{"id":44173,"date":"2025-07-03T22:05:12","date_gmt":"2025-07-03T14:05:12","guid":{"rendered":"https:\/\/undana.ac.id\/?p=44173"},"modified":"2025-07-03T22:05:12","modified_gmt":"2025-07-03T14:05:12","slug":"beasiswa-jhl-merah-putih-kasih-harapan-baru-untuk-sarjana-pertanian-dan-peternakan-di-ntt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2025\/beasiswa-jhl-merah-putih-kasih-harapan-baru-untuk-sarjana-pertanian-dan-peternakan-di-ntt\/","title":{"rendered":"Beasiswa JHL Merah Putih Kasih: Harapan Baru untuk Sarjana Pertanian dan Peternakan di NTT"},"content":{"rendered":"<p><p align=\"justify\"> <strong>Kupang<\/strong>&nbsp;\u2013 Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere menjalin kemitraan strategis dengan Yayasan JHL Merah Putih Kasih melalui penandatanganan <em>Memorandum of Understanding<\/em>&nbsp;(MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kerja sama ini merupakan bagian dari program nasional ambisius bertajuk \u201c1000 Sarjana JHL Merah Putih\u201d, yang secara konkret berupaya mendukung swasembada dan kemandirian pangan Indonesia melalui penguatan pendidikan tinggi di bidang pertanian dan peternakan. Acara bersejarah ini berlangsung di kampus Undana Kupang, menandai babak baru dalam upaya mencetak generasi unggul di sektor krusial ini.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Penandatanganan MoU antara Undana dan JHL Merah Putih Kasih&nbsp;menjadi puncak dari pembahasan teknis beasiswa yang telah berjalan&nbsp;sebelumnya bersama dua fakultas di Undana, yakni FPKP dan Faperta. Di kesempatan yang sama, JHL Merah Putih Kasih&nbsp;juga memperluas jangkauan kerjasamanya dengan Unipa, yang diwakili langsung oleh Rektor Unipa, Dr. Jonas Klemens G. D. Gobang, S.Fil., MA, dan Dekan Fakultas Pertanian Unipa. Kehadiran kedua rektor dari perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur ini menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan program beasiswa pertanian yang digagas oleh JHL Merah Putih Kasih.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/JHL-1-of-6-scaled-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-44176\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Dalam sambutannya, Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya kerja sama ini. &#8220;Ini merupakan suatu kehormatan besar bagi Undana. Kami menerima uluran kasih yang luar biasa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih,&#8221; ujarnya. Prof. Maxs juga menyoroti populasi mahasiswa Undana yang mencapai lebih dari 32 ribu, dengan 35-38 persen di antaranya berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang memiliki 20 program studi. Undana sendiri merupakan salah satu dari delapan universitas penerima beasiswa KIP Kuliah terbanyak di Indonesia, sehingga kehadiran program beasiswa JHL Merah Putih Kasih&nbsp;menjadi penopang vital bagi mahasiswa kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><p align=\"justify\"> <strong>Dukungan Nyata untuk Kemandirian Pangan<\/strong><strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Apresiasi senada disampaikan oleh Rektor Unipa, Dr. Jonas Gobang, yang memandang bantuan dari JHL Merah Putih Kasih&nbsp;sebagai wujud nyata kasih bagi para mahasiswa. &#8220;Kami bersyukur atas uluran kasih ini. Beasiswa ini tidak hanya sekadar bantuan biaya kuliah, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berkontribusi nyata di lapangan,&#8221; tuturnya. Dr. Jonas menambahkan bahwa Unipa memiliki lahan praktik pertanian yang telah dimanfaatkan oleh para penerima beasiswa sejak hari pertama, memungkinkan mereka mengaplikasikan ilmu secara langsung. Ia juga mengungkapkan bahwa mahasiswa penerima beasiswa Unipa terlibat aktif dalam program makan bergizi gratis, memberikan ruang belajar sambil bekerja dan berkontribusi langsung kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Jerry Hermawan Lo, Ketua Dewan Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih, menyatakan kegembiraannya atas kolaborasi dengan kampus-kampus di Nusa Tenggara Timur. &#8220;Saya sangat senang bisa hadir dan mendengar langsung masukan dari para pimpinan kampus. Kami masih akan mengunjungi beberapa kampus lainnya untuk memperluas program ini,&#8221; ungkap Jerry. Ia menjelaskan bahwa program \u201c1000 Sarjana JHL Merah Putih\u201d adalah kontribusi konkret yayasan dalam mencetak generasi unggul di bidang pertanian dan peternakan. Fokus pada satu bidang ini, menurut Jerry, akan menghasilkan dampak yang lebih tajam dan signifikan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/JHL-2-of-6-scaled-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-44177\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Jerry Hermawan Lo menegaskan pentingnya memaksimalkan potensi sumber daya alam dan manusia Indonesia. &#8220;Negara-negara lain memiliki keterbatasan alam seperti tidak melihat matahari atau hanya mengalami musim dingin. Kita di Indonesia memiliki kekayaan alam dan sumber daya manusia. Maka kita harus bersyukur dan memanfaatkannya secara optimal,&#8221; tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya menyiapkan sistem pertanian yang logis, terukur, dan mampu bersaing di pasar global. Sinergi dengan sektor swasta, seperti yang dilakukan JHL Merah Putih Kasih, dianggap krusial mengingat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) seringkali belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><p align=\"justify\"> <strong>Mencetak Petani Unggul dan Mandiri<\/strong><strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Visi Yayasan JHL Merah Putih Kasih untuk memberikan 1.000 beasiswa kepada mahasiswa pertanian dalam lima tahun kini hampir tuntas. Hingga saat ini, yayasan yang didirikan oleh pengusaha agrobisnis Jerry Hermawan Lo ini telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 800 mahasiswa pertanian dari berbagai kampus di Tanah Air. Penandatanganan kerja sama dengan Undana dan Unipa semakin mendekatkan yayasan pada target mulia tersebut, dengan 80 mahasiswa Undana dan 20 mahasiswa Unipa menjadi penerima beasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Jerry Hermawan Lo mengungkapkan rasa terima kasihnya karena beasiswa yang diberikan diterima dengan baik oleh pihak universitas dan mahasiswa. Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan biaya hidup para mahasiswa penerima beasiswa ini akan ditanggung sepenuhnya oleh JHL Foundation hingga mereka lulus. Program ini telah menjangkau berbagai perguruan tinggi dengan fakultas pertanian, termasuk Universitas Lampung (Unila), Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Pertanian Bogor (IPB), Sekolah Tinggi Pertanian dan Kewirausahaan (STPK) Banau, Universitas Riau, Universitas Jambi, dan Universitas Tirtayasa, Banten.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"44181\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/41892675058289ed6c9ad8056a151b2d-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-44181\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"44174\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/JHL-4-of-6-scaled-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-44174\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"44175\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/JHL-6-of-6-scaled-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-44175\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Menurut Jerry, potensi pertanian Indonesia sangat besar dengan kekayaan sumber daya alam yang dimilikinya. Oleh karena itu, pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian menjadi sangat penting. &#8220;Jika masyarakat Indonesia tak bisa mengelola sumber daya alam yang kaya ini, maka jelas banyak negara-negara dunia yang ingin menggarapnya,&#8221; ujarnya. Beasiswa dari JHL Foundation hadir sebagai bagian dari upaya bersama mahasiswa untuk mengelola kekayaan alam Indonesia demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> &#8220;Karena saya melihat Indonesia mempunyai potensi sumber daya alam yang baik. Lantas kita ini mempunyai <em>market<\/em>&nbsp;yang sangat besar, negara-negara lain sangat iri melihat Indonesia. Mereka ingin sekali mencaplok Indonesia kalau tidak diperbaiki kualitas sumber daya manusianya,&#8221; jelas Jerry Hermawan Lo. Pemilik JHL Group ini menegaskan niat baiknya untuk mencerdaskan anak bangsa melalui program beasiswa ini, seraya turut ambil bagian dalam pembangunan dan kemajuan negeri.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Jerry Hermawan Lo menjelaskan alasannya memilih fokus pada beasiswa pertanian. &#8220;Kenapa saya harus di pertanian? Karena inilah yang cocok bagi saya untuk Indonesia. Kenapa saya tidak di kedokteran? Sebab kalau di kedokteran mahasiswanya tidak bisa buka praktik sebelum lulus. Tapi kalau mahasiswa pertanian, sebelum lulus pun bisa langsung mempraktikkan dan memiliki nilai tambah untuk pertanian,&#8221; kata Jerry. Ia berharap, dari beasiswa ini akan tercetak banyak petani andal yang mampu mengelola lahan di kampungnya masing-masing, memberikan manfaat besar bagi lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Menurut Jerry, ada lima hal fundamental yang harus terpenuhi untuk memajukan pertanian Indonesia. Pertama, sumber daya alam yang melimpah, di mana Indonesia sangat diuntungkan. Kedua, infrastruktur yang memadai, yang juga sudah dimiliki oleh negara ini. Dengan kombinasi potensi alam dan sumber daya manusia yang berkualitas, Jerry percaya Indonesia akan mampu menjadi pemain utama dalam sektor pertanian global.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Ketiga, kepastian hukum. Menurutnya, kepastian hukum di Indonesia sudah baik. Keempat, sumber daya manusia (SDM). Tinggal bagaimana bisa membuatnya lebih baik lagi. Lalu, terakhir adalah investor. &#8220;Jadi, tujuan saya memberikan beasiswa tidak lain hanya untuk membangun negeri dengan membekali ilmu para SDM muda agar nantinya bisa membuat pertanian Indonesia menjadi lebih maju,&#8221; sambungnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/JHL-5-of-6-scaled-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-44178\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Selain itu, Direktur Program Beasiswa JHL Foundation Merah Putih Kasih, Johan Sembiring mengatakan, dari gagasan Jerry Hermawan Lo mencetak 1.000 Sarjana Pertanian dalam 5 tahun, akan segera menuntaskannya.&nbsp;Sampai saat ini, sudah lebih dari 800 beasiswa yang sudah diberikan kepada yang berhak.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Beasiswa diberikan mulai kampus yang berada di sebelah barat Indonesia dan sekarang diberikan di kampus yang ada di timur Tanah Air. &#8220;Jadi, tinggal dua atau tiga kampus lagi, JHL Foundation akan tuntas memberikan 1.000 beasiswa mahasiswa pertanian,&#8221; kata Johan.&nbsp;(<em>Ing<\/em>)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang&nbsp;\u2013 Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere menjalin kemitraan strategis dengan Yayasan JHL Merah Putih Kasih&nbsp;<a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2025\/beasiswa-jhl-merah-putih-kasih-harapan-baru-untuk-sarjana-pertanian-dan-peternakan-di-ntt\/\">&hellip;<\/a><\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":44179,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-44173","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","odd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44173","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44173"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44173\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44179"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}