{"id":38823,"date":"2024-12-16T19:50:57","date_gmt":"2024-12-16T11:50:57","guid":{"rendered":"https:\/\/undana.ac.id\/?p=38823"},"modified":"2024-12-16T19:50:57","modified_gmt":"2024-12-16T11:50:57","slug":"rektor-undana-almamater-adalah-ibumu-jaga-nama-baiknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2024\/rektor-undana-almamater-adalah-ibumu-jaga-nama-baiknya\/","title":{"rendered":"Rektor Undana: Almamater Adalah Ibumu, Jaga Nama Baiknya!"},"content":{"rendered":"<p>KUPANG \u2014 Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater saat menyampaikan sambutannya pada Wisuda Periode ke-4 tahun 2024. Acara yang berlangsung di Auditorium Undana ini diikuti oleh 780 wisudawan dari berbagai fakultas.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kesempatan itu, Rektor menggunakan analogi menarik dengan menyebut almamater sebagai \u201cibu\u201d yang telah memberikan susu terbaik bagi mahasiswanya. \u201cKamu mahasiswa yang baik, tanpa susu ibu kamu tidak akan bertumbuh dan hidup. Susu yang paling ideal adalah susu ibu. Kamu disusui oleh almamater, Undana, institusi ini,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ia mengkritik keras segelintir alumni yang justru merendahkan Undana di media sosial setelah lulus. \u201cSetelah kamu dewasa, apakah pantas menjelekkan ibumu sendiri, mengatakan dia miskin, tua, atau tidak baik? Saya rasa tidak pernah mendengar orang di luar sana yang menjelekkan almamater mereka sendiri,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pidato tersebut juga menyinggung permasalahan PIN ijazah, yang telah menjadi isu dalam periode wisuda Juni-September. Permasalahan ini, menurut Rektor, tidak hanya dialami oleh Undana tetapi juga oleh universitas besar lainnya di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKemarin, saat pertemuan dengan beberapa Rektor di Belmawa, mereka juga masih mengurus masalah PIN yang bermasalah. Jadi, ini bukan hanya terjadi di Undana,\u201d jelasnya. Rektor menyebut bahwa masalah ini muncul akibat maladministrasi, terutama mahasiswa yang menunggak pembayaran UKT hingga data mereka tidak tercatat lengkap di sistem PD Dikti.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ia menyayangkan reaksi beberapa pihak yang memperbesar masalah ini. \u201cOrang di luar tidak seribut kita di sini. Di sini sampai ada yang melaporkan Rektor atas dugaan perbuatan melawan hukum. Itu hak mereka sebagai warga negara, tapi ini kan masalah maladministrasi, bukan kriminal,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Rektor juga mengajak para alumni untuk tetap menghormati Undana dan tidak mencemarkan nama baik universitas. \u201cKamu boleh mengkritik saya sebagai Maxs Sanam, tetapi jangan pernah bilang universitas ini bobrok. Kita harus menjaga marwah Undana,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Orang nomor satu Undana ini menekankan bahwa semua pihak, baik mahasiswa, alumni, maupun sivitas akademika, harus bersatu untuk membangun citra positif universitas. \u201cOrang-orang yang menjelekkan Undana ini, ironisnya, adalah orang dari Undana sendiri. Kita harus berubah,\u201d pintanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski mendapat kritik, Rektor menyatakan komitmennya untuk terus memperbaiki kualitas layanan dan administrasi di Undana. Ia juga mengimbau mahasiswa aktif untuk memahami aturan normatif yang berlaku dan tidak hanya menyalahkan pihak universitas dalam setiap permasalahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Acara wisuda yang berlangsung meriah ini diakhiri dengan harapan besar dari Rektor agar para lulusan dapat menjadi duta terbaik Undana, membawa nama baik almamater di tengah masyarakat, dan tetap menjalin hubungan baik dengan universitas. \u201cUndana adalah ibumu. Sebagai anak-anaknya, jagalah nama baik ibu ini, di mana pun kamu berada,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk diketahui, Undana kembali mencatatkan sejarah dalam dunia pendidikan tinggi dengan menggelar prosesi wisuda periode ke-4 tahun 2024. Sebanyak 780 lulusan dari berbagai jenjang, mulai dari Diploma hingga Doktor, resmi dikukuhkan dalam acara yang berlangsung khidmat di Auditorium Undana, Kupang. Acara ini sekaligus menandai wisuda ke-137 sejak berdirinya Undana pada 1 September 1962.<\/p>\n\n\n\n<p>Rektor Undana mengungkapkan bahwa dari total 780 wisudawan, sebanyak 711 berasal dari program Sarjana (S1), 57 dari program Profesi, 9 dari Magister, 2 dari Doktor, dan 1 dari Diploma. Dari segi gender, mayoritas lulusan adalah perempuan, sebanyak 526 orang (67%), sementara lulusan laki-laki berjumlah 254 orang. Dengan IPK rata-rata 3,45 dan durasi studi rata-rata 4 tahun 8 bulan, para lulusan ini telah menunjukkan kualitas akademik yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSejak berdiri, Undana telah meluluskan 95.102 alumni yang tersebar di berbagai bidang dan sektor. Hari ini, mereka siap menjalankan peran baru di masyarakat sebagai agen perubahan dan pemimpin masa depan,\u201d ujar Rektor.<\/p>\n\n\n\n<p>Acara wisuda ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Annytha I. R. Detha, M.Si; Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Paul G. Tamelan, M.Si; Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc; serta Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Jefri S. Bale, ST., M.Eng.***<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Laporan: Alberto L<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUPANG \u2014 Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, menekankan pentingnya menjaga nama baik&nbsp;<a href=\"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/2024\/rektor-undana-almamater-adalah-ibumu-jaga-nama-baiknya\/\">&hellip;<\/a><\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":38819,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[27,103],"class_list":["post-38823","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-undana","tag-wisuda-undana","odd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38823","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38823"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38823\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38823"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38823"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/backup.undana.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38823"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}