{"id":50568,"date":"2025-10-20T12:15:10","date_gmt":"2025-10-20T04:15:10","guid":{"rendered":"https:\/\/undana.ac.id\/?p=50568"},"modified":"2025-10-20T12:15:10","modified_gmt":"2025-10-20T04:15:10","slug":"kemdiktisaintek-buka-beasiswa-doktor-pdpsdn-2025-dukung-riset-unggulan-rp25-juta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2025\/kemdiktisaintek-buka-beasiswa-doktor-pdpsdn-2025-dukung-riset-unggulan-rp25-juta\/","title":{"rendered":"Kemdiktisaintek Buka Beasiswa Doktor (PDPSDN) 2025: Dukung Riset Unggulan Rp25 Juta"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA<\/strong> \u2013 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Program Doktor Penyelesaian Studi di Dalam Negeri (PDPSDN) 2025. Program ini ditujukan untuk mempercepat penyelesaian studi doktoral, khususnya bagi mahasiswa dengan topik riset unggulan nasional yang membutuhkan dukungan pendanaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendaftaran dilakukan secara daring (<em>online<\/em>) melalui laman resmi <code><em>beasiswa.kemdiktisaintek.go.id<\/em><\/code>, dan dibuka terbatas mulai 18 hingga 26 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Target Spesifik: Penelitian Disertasi dan Bantuan <em>Lumpsum<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Beasiswa PDPSDN menargetkan mahasiswa Program Doktoral (S-3) di perguruan tinggi dalam negeri yang telah melewati tahap kritis, yaitu lulus ujian proposal disertasi dan sedang fokus menjalankan tahap penelitian. Program ini bukan beasiswa biaya hidup, melainkan dukungan pembiayaan untuk riset.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Screenshot-2025-10-20-120858-edited-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-50573\" style=\"width:840px;height:auto\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Bantuan yang diberikan berupa dana penelitian sebesar Rp25 juta yang akan dicairkan secara <em>lumpsum<\/em> (sekaligus) dalam satu tahap. Dana ini wajib digunakan dalam tahun anggaran berjalan untuk kebutuhan penelitian seperti bahan habis pakai, penggandaan, penyewaan alat, dan biaya pendukung kegiatan riset lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Persyaratan Utama dan Tahapan Seleksi Ketat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pendaftar diwajibkan memenuhi sejumlah kriteria utama, yaitu Warga Negara Indonesia (WNI), berstatus sebagai Mahasiswa aktif program doktoral dengan akreditasi program studi minimal <strong>Baik Sekali<\/strong>, Telah <strong>lulus ujian proposal disertasi<\/strong> dan Belum menerima beasiswa atau hibah penelitian lain dengan komponen pendanaan serupa.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Seleksi penerimaan beasiswa ini akan dilakukan melalui dua tahap yang ketat. <strong>Seleksi Administrasi<\/strong> akan berlangsung pada 28 Oktober hingga 2 November 2025, dilanjutkan dengan <strong>Seleksi Substansi (Wawancara)<\/strong> yang akan dilaksanakan pada 6 hingga 9 November 2025.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil akhir penerimaan dijadwalkan akan diumumkan pada 10 hingga 12 November 2025. PPAPT menekankan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan daring, dan setiap bentuk pelanggaran atau kecurangan akan dikenakan sanksi administratif, termasuk pembatalan dan kewajiban pengembalian dana.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui PDPSDN 2025, Kemdiktisaintek mengambil langkah strategis untuk memperkuat kapasitas penelitian dan mempercepat kelulusan mahasiswa doktor, mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional menuju Indonesia Emas 2045. (<em>Iyl<\/em>)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) resmi membuka pendaftaran&nbsp;<a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2025\/kemdiktisaintek-buka-beasiswa-doktor-pdpsdn-2025-dukung-riset-unggulan-rp25-juta\/\">&hellip;<\/a><\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":50569,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-50568","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","odd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50568","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50568"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50568\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}