{"id":42568,"date":"2025-05-28T09:51:24","date_gmt":"2025-05-28T01:51:24","guid":{"rendered":"https:\/\/undana.ac.id\/?p=42568"},"modified":"2025-05-28T09:51:24","modified_gmt":"2025-05-28T01:51:24","slug":"after-class-market-wadah-inovasi-mahasiswa-feb-undana-tarik-perhatian-wali-kota-kupang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2025\/after-class-market-wadah-inovasi-mahasiswa-feb-undana-tarik-perhatian-wali-kota-kupang\/","title":{"rendered":"After Class Market: Wadah Inovasi Mahasiswa FEB Undana Tarik Perhatian Wali Kota Kupang"},"content":{"rendered":"<p align=\"justify\"><strong>KUPANG \u2013<\/strong> Semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) kian berkobar dengan suksesnya penyelenggaraan <em>After Class Market<\/em>. Kegiatan mini expo yang digagas oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana ini menjadi wadah kreatif bagi para mahasiswa untuk mengembangkan ide dan usaha bisnis mereka secara nyata. <em>After Class Market<\/em> hadir sebagai respons terhadap rendahnya tingkat kewirausahaan nasional, sekaligus membuka ruang kolaboratif bagi mahasiswa yang ingin terjun ke dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n<p align=\"justify\">Acara yang berlangsung selama dua hari ini, dari tanggal 27 hingga 28 Mei 2025, di Lopo Kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana, menarik perhatian banyak pihak, termasuk Wali Kota Kupang, Christian Widodo. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan <em>booth<\/em> bazar produk kreatif mahasiswa, tetapi juga dimeriahkan dengan penampilan seni, lokakarya kewirausahaan, serta kompetisi ide bisnis, dekorasi <em>booth<\/em>, dan penjualan terbanyak yang didukung sistem transaksi QRIS.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-04-at-09.23.113.jpeg\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-04-at-09.23.113-1024x682.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-42564\" style=\"width:473px;height:auto\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p align=\"justify\"><em>After Class Market<\/em> dihelat pada pukul 12.00 hingga 18.00 WITA di hari pertama, dan pukul 10.00 hingga 18.00 WITA di hari kedua. Terbuka untuk umum, kegiatan ini berhasil mempertemukan para pelaku usaha muda dengan pengunjung, mentor, dan calon investor. Harapannya, kegiatan ini mampu mendorong tumbuhnya ekosistem kewirausahaan kampus yang berkelanjutan, memperkuat jejaring antarmahasiswa, serta membuka peluang pengembangan bisnis mahasiswa ke tingkat yang lebih serius dan profesional. Melalui inisiatif ini, mahasiswa Undana berupaya mewujudkan semangat kewirausahaan muda yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.<\/p>\n\n\n\n<p align=\"justify\"><strong>Wali Kota Kupang Apresiasi Potensi Wirausaha Muda<\/strong><br>Wali Kota Kupang, Christian Widodo, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan After Class Market. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Kupang dalam membangun daya saing ekonomi berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Christian Widodo melihat <em>After Class Market <\/em>sebagai jembatan penting yang mempertemukan dunia akademik dengan dunia usaha, sekaligus mendekatkan produk inovatif mahasiswa kepada pasar.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-04-at-09.24.09.jpeg\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-04-at-09.24.09-1024x682.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-42563\" style=\"width:482px;height:auto\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p align=\"justify\">Pada Rabu (28\/5\/2025), Wali Kota Christian Widodo secara langsung mengunjungi 16 tenant peserta <em>After Class Market<\/em>. Dalam kesempatan tersebut, ia tak hanya berkeliling, tetapi juga berdiskusi dan memberikan motivasi kepada para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa acara ini adalah ajang eksplorasi dan ekspresi kreatif bagi generasi muda untuk semakin memahami seluk-beluk dunia usaha. &#8220;Ini adalah wadah eksplorasi dan ekspresi kreatif orang muda untuk semakin memahami dunia usaha,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p align=\"justify\">Christian Widodo juga mengajak para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang latihan sebelum terjun langsung ke lapangan. Ia menekankan pentingnya mental yang kuat, kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan fokus dalam menjalani pendidikan maupun dunia usaha. &#8220;Sebagai calon wirausahawan, mahasiswa harus melatih diri untuk punya mental yang bagus serta terus belajar dan beradaptasi,&#8221; pesannya.<\/p>\n\n\n\n<p align=\"justify\">Produk-produk yang dipamerkan di <em>After Class Market<\/em> sangat beragam, mulai dari kuliner, kriya, <em>fashion<\/em>, hingga berbagai kreasi lainnya yang ditampilkan di belasan lapak jualan. Selain memamerkan produk, para peserta juga berkesempatan mengikuti lokakarya bisnis mini dan sesi presentasi bisnis (<em>pitching<\/em>), yang tentunya sangat bermanfaat bagi pengembangan usaha mereka.<\/p>\n\n\n\n<p align=\"justify\">Christian Widodo juga mengapresiasi para dosen pengampu yang menjadikan <em>After Class Market <\/em>sebagai tindak lanjut dari proses belajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ia memaknai kegiatan ini sebagai bentuk kehadiran universitas dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah. &#8220;Semoga acara ini tidak hanya menjadi etalase atau pameran, tetapi juga menjadi ajang membuka relasi baru dalam dunia kewirausahaan,&#8221; harapnya.<\/p>\n\n\n\n<p align=\"justify\"><strong>Tiga Kunci Sukses Berwirausaha ala Wali Kota Kupang<\/strong><br>Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menyampaikan tiga poin penting bagi generasi muda yang ingin merintis usaha. Pesan motivasi ini diharapkan dapat membekali para wirausahawan muda dengan mentalitas yang kokoh. &#8220;Semoga acara ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga wadah untuk membuka relasi, jaringan, dan ruang eksplorasi bagi anak muda kreatif. Lebih dari itu, acara ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan dunia usaha,&#8221; tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p align=\"justify\">Poin pertama yang ditekankan Christian Widodo adalah <strong>fokus<\/strong>. Ia menganalogikan dengan &#8220;<em>tunnel vision<\/em>&#8220;, melihat dari lubang sedotan. &#8220;Kita harus punya <em>tunnel vision<\/em>, lihat dari lubang sedotan. Jangan kebanyakan <em>back-up plan<\/em>. Fokus pada satu tujuan dan curahkan seluruh tenaga serta pikiran di sana,&#8221; pesannya. Ini adalah kunci utama untuk mencapai tujuan yang jelas dan tidak mudah terpecah konsentrasinya.<\/p>\n\n\n\n<p align=\"justify\">Kedua, Christian Widodo mengingatkan pentingnya kemampuan <strong>beradaptasi<\/strong>. Mengutip peribahasa, ia berkata, &#8220;Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar. Yang bisa kita lakukan adalah menyesuaikan diri dengan perubahan.&#8221; Dalam dunia bisnis yang dinamis, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pasar dan kondisi yang tidak terduga menjadi sangat krusial.<\/p>\n\n\n\n<p align=\"justify\">Terakhir, Christian Widodo menekankan pentingnya <strong>mental yang kuat<\/strong>. &#8220;Jangan <em>baper<\/em> kalau mau masuk dunia bisnis atau politik. Kita harus punya mental baja, fokus, dan adaptasi,&#8221; tegasnya. Mental baja akan membantu para wirausahawan menghadapi tantangan, kegagalan, dan tekanan yang tak terhindarkan dalam perjalanan membangun bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p align=\"justify\">Acara <em>After Class Market<\/em> ini tidak hanya menjadi platform bagi mahasiswa dan anak muda untuk memamerkan produk kreatif mereka, tetapi juga untuk membangun jaringan dengan pelaku usaha lainnya. Christian Widodo berharap kegiatan ini dapat mendorong semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda Kupang, sekaligus memperkuat ekosistem UMKM di kota tersebut, menciptakan masa depan ekonomi yang lebih mandiri dan berdaya saing. <strong><em>(Ing)<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-04-at-09.23.111.jpeg\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" data-id=\"42566\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-04-at-09.23.111-1024x682.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-42566\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-04-at-09.23.11-1024x682.jpeg\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" data-id=\"42567\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-04-at-09.23.11-1024x682.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-42567\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-04-at-09.23.112-1024x682.jpeg\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" data-id=\"42565\" src=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-04-at-09.23.112-1024x682.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-42565\" \/><\/a><\/figure>\n<\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUPANG \u2013 Semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) kian berkobar dengan suksesnya penyelenggaraan After Class Market. Kegiatan&nbsp;<a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2025\/after-class-market-wadah-inovasi-mahasiswa-feb-undana-tarik-perhatian-wali-kota-kupang\/\">&hellip;<\/a><\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":42562,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-42568","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","odd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42568","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42568"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42568\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42562"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}