(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana Raih Penghargaan Bergengsi atas Kontribusi Percepatan Penurunan Stunting di NTT

JAKARTA – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mencatatkan prestasi nasional yang membanggakan dengan meraih penghargaan pada GENTING Collaboration Summit 2025. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi aktif dan capaian signifikan Undana dalam mendukung program pemerintah melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

GENTING Collaboration Summit adalah forum kolaborasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN). Acara puncak kolaborasi nasional ini berlangsung di JS Luwansa Hotel, Jakarta, pada 10 Desember 2025.

Dalam forum bergengsi tersebut, Undana dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan kategori Perguruan Tinggi, bersanding dengan lima universitas ternama lainnya. Pengakuan ini memperkuat posisi Undana sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki peran sentral dalam pembangunan regional dan nasional.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kemendukbangga/BKKBN, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd. Pemberian apresiasi ini merupakan respons atas komitmen tinggi Undana dalam mendukung percepatan penurunan stunting, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penghargaan ini diterima langsung oleh Rektor Undana Periode 2025-2029, Prof. Dr. Ir. Jefri S Bale, ST., M.Eng., didampingi oleh beberapa perwakilan penting Undana, termasuk Prof. Dr. Ir. Doppy Roy Nendissa, MP, Prof. Dr. Injte Picauly, S.Pi., M.Si, dan Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama, Yefry Cornianto Adoe, SE., MAP..

NTT merupakan salah satu provinsi yang menjadi prioritas pemerintah pusat karena menghadapi tingkat prevalensi stunting yang masih tinggi. Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di NTT berada pada angka 37%, jauh di atas angka nasional yang telah mencapai 19,8% pada tahun 2024.

Undana dinilai berhasil membangun kolaborasi model praktik baik yang kuat. Kolaborasi ini melibatkan seluruh elemen, mulai dari civitas akademika, pemerintah daerah setempat, organisasi sosial, hingga berbagai mitra pembangunan lainnya. Sinergi inilah yang menjadi kunci sukses dalam upaya penanganan stunting di wilayah kepulauan tersebut.

Pencapaian ini tidak lepas dari beragam upaya nyata yang dilakukan Undana. Ini mencakup pengintegrasian program pencegahan stunting melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai wilayah di NTT, khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), serta pengabdian masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan oleh para akademisi.

Selain itu, Undana juga aktif dalam penelitian inovatif, kerja sama antar sesama perguruan tinggi—baik di Indonesia maupun internasional—dan lintas sektor, serta menjadi salah satu anggota Konsorsium Aksi Perguruan Tinggi (KAPT). Beragam solusi praktis telah dihadirkan, seperti pendampingan intensif bagi keluarga berisiko stunting dan edukasi gizi ibu dan anak.

https://backup.undana.ac.id/2025/undana-nakhoda-kpt-ntt-pimpin-gerakan-perguruan-tinggi-atasi-stunting-dan-kemiskinan/

Menteri Kemendukbangga/BKKBN, Dr. H. Wihaji, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk Undana, yang berperan sebagai “orang tua asuh” akademis. “Kontribusi perguruan tinggi sangat vital dalam mengedukasi 1,5 juta warga dan membantu asupan gizi 223 ribu warga negara Indonesia, yang rata-rata berada di pulau-pulau terpencil,” ujarnya.

Menteri Wihaji pun berharap agar upaya kolaboratif percepatan pencegahan stunting ini terus ditindaklanjuti. “Ini merupakan kontribusi kita terhadap negara dan rakyat Indonesia. Saya meyakini unit terkecil negara adalah keluarga, dan dimulai dari pengentasan stunting dari setiap keluarga, maka kita telah menyelamatkan satu generasi,” pungkasnya, menekankan pentingnya peran Undana dalam kontribusi nasional ini. (Fnt)

Comments are closed.
Archives