{"id":5046,"date":"2020-11-18T15:19:31","date_gmt":"2020-11-18T07:19:31","guid":{"rendered":"https:\/\/undana.ac.id\/?p=5046"},"modified":"2020-11-18T15:19:31","modified_gmt":"2020-11-18T07:19:31","slug":"undana-mewisuda-712-lulusan-pascasarjana-profesi-dan-sarjana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2020\/undana-mewisuda-712-lulusan-pascasarjana-profesi-dan-sarjana\/","title":{"rendered":"Undana Mewisuda 712 Lulusan Pascasarjana, Profesi dan Sarjana"},"content":{"rendered":"<ul>\n<li><strong>Gubernur: Ciptakan Lapangan Pekerjaan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam rangka Dies Natalis ke-58, Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mewisuda 712 wisudawan, terdiri dari 44 orang bergelar Magister, 2 orang bergelar Profesi dan 666 orang bergelar Sarjana. Total alumni hingga\u00a0 saat ini yang telah dihasilkan Undana sebanyak 70. 356 orang.<\/p>\n<p>Gubernur NTT, Victor\u00a0 B. Laiskodat ketika memberi\u00a0 sambutannya meminta kepada para wisudawan agar tidak terpaku mencari pekerjaan, namun berupaya menciptakan lapangan pekerjaan. Ia mengapresiasi, Undana meski dalam kondisi sulit pandemi covid-19, namun mampu menggelar wisuda secara daring. \u201cTerima kasih kepada Undana, karena lewat lembaga ini telah memberikan kontribusi bagi pembangunan di NTT,\u201d ujarnya . Ia mengaku, sarjana merupakan kebanggaan setiap orang, karena memiliki karakter dan intelektual. Kendati demikian, kata dia, kecerdasan tersebut harus memberikan kontribusi dan manfaat bagi orang lain. \u201cKalau urus diri sendiri saja tidak mampu, bahkan urus diri saja tidak mampu itu tandanya sarjana bodoh itu tidak layak dapat gelar. Karena yang bersangkuta sudah harus mampu menolong dirinya sendiri termasuk menolong orang lain,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Ia juga meminta para sarjana agar menciptakan lapangan pekerjaan. Khusus bagi sarjana pertanian, perikanan dan peternakan, gubernur meminta agar menerapkan ilmunya untuk menciptakan lapangan kerja. \u201cSaya berharap sarjana peternakan, kalau mau diwisuda di Undana, harus memiliki ternak babi, atau kambing masing-masing 50 ekor, atau sapi sebanyak 25 ekor,\u201d ujarnya sambil meminta Rektor Undana, Prof. Fred Benu agar memberlakukan hal itu kepada para mahasiswa yang hendak diwisuda.<\/p>\n<p>Ia juga mengapresiasi lulusan Fakultas Kedokteran Undana, yang memiliki kualitas baik di dunia kerja. Karena itu, ia meminta kerjasama konkrit antara Undana dan Pemprov NTT agar para mahasiswa bisa menciptakan lapangan kerja sendiri setelah diwisuda.<\/p>\n<div id=\"attachment_5047\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-5047\" class=\"size-medium wp-image-5047\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/1-300x160.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"160\" srcset=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/1-300x160.jpg 300w, https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/1-1024x546.jpg 1024w, https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/1.jpg 1419w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><p id=\"caption-attachment-5047\" class=\"wp-caption-text\">Rektor, Prof. Fred Benu saat memberikan penghargaan kepada para wisudawan terbaik.<\/p><\/div>\n<p>Rektor Undana, Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D dalam sambutannya mengaku usia Undana, saat ini sudah tak muda lagi. Kendati demikian , jika dibandingkan dengan institusi sejenis terkemuka di dunia, usia ini masih sangat mudah belia. \u201cUniversitas tertua di dunia yang terus beroperasi sejak berdiri adalah University of Bologna, 1888. Muda atau tua, tentu saja tidak bisa diukur hanya dengan usia.\u00a0 Melainkan dari kontribusi yang diberikan bagi kemaslahatan bangsa dan kemanusiaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia mengaku, wisuda merupakan aaat-satat membahagiakan, tidak saja bagi orangtua, tetapi bagi civitas Undana.Wisuda menandakan para wisudawan telah siap memasujki dunia nyata, yang penuh dengan pilihan. \u201cSaya percaya setelah melalui gemblengan almamater\u00a0 Undana, wisudawan akan mempu membuat pilihan tepat dan tepat untuk masa depan yang penuh dengan pilihan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Wisuda Undana, khususnya Dies Natalis ke-58 kali ini masih dilaksanakan dalam suasana covid-19. Sehingga, sampai saat ini pula proses perkuliahan, seminar dan ujian masih dilaksanakan secara daring.<\/p>\n<p>Rektor mengaku, posisi Undana saat ini tidak tepat jika disebut kampus yang berada di daerah pelosok atau pinggiran. \u201cDalam kaitan dengan istilah ini sangat tidak tepat dalam hubungan dengan negara tentangga dan strategi geo-politik regionalm maupun global. Dalam kedua kontekls tersebut, kawasan dimana Undana terletak sesungguhnya merupakan kawasan garis depan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Dijelaskan, para wisudawan kali ini adalah mereka yang lulus melalui ujian Skripsi, Tesis, dan Disertasi yang dilakukan secara daring. Hal ini telah melahirkan kisah tersendiri, di mana yang belum terbiasa mengunakan IPTEK, mau tidak mau harus belajar menggunakannya.<\/p>\n<p>\u201cKami menyikapi covid 19 dengan cara berbeda. Undana berlokasi di pinggiran tetapi kami tidak mau terpingggirkan. Dari pada terus mengeluh dan banyak mengkritik, kami berupaya semampu kami untuk mengubah\u00a0 posisi pinggiran kami menjadi garis depan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pihaknya mengaku memanfaatkan posisi geografis dan geo-politik untuk menjadikan Undana garis depan. \u201cKami memamnfaatkan sisi geografis di garis depan ini untuk semakin mempererat kolaborasi dengan universitas mitra kami di dua negaran tetangga yaitu Australia dan Timor Leste. Itu menjadikan kami menjadi garis depan antara lain dengan menjadikan national vocal point. Dalam mengevaluasi dampak regional pandemic covid- 19 terhadap sektor pertanian lahan kering,\u201d tambahnya. Undana membangun mindset garis depan ini, jelas Rektor, bukan hanya sejak pandemic ini, melainkan sejak menjadikan lahan kering kepulauan sebagai PIP dan pusat unggulan.\u00a0 Pada kesempatan itu, ia juga mengajak para wisudawan untuk menciptakan pekerjaan, bukan untuk mencari pekerjaan. [rfl\/ds]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gubernur: Ciptakan Lapangan Pekerjaan Dalam rangka Dies Natalis ke-58, Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mewisuda 712 wisudawan, terdiri dari 44&nbsp;<a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2020\/undana-mewisuda-712-lulusan-pascasarjana-profesi-dan-sarjana\/\">&hellip;<\/a><\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":5048,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-5046","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","odd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5046","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5046"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5046\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5048"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5046"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5046"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5046"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}