{"id":48976,"date":"2025-09-24T21:03:19","date_gmt":"2025-09-24T13:03:19","guid":{"rendered":"https:\/\/undana.ac.id\/?p=48976"},"modified":"2025-09-24T21:03:19","modified_gmt":"2025-09-24T13:03:19","slug":"dr-hamza-wulakada-ajak-undana-berdampak-hingga-akar-masyarakat-lewat-visi-inklusif-berkualitas-dan-andalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2025\/dr-hamza-wulakada-ajak-undana-berdampak-hingga-akar-masyarakat-lewat-visi-inklusif-berkualitas-dan-andalan\/","title":{"rendered":"Dr. Hamza Wulakada Ajak Undana Berdampak hingga Akar Masyarakat Lewat Visi &#8220;Inklusif, Berkualitas, dan Andalan&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><p align=\"justify\"><strong>KUPANG<\/strong> \u2013 Dalam Rapat Senat Terbuka Bakal Calon Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) periode 2025\u20132029, Dr. Hamza H. Wulakada, S.P., M.Si., memaparkan visi ambisiusnya: menjadikan Undana &#8220;Inklusif, Berkualitas, dan Andalan&#8221; bagi pembangunan berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur. Gagasan ini bukan hanya sebatas slogan, melainkan panggilan untuk memastikan peran Undana benar-benar terasa hingga ke akar masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Tampil sebagai kandidat nomor urut satu, Dr. Hamza memulai presentasinya dengan pernyataan yang menyentuh. Ia mengaku kehadirannya bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk menyambung perjuangan seluruh civitas akademika dan masyarakat NTT. \u201cHari ini, saya hadir dan berdiri di sini bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk menyambung hasrat dan perjuangan kalian,\u201d ujarnya, membingkai pidatonya dengan pesan tanggung jawab yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Sebagai akademisi sekaligus organisatoris, Dr. Hamza dikenal sebagai figur yang memadukan kerja-kerja akademik dengan kepekaan sosial. Produktivitasnya terlihat dari sembilan buku yang ia tulis serta ratusan penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah ia hasilkan. Latar belakangnya yang kuat di dunia birokrasi dan organisasi, seperti Koordinator Prodi Magister PIPS dan Sekretaris Dewan Pengawas BLU Undana, menjadi modal untuk memimpin kampus ke depan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/DSC09442-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-48978\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Untuk mewujudkan visinya, Dr. Hamza menggariskan enam misi strategis. Ia berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan riset unggulan, serta memperkuat pengabdian masyarakat yang berbasis riset. Selain itu, ia juga akan fokus pada integrasi kearifan lokal, perbaikan tata kelola universitas, dan penguatan kerja sama kolaboratif.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Agar misi tersebut membumi, Dr. Hamza memperkenalkan konsep <strong>&#8220;KIKIKIK&#8221;<\/strong>, sebuah singkatan dari <strong>Keteladanan, Integritas, Kolaboratif, Inklusif, Kebhinekaan, Inovatif, dan Keberlanjutan<\/strong>. Konsep ini menjadi panduan etika bagi seluruh civitas akademika Undana. \u201cSiapapun berhak tumbuh dan berkembang di Undana, namun integritas dan kolaborasi harus menjadi pemandu setiap langkah kita,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Dr. Hamza juga menyentuh keresahan yang begitu nyata di NTT, seperti ketimpangan, keterbatasan akses, dan mutu pendidikan yang belum merata. Menurutnya, Tridharma Perguruan Tinggi perlu diperbarui agar lebih menekankan dampak nyata. Ia mengusulkan perombakan kurikulum dengan pendekatan <em>Outcome-Based Education<\/em> (OBE), mendirikan <em>Center of Excellence<\/em> untuk riset inovatif, dan menyediakan beasiswa afirmasi bagi mahasiswa dari daerah 3T.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">\u201cPengabdian masyarakat harus berbasis riset dan partisipatif, bukan sekadar memberi bantuan sesaat. Jika kita hanya berbagi bakti tanpa kontribusi nyata, tidak ada bedanya dengan komunitas biasa,\u201d ujarnya. Ia meyakini bahwa Undana harus menjadi agen perubahan, bukan sekadar menara gading.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/DSC06004-edited-scaled.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-49012\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Lebih lanjut, ia percaya bahwa membangun kampus bukan hanya soal ruang kelas dan riset, tetapi juga bagaimana Undana dirawat lewat tata kelola dan kolaborasi. Ia mengajak seluruh elemen, termasuk alumni dan pemangku kepentingan, untuk bergandengan tangan. \u201cSemua orang pintar ada di Undana, dan tugas kita adalah menggerakkan mereka bersama,\u201d tuturnya, menegaskan pentingnya sinergi.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Dr. Hamza mengakhiri pemaparannya dengan sebuah refleksi mendalam. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan Undana tidak diukur dari jumlah riset atau peringkat semata, tetapi dari dampaknya di tengah masyarakat. \u201cJika kita bisa membuat masyarakat bangga dan berterima kasih karena memiliki Undana, baru Undana Berdampak yang selama ini kita gaungkan terasa,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\">Pemaparan ini tidak hanya menggariskan program kerja, tetapi juga menawarkan sebuah visi kepemimpinan yang berlandaskan pada etika, kolaborasi, dan komitmen untuk menjadikan Undana sebagai kekuatan yang relevan dan berdampak bagi kemajuan NTT. (<em>Audc<\/em>)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUPANG \u2013 Dalam Rapat Senat Terbuka Bakal Calon Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) periode 2025\u20132029, Dr. Hamza H. Wulakada, S.P.,&nbsp;<a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2025\/dr-hamza-wulakada-ajak-undana-berdampak-hingga-akar-masyarakat-lewat-visi-inklusif-berkualitas-dan-andalan\/\">&hellip;<\/a><\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":48977,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-48976","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","odd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48976"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48976\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48977"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}