(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Prof. Philiphi Dikukuhkan Jadi Guru Besar Kimia Lingkungan FST

 

Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc.,Ph. D, akhirnya dikukuhkan menjadi Guru Besar bidang Kimia Lingkungan pada Fakultas Sains dan Teknik (FST), Universitas Nusa Cendana (Undana). Pengukuhan dilakukan oleh Rektor selaku Ketua Senat Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, dan pengalungan gordon guru besar dilakukan Prof. Dr. Aloysius Liliweri, M.S. Upacara pengukuhan dilakukan pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa yang dilaksanakan di Gedung Graha Cendana, Kamis (7/7/2022). Dengan pengukuhan itu, Prof. Philiphi jadi Guru Besar ke-38 Undana sekaligus menjadi salah satu dari 21 Guru Besar aktif di Undana.

Dalam orasi ilmiahnya berjudul Kimia Lingkungan: Perkembangan dan Tantangan Menuju Kimia Hijau untuk Mewujudkan Peradaban Baru di Abad ke-21, Prof. Philiphi membahas perkembangan ilmu kimia dan ilmu kimia lingkungan, terutama sejak abad ke-20, cakupan dari ilmu kimia lingkungan dan tantangannya, serta perkembangan riset di bidang kimia lingkungan yang dikerjakan oleh kelompok penelitian di Program Studi Kimia pada FST Undana. Judul orasi ilmiah tersebut, papar Prof. Philiphi didasari atas aneka permasalahan lingkungan yang sedang dihadapi masyrakat dunia akhir-akhir ini, seperti pencemaran lingkungan, perubahan iklim, dan hilangnya keanekaragaman hayati terutama terjadi karena tekanan antropogenik.

 

Oleh karena itu, lulusan Departmen of Water Management UNESCO-IHE Delft The Netherland itu mengatakan, upaya mitigasi kerusakan lingkungan melalui kebijakan, dukungan politik maupun gerakan perubahan lainnya membutuhkan ilmu pengetahuan yang komprehensif untuk dapat mengungkapkan fakta, penjelasan dan prediksi yang teruji tentang nasib bumi. Atas dasar itu pula, peranan ilmu kimia lingkungan menjadi sangat berarti, khususnya dalam menghadapi era globalisasi di abad ke-21. Prof. Philiphi mengungkapkan, pengetahuan tentang kimia lingkungan dapat membantu dalam penyelesaian permasalahan lingkungan secara efektif.

“Akhir-akhir ini, model pengembangan material baru telah mengalami pergeseran dari prinsip kimia konvensional ke prinsip yang mengedepankan aspek lingkungan sebagai prioritas utama dan berfokus pada pencegahan polusi,” papar Alumni Department of Enviromental Engineering Griffth University, Australia itu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik dan moral, kelompok riset ilmu lingkungan Prodi Kimia FST berkolaborasi dengan Prodi lainnya telah melakukan riset yang berhubungan dengan prinsip kimia lingkungan dan kimia hijau. Topik yang dikerjakan adalah “Pemanfaatan Material Lokal Sebagai Media Lahan Basah Buatan (Constructed Wetlands) untuk Mengatasi Permasalahan Air Limbah di Lahan Kering Kepulauan.”

 

Prof. Philiphi bersama istri dan kedua putrinya foto bersama Rektor Undana, Dr. Maxs U. E. Sanam beserta istri usai dikukuhkan di Graha Cendana, Kamis (7/7/2022)

 

Judul tersebut dikerjakan Bersama Dr. Refli, M. Sc, Dr. Denik Sri Krisnayanti, ST., M.Sc, Dr. Fidelis Niti, S.Si., M.Sc, Dr. Pius D. Ola,S.Si., M.Si, Dr. Ir. Alfred O. Dima, M.Si dan 24 mahasiswa selama hampir 3 (tiga) tahun. “Beberapa draft manuscript dengan tema yang sama sedang kami persiapkan untuk dipublikasikan dalam waktu dekat ini. Penelitian yang kami lakukan ini masih sampai pada tahapan tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) 6 yaitu pengembangan purwarupa system dalam suatu lingkungan yang relevan. Riset pengembangan masih perlu dilaksanakan agar purwarupa ,” terang Prof. Philiphi.

