{"id":53929,"date":"2025-12-09T16:55:58","date_gmt":"2025-12-09T08:55:58","guid":{"rendered":"https:\/\/undana.ac.id\/?p=53929"},"modified":"2025-12-09T16:55:58","modified_gmt":"2025-12-09T08:55:58","slug":"undana-jadi-simpul-komunikasi-lintas-sektor-dorong-perlindungan-pmi-responsif-gender-di-ntt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2025\/undana-jadi-simpul-komunikasi-lintas-sektor-dorong-perlindungan-pmi-responsif-gender-di-ntt\/","title":{"rendered":"Undana Jadi Simpul Komunikasi Lintas Sektor, Dorong Perlindungan PMI Responsif Gender di NTT"},"content":{"rendered":"<p><p align=\"justify\"><strong>KUPANG <\/strong>\u2013 Universitas Nusa Cendana (Undana) menegaskan komitmennya terhadap isu kemanusiaan dan keadilan sosial dengan menjadi simpul utama dalam forum perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kupang. Lokakarya dan lokalatih bertajuk \u201cPeningkatan Kepatuhan Implementasi <em>Fair Recruitment<\/em> dan Pengawasan Penempatan dan Perlindungan Migran Indonesia yang Responsif Gender di Tingkat Daerah\u201d ini mempertemukan aktor-aktor kunci: International Labour Organization (ILO), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Jaringan Buruh Migran (JBM), dan pemerintah daerah.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Acara yang berlangsung selama tiga hari, 9 hingga 11 Desember 2025, di Hotel Swiss-Belcourt, Kupang, ini menyoroti urgensi perlindungan migran, terutama perempuan, yang mencakup lebih dari 60% PMI di rantai migrasi regional dan rentan terhadap risiko diskriminasi, upah tidak adil, dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Keterlibatan aktif Undana di forum ini mencerminkan peran strategis kampus sebagai agen perubahan dan penyedia <em>platform<\/em> diskusi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Pekerja-Migran-Indonesia-27-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-53931\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Keterlibatan Undana diwakili oleh dua mahasiswa, Novari Dalita Hans Reke, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BLM) FISIP, dan Bela S. Natasya Say, Sekretaris BLM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), yang dipercaya menjadi relawan sekaligus pembawa acara. Kedua mahasiswa ini bertindak sebagai jembatan komunikasi, memastikan alur diskusi antara pembuat kebijakan, pengusaha, aktivis, dan standar internasional berjalan efektif.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Dalita mengungkapkan, kesempatan ini membuka kesadarannya bahwa isu PMI melampaui sekadar pekerjaan, melainkan menyangkut martabat dan hak asasi manusia. Ia dan Bela berkomitmen untuk membagikan wawasan yang diperoleh dari forum ini kepada sesama mahasiswa dan masyarakat luas. Bela secara khusus menargetkan sosialisasi di kampung halamannya di Rote, mengingat banyaknya masyarakat di sana yang menjadi PMI di Malaysia.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Pada hari pertama pelaksanaan forum, Sinthia Harkrisnowo, Koordinator Program ILO-PROTECT INDONESIA, menegaskan mandat Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) sejak 1919 yang mencakup perlindungan pekerja migran. Semua standar ketenagakerjaan internasional berlaku bagi PMI, termasuk konvensi mengenai hak asasi manusia dan penghapusan kekerasan. Standar ini menuntut negara asal dan negara tujuan bekerja sama secara strategis.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"53932\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Pekerja-Migran-Indonesia-7-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-53932\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"53933\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Pekerja-Migran-Indonesia-15-1024x669.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-53933\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Imron Natsir, Ketua Komite Migran Bidang Ketenagakerjaan DPN APINDO, menyoroti urgensi Prinsip Perekrutan yang Adil (<em>Fair Recruitment<\/em>) dan responsif gender. Prinsip ini menekankan bahwa biaya perekrutan tidak boleh dipungut dari pekerja (<em>Employer Pays Principle<\/em>) dan menjamin perlindungan dari kekerasan berbasis gender (GBV) serta pelecehan, sejalan dengan tujuan untuk mencegah praktik kerja paksa dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Dari sisi pemerintah, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Eko Iswantono, M.M., Direktur Pengawasan, Pencegahan, dan Penindakan KP2MI\/BP2MI, memaparkan upaya pengawasan yang didasarkan pada UU Nomor 18 Tahun 2017. Pemerintah berupaya meminimalisir eksploitasi dan TPPO serta memaksimalkan penempatan PMI terampil, dengan strategi yang meliputi reformasi kelembagaan dan penguatan kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"53934\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Pekerja-Migran-Indonesia-12-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-53934\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"53935\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Pekerja-Migran-Indonesia-18-1024x686.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-53935\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Keterlibatan aktif mahasiswa Undana sebagai agen perubahan menegaskan komitmen institusi untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan dan tanggung jawab sosial. Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, Undana memperkuat posisinya dalam membangun kesadaran sosial dan komitmen terhadap perlindungan PMI, demi tegaknya keadilan dan martabat tenaga kerja Indonesia. (<em>Fnt<\/em>)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUPANG \u2013 Universitas Nusa Cendana (Undana) menegaskan komitmennya terhadap isu kemanusiaan dan keadilan sosial dengan menjadi simpul utama dalam forum&nbsp;<a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2025\/undana-jadi-simpul-komunikasi-lintas-sektor-dorong-perlindungan-pmi-responsif-gender-di-ntt\/\">&hellip;<\/a><\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":53930,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-53929","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","odd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53929","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53929"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53929\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53929"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53929"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53929"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}