{"id":43750,"date":"2025-06-21T20:35:50","date_gmt":"2025-06-21T12:35:50","guid":{"rendered":"https:\/\/undana.ac.id\/?p=43750"},"modified":"2025-06-21T20:35:50","modified_gmt":"2025-06-21T12:35:50","slug":"undana-dan-kemensos-kolaborasi-hadapi-kemiskinan-struktural-menuju-data-akurat-dan-pendidikan-merata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2025\/undana-dan-kemensos-kolaborasi-hadapi-kemiskinan-struktural-menuju-data-akurat-dan-pendidikan-merata\/","title":{"rendered":"Undana dan Kemensos Kolaborasi Hadapi Kemiskinan Struktural: Menuju Data Akurat dan Pendidikan Merata"},"content":{"rendered":"<p><p align=\"justify\"> <strong>Kupang<\/strong>&nbsp;\u2013 Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam respons terhadap dinamika sosial dan kebijakan pemerintah. Komitmen ini diperkuat dengan kunjungan kerja Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Ditjen Linjamsos) Kementerian Sosial RI, Prof. H. Agus Zainal Ariffin, S.Kom.,M.Kom, pada Jumat, 20 Juni 2025, pukul 08.30 WITA di Ruang Rapat Rektor. Kehadiran Prof. Agus bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sinyal kuat perhatian pemerintah pusat terhadap potensi perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial di daerah.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Kunjungan ini disambut hangat oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Undana, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si, beserta jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor Bidang Akademik Prof.Dr.drh. Annytha I R Detha., M.Sc, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama, Yefri C Adoe, SE, Dekan dan Wakil Dekan dari sejumlah Fakultas, dan pejabat terkait. Momentum ini menjadi titik tolak bagi Undana untuk tampil sebagai mitra kritis, tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga memberikan masukan berbasis akademik yang konstruktif. &#8220;Dari kunjungan ini, menurut Bapak Dirjen ada banyak hal yang bisa kita kolaborasi bersama antara Kementerian Sosial dan Akademisi,&#8221; ujar Prof. Paul G. Tamelan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/A7C00779-scaled-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-43758\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Kehadiran Prof. Agus membuka ruang diskusi mendalam tentang potensi kerja sama strategis, khususnya dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM),&nbsp;penanggulangan kemiskinan, dan penyaluran bantuan sosial. Isu krusial yang disoroti Prof. Agus adalah banyaknya anak-anak putus sekolah yang tidak tersentuh bantuan negara karena &#8220;tidak terlihat&#8221; dalam sistem administratif. Permasalahan ini muncul akibat keterbatasan akses layanan kependudukan seperti pencatatan kelahiran, KTP, Kartu Keluarga (KK), dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), serta ketimpangan sumber daya aparatur desa dalam memvalidasi dan memverifikasi data warga.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Dalam konteks inilah, Undana diharapkan dapat berperan aktif dengan sumber daya ilmiah dan jaringan pengabdiannya. &#8220;Saya berharap Bapak\/Ibu sekalian ikut turun lapangan, menengok masyarakat datanya tercatat atau tidak,&#8221; tegas Prof. Agus, menekankan urgensi partisipasi akademisi dalam pemutakhiran data sosial.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <p align=\"justify\"><strong>Peran Undana dalam Mengatasi Kemiskinan Struktural dan Pendidikan yang Tak Merata<\/strong><strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Isu ini melampaui masalah teknis semata; ini adalah cerminan ketimpangan struktural yang mengancam prinsip keadilan sosial. Undana diundang untuk menjadi bagian dari sejarah sosial bangsa sebagai pencatat, penjembatan, dan pembela bagi mereka yang selama ini terpinggirkan oleh sistem. &#8220;Kebanyakan dari mereka tidak memiliki akses NIK, tidak diurus oleh Lurah. Itulah mengapa saya berharap anak-anak Undana Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sana sebagai wujud nyata menyelamatkan bangsa kita,&#8221; ungkap Prof. Agus, menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam upaya ini. Perjuangan melawan kemiskinan bukan hanya tugas Kementerian Sosial, melainkan tanggung jawab moral seluruh elemen bangsa, terutama lembaga pendidikan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Prof. Arifin juga menyoroti keprihatinan mendalam terhadap fenomena kemiskinan yang diturunkan dari generasi ke generasi, bukan hanya akibat faktor ekonomi, tetapi juga pola pikir yang terbentuk dalam lingkungan penuh keterbatasan. &#8220;Akibat dari orang tua yang miskin menghasilkan anak yang miskin, termasuk miskin <em>mindset<\/em>&nbsp;juga,&#8221; jelasnya. Kemiskinan di Indonesia, menurut Prof. Arifin, tidak hanya soal penghasilan, tetapi juga berkaitan erat dengan budaya, ekspektasi hidup, serta sistem nilai yang berkembang dalam keluarga miskin. Banyak orang tua miskin tidak mendorong anak-anak mereka untuk memiliki impian yang lebih tinggi karena keterbatasan kesempatan yang mereka alami.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/A7C00793-1-scaled-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-43759\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Dalam presentasinya, Prof. Arifin memaparkan langkah konkret pemerintah dalam menjawab persoalan pendidikan yang belum merata melalui Program Sekolah Rakyat, sebuah program unggulan Presiden RI, Prabowo Subianto. &#8220;Rencananya tahun ini akan dibangun 100 sekolah, besok akan diresmikan 14 unit. Pak Prabowo akan meresmikan 100 sekolah di kabupaten se-Indonesia. NTT punya satu, yaitu Sentra Efata,&#8221; paparnya. Program ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin, anak putus sekolah, serta mereka yang tinggal di daerah sulit akses, berfungsi sebagai perpanjangan tangan negara untuk mengisi kesenjangan yang belum terjangkau oleh sistem formal.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Kunjungan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial ke Undana bukan sekadar agenda kelembagaan, melainkan panggilan bersama untuk menyatukan langkah antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam perjuangan melawan kemiskinan struktural dan ketimpangan pendidikan. Dalam forum yang sarat makna ini, Dirjen tidak hanya menyampaikan keprihatinan atas banyaknya anak-anak Indonesia yang kehilangan masa depan karena kemiskinan. Ia juga membawa harapan dan solusi konkret: pembangunan Sekolah Rakyat dan ajakan kolaborasi kampus untuk memperbaiki pendataan sosial serta menjangkau keluarga yang selama ini terabaikan oleh sistem.<\/p>\n\n\n\n<p><p align=\"justify\"> Undana, sebagai institusi akademik yang tumbuh di Nusa Tenggara Timur\u2014provinsi dengan tantangan sosial yang nyata\u2014memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak perubahan sosial. Mahasiswa KKN didorong untuk tidak hanya menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi menjadi relawan kemanusiaan, fasilitator harapan, dan pelurus data sosial di lapangan. Dengan kolaborasi ini, harapan besar pun mulai tumbuh: bahwa kemiskinan tidak harus diwariskan, pendidikan dapat menjangkau mereka yang tertinggal, dan negara dapat hadir lebih dekat bila kampus ikut berjalan bersamanya&nbsp;(<em>Iyl<\/em>)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang&nbsp;\u2013 Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam respons terhadap dinamika sosial dan kebijakan pemerintah. Komitmen&nbsp;<a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2025\/undana-dan-kemensos-kolaborasi-hadapi-kemiskinan-struktural-menuju-data-akurat-dan-pendidikan-merata\/\">&hellip;<\/a><\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":43756,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-43750","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","odd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43750","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43750"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43750\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43756"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43750"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43750"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43750"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}