{"id":50818,"date":"2025-10-24T16:42:01","date_gmt":"2025-10-24T08:42:01","guid":{"rendered":"https:\/\/undana.ac.id\/?p=50818"},"modified":"2025-10-24T16:42:01","modified_gmt":"2025-10-24T08:42:01","slug":"tinggalkan-hafalan-surface-learning-prodi-biologi-fkip-undana-dorong-transformasi-pembelajaran-berbasis-deep-learning-menuju-era-society-5-0","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2025\/tinggalkan-hafalan-surface-learning-prodi-biologi-fkip-undana-dorong-transformasi-pembelajaran-berbasis-deep-learning-menuju-era-society-5-0\/","title":{"rendered":"Tinggalkan Hafalan (Surface Learning): Prodi Biologi FKIP Undana Dorong Transformasi Pembelajaran Berbasis Deep Learning Menuju Era Society 5.0"},"content":{"rendered":"<p><p align=\"justify\"><strong>KUPANG<\/strong> \u2013 Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) menyelenggarakan Seminar Nasional (Semnas) IV dengan tema krusial: \u201cTransformasi Pembelajaran Biologi Berbasis <em>Deep Learning<\/em> Menuju Era Society 5.0.\u201d Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrida (<em>online-offline<\/em>) pada Jumat (24\/10\/2025) ini menghadirkan pakar dari UNS Surakarta, Dr. Bowo Sugiarto, S.Pd., M.Pd., sebagai pembicara utama.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Dalam paparannya, Dr. Bowo menjelaskan bahwa masyarakat telah beralih dari Revolusi Industri 4.0 menuju Society 5.0\u2014sebuah era yang mengombinasikan <em>super smart society<\/em> dengan pendekatan yang berpusat pada manusia (<em>human-centered<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><p align=\"justify\">\u201cTeknologi harus kembali memanusiakan manusia. Di era 5.0, manusia harus menjadi pusat dari setiap kemajuan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/narsum-semnas-biologi-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-50823\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><p align=\"justify\"><strong>Tantangan Pendidikan Biologi di Indonesia<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Dr. Bowo menyoroti tantangan utama di Indonesia, di mana pembelajaran biologi masih didominasi oleh <em>surface learning<\/em>, yaitu pendekatan yang menitikberatkan pada hafalan fakta ketimbang pemahaman mendalam. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya integrasi antara biologi, teknologi, dan nilai-nilai kemanusiaan.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Untuk menjawab tantangan tersebut, ia mendorong transformasi melalui pembelajaran berbasis <em>deep learning<\/em>. Transformasi ini harus berpegangan pada tiga prinsip: 1) <em>mindful learning<\/em> (kesadaran penuh), 2) <em>meaningful learning<\/em> (bermakna dan kontekstual), dan 3) <em>joyful learning<\/em> (menyenangkan dan memotivasi).<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"><em>Deep learning<\/em>, menurutnya, bukan sekadar belajar secara kuantitatif, tetapi merupakan proses refleksi mendalam, kolaborasi, dan perubahan fundamental pada cara berpikir.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><p align=\"justify\">\u201c<em>Deep learning<\/em> harus menekankan proses, bukan sekadar hasil akhir. Tujuannya bukan nilai ujian tinggi, tetapi perubahan sikap dan cara berpikir,\u201d katanya.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"50824\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Semnas-Biologi3-1024x576.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-50824\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"50825\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/semnas-biologig-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-50825\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><p align=\"justify\"><strong>Mencetak Generasi Cerdas dan Berkarakter (<em>Humane<\/em>)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Dr. Bowo menekankan bahwa tujuan pendidikan di era Society 5.0 adalah mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi (<em>smart<\/em> secara digital), tetapi juga memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang kuat (<em>humane<\/em>). Pembelajaran harus mengintegrasikan keterampilan digital dengan kemampuan berpikir kritis, empati, dan kesadaran sosial.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Senada dengan visi tersebut, Koordinator Prodi Pendidikan Biologi FKIP Undana, Dr. Andam S. Ardan, M.Si., menjelaskan relevansi seminar ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/semnas-biologi--1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-50826\" \/><\/figure>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><p align=\"justify\">\u201cProdi Pendidikan Biologi ingin ambil bagian untuk mendalami dan mengkaji lebih lanjut tema ini. Melalui seminar, peserta dan pemakalah dapat berbagi hasil penelitian, menjalin kolaborasi, dan memperoleh informasi baru untuk pengembangan riset, terutama bagi mahasiswa calon guru,\u201d jelasnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai wilayah, termasuk Nias, ini diharapkan dapat memperluas wawasan dosen dan mahasiswa mengenai inovasi pembelajaran berbasis <em>deep learning<\/em> yang relevan dengan tuntutan era digital saat ini. (<em>Ref<\/em>)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUPANG \u2013 Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) menyelenggarakan Seminar Nasional (Semnas)&nbsp;<a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2025\/tinggalkan-hafalan-surface-learning-prodi-biologi-fkip-undana-dorong-transformasi-pembelajaran-berbasis-deep-learning-menuju-era-society-5-0\/\">&hellip;<\/a><\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":50822,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-50818","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","odd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50818","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50818"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50818\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50818"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50818"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}