tinggi didorong menjadi pusat pembelajaran terintegrasi yang mampu mengelola perencanaan hingga evaluasi dampak pelatihan terhadap kinerja individu secara mandiri.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Screenshot-383-1024x576.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-54990\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"><strong>Skema Alternatif bagi Dosen<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Beberapa skema non-tugas belajar yang dapat dioptimalkan oleh dosen untuk memperkuat empat kompetensi utama (pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional) antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Fellowship &amp; Postdoctoral:<\/strong> Untuk pendalaman riset tingkat lanjut.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>On the Job Training &amp; Pertukaran Pegawai:<\/strong> Untuk menyerap praktik terbaik di industri atau institusi mitra.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Visiting Professor:<\/strong> Untuk perluasan jejaring akademik internasional.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"54991\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Screenshot-388-1024x576.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-54991\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"54992\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Screenshot-387-1024x576.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-54992\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden RI, khususnya pada poin keempat mengenai pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Dengan pemahaman yang lebih luas mengenai skema non-gelar ini, para pengelola kepegawaian di perguruan tinggi diharapkan dapat lebih proaktif dalam memfasilitasi pengembangan karir dosen yang berkelanjutan dan responsif terhadap perubahan zaman. (IyL)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Pengembangan Kompetensi Dosen Non Tugas Belajar (Kendala dan Peluang Regulasi)\" width=\"1200\" height=\"675\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/U3sPBACdkqs?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menegaskan bahwa pengembangan kualitas dosen kini tidak lagi terbatas pada pengejaran&nbsp;<a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2026\/dosen-belajar-sepanjang-hayat-kemendiktisaintek-dorong-skema-non-gelar-untuk-akselerasi-kompetensi\/\">&hellip;<\/a><\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":54988,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-54987","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","odd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54987","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54987"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54987\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54987"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54987"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54987"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}