KUPANG – Mahasiswa Semester 5 Program Studi Ilmu Komunikasi (Jikom) Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses menyajikan kritik sosial yang tajam terhadap Ibu Kota Provinsi NTT melalui Pameran Fotografi Komunikasi bertajuk “Di Balik Kokoh”. Pameran yang menampilkan 172 karya foto ini berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Desember 2025, di Galeri Okomama, Taman Budaya Gerson Poyk.
Karya-karya yang dipamerkan merupakan luaran dari mata kuliah Fotografi Komunikasi. Tema “Di Balik Kokoh” dipilih oleh angkatan Catalyst 23 sebagai respons kritis terhadap pesatnya pembangunan dan fenomena kontras kehidupan urban Kota Kupang. Tema ini secara spesifik menyoroti kelompok-kelompok masyarakat yang terpinggirkan dan terlupakan di tengah kemegahan kota.



Dosen Pengampu, Henny Lestari Lusiana Lada, S.Sos., M.I.Kom., menjelaskan bahwa tema tersebut lahir dari kesadaran mahasiswa untuk mengangkat mereka yang sering terabaikan sebagai bagian integral dari masyarakat Kota Kupang. Proses kreatif mahasiswa, mulai dari hunting foto hingga kurasi ketat, memakan waktu kurang lebih tiga minggu hingga menghasilkan 172 karya yang lolos seleksi kualitas teknis dan komposisi.
Dosen Pengampu lainnya, Danang Novika Roeswantara, S.I.Kom, S.A.B., M. I. Kom, menekankan bahwa kegiatan praktik ini sangat vital sebagai bukti pengaplikasian ilmu di lapangan. “Fotografi adalah basic skill yang harus dimiliki oleh mahasiswa ilmu komunikasi, karena dari sinilah karya dapat dikomunikasikan kepada masyarakat,” ujarnya, menegaskan peran fotografi sebagai alat narasi non-verbal.


Pameran “Di Balik Kokoh” mendapat apresiasi tinggi dari pengunjung, salah satunya Natalia Jessica Ruba, yang memuji tema tersebut karena dinilai mampu menyadarkan publik tentang pentingnya menghargai setiap jenis pekerjaan. Antusiasme tinggi pengunjung selama tiga hari diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri mahasiswa bahwa karya mereka mampu bersaing dan diapresiasi oleh publik luas.
Perwakilan mahasiswa, Andi Muhammad Dana, mengungkapkan nilai tambah dari kegiatan praktik semacam ini. Menurutnya, Jikom memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga bercerita dan mengomunikasikan ide melalui hasil tangkapan gambar, memperkaya metode komunikasi yang diajarkan di program studi.


Keberhasilan pameran ini diperkuat oleh kolaborasi strategis dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fotografi Ilmu Komunikasi Obscura dan Komunitas Seni Lokal SkolMus. Kolaborasi ini tidak hanya memeriahkan acara dengan berbagai penampilan seni, tetapi juga memperluas dimensi artistik dan jangkauan publik, menjadikan pameran ini sebuah event seni budaya yang signifikan di Kupang.




Menyusul keberhasilan ini, Prodi Jikom berharap adanya dukungan penuh dari Undana, khususnya terkait penyediaan fasilitas multimedia yang memadai. Dukungan fasilitas ini dinilai krusial untuk semakin meningkatkan kualitas lulusan dan memperkuat posisi Undana sebagai institusi yang responsif terhadap kebutuhan praktik ilmu komunikasi modern dan berdaya saing di industri kreatif. (Audc)