Berdasarkan pemaparannya, Prof. Philiphi menyimpulkan bahwa ilmu kimia lingkungan adalah ilmu yang sedang berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad ke-21. “Ilmu ini (kimia lingkungan) membutuhkan background informasi dari disiplin ilmu lainnya, karena proses produksi material dapat melepaskan senyawa kimia ke lingkungan yang berpotensi dapat menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan,” ujar Koordinator Prodi Ilmu Lingkungan PPs Undana itu.

 

Dalam rangka memitigasi kerusakan lingkungan dan pencemaran lingkungan, Prof. Philiphi menyebut, model penembangan material baru harus mengedepankan aspek lingkungan sebagai prioritas utama dan berfokus pada pencegahan pencemaran lingkungan. “Kita ketahui Bersama bahwa tema hari lingkungan tahun 2022 ini Only One Earth (Sustainably in Harmony with Nature). Oleh karena itu, pengetahuan tentang kimia lingkungan dan model pengembangan kimia hijau (green chemistry) merupakan salah satu pengungkit untuk merawat bumi ini dengan bijaksana dalam rangka mewujudkan peradaban baru.

“Mengembangkan peradaban dimana manusia, alam, dan lingkungan dapat hidup secara harmonis sehingga dapat tercipta keadilan ekologi (ecological justice) dimana apa yang kita nikmati sekarang dapat juga dinikmati oleh anak cucu kita kelak, dengan kuantitas dan kualitas lingkungan yang sama,” pungkas ayah dari Monica Esterina, Johanna Arnoldia de Rozari itu.

 

 

 

 

Pengalungan Gordon Guru Besar kepada Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph. D oleh Prof. Dr. Aloysius Liliweri, M.S di Graha Cendana, Kamis (7/6/2022)

 

 

 

Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc dalam sambutannya mengatakan, menjadi seorang profesor bukanlah sesuatu yang gampang. Sebab, sejak tahun 2010 administrasi pengurusan Dupak sangat sulit. Hal ini menghambat munculnya guru besar-guru besar baru di PTN maupun di PTS. Meski demikian, ia terus mendorong munculnya profesor-profesor baru di Undana. Sebab, hal itu merupakan tanggungjawab Rektor. Dalam waktu dekat, Rektor menyebut Dr. Apris Adu juga akah dikukuhkan menjadi Guru Besar pada Fakultas Kesehatan Masyarakat. 

Saat ini, jumlah Guru Besar berada di angka 2,2 persen dari yang diharapkan pada angka 20 persen. Karena itu, strategi dan kebijakan yang dilakukan Rektor adalah mendorong Wakil Rektor Bidang Akademik Undana agar segear membuat Tim Percepatan Guru Besar Undana, termasuk menggratiskan penggunaan Gedung Graha Cendana untuk mengukuhkan para guru besar.  Pada akhir sambutannya, ia menyampaikan selamat kepada Prof. Philip yang telah dikukuhkan menjadi Guru Besar. “Kepada Prof. Philiphi de Rozari, keluarga de Rozari dan Benyamin dan semua yang terkait di dalamnya, kebanggaan dan sukacita sehubungan dengan pengukuhan hari ini, bukan saja kebanggaan bagi keluarga, tapi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Undana,” pungkas Rektor Undana. (rfl)

 

Tim Humas, Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas,

Contact Person (CP): 0813 4331 7070

Kunjungi Media Sosial Undana

YouTube: Official Universitas Nusa Cendana: https://www.youtube.com/channel/UCtB1iZTSBH9etwVDCeeD2yw

Facebook: Universitas Nusa Cendana: https://web.facebook.com/nusacendana1962

Instagram: universitas.nusa.cendana https://www.instagram.com/universitas.nusa.cendana/

Comments are closed.
Archives